26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 59

Munas ke-3 Selesai: “Perhimpunan Aktivis Nusantara” Resmi Jadi “Perhimpunan Aktivis Indonesia”, Caesar Almunir P.s Terpilih Jadi Ketum

0
Oplus_131072

Wartain.com – Musyawarah Nasional ke-3, Perhimpunan Aktivis Indonesia telah rampung digelar di Samala Hotel, Jakarta, Rabu-Minggu 28-31 Mei 2026. Forum tertinggi organisasi ini menghasilkan 2 keputusan strategis yang jadi titik balik gerakan.

1. Nama Baru, Semangat Baru: Resmi Jadi “Perhimpunan Aktivis Indonesia”

Forum sepakat mengubah nama dari Perhimpunan Aktivis Nusantara menjadi Perhimpunan Aktivis Indonesia.

Perubahan ini bukan sekadar ganti plang. Alasannya kuat: merujuk pada asas tunggal Pancasila sebagai dasar negara & dasar gerak organisasi. Keputusan disahkan dengan dukungan 50+1 peserta forum. Maknanya: payung perjuangan kini lebih luas, menjangkau seluruh pemuda/i Indonesia tanpa batas wilayah.

2. Nakhodai Baru: Caesar Almunir P.s Terpilih Jadi Ketua Umum

Di tengah dinamika internal, forum memilih Caesar Almunir P.s, sebagai Ketua Umum yang baru. Meski kondisi organisasi penuh tantangan, beliau tegaskan ini justru bagian dari proses pendewasaan.

“Ini adalah awal perjuangan, bukan akhir dari segala kemunduran,” tegas Caesar usai ditetapkan.

Meski saat ini jaringan PAI baru diikuti beberapa daerah, Ketum berkomitmen tancap gas ekspansi. Kuncinya: kolaborasi dengan pengurus baru + optimalkan jaringan yang sudah ada.

Arah Gerak PAI ke Depan

Ada 3 kompas baru yang digariskan Munas ke-3:

1. Merangkul Tanpa Sekat

PAI akan kunjungi senior-senior lintas elemen. Nggak pandang bendera organisasi, agama, ras, atau suku. “Karena keresahan terhadap masa depan bangsa ini milik semua pemuda/i Indonesia,” ujar Caesar, yang tercatat sebagai aktivis HMI dari Universitas Nusa Putra Sukabumi ini.

2. Lahir dari Keresahan, Bergerak untuk Perubahan

Organisasi ini dibentuk atas dasar keresahan kolektif pemuda terhadap kebijakan rezim yang dinilai menyimpang. Fokusnya: jaga Indonesia tetap di rel yang benar.

3. Tagline Jadi Kompas: “Indonesia Emas Gemilang”

Tagline ini jadi parameter semua program kerja. Targetnya satu: mendorong kemajuan bangsa & negara Indonesia menuju 2045.

Pesan Penutup Ketum

“Sebagai Ketum, saya akan merangkul semua pihak. Baik yang dulu berseberangan dengan saya, maupun semua pihak yang terlibat dalam Munas ini. Salam pergerakan, salam cinta atas nama perjuangan,” tutup Caesar Almunir P.s.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sawer Pengantin, Tradisi Sunda yang Menebar Doa dan Kebahagiaan

0

Wartain.com – Pernikahan bukan hanya menjadi momen sakral penyatuan dua insan, tetapi juga sarat dengan tradisi dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Di tatar Sunda, salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah sawer pengantin atau nyawer, sebuah prosesi adat yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna dan doa bagi kehidupan rumah tangga pasangan yang baru menikah. Prosesi sawer biasanya dilaksanakan setelah akad nikah. Kedua mempelai duduk berdampingan, disaksikan keluarga dan para tamu undangan.

Di tengah suasana haru dan bahagia, seorang juru sawer melantunkan pupuh atau tembang Sunda yang berisi nasihat kehidupan, petuah rumah tangga, serta doa agar pasangan pengantin dapat membangun keluarga yang harmonis, sejahtera, dan langgeng hingga akhir hayat.

Keunikan tradisi ini terletak pada benda-benda yang ditaburkan kepada pengantin dan para tamu. Beras, beras kuning, uang logam, bunga rampai, hingga permen disebarkan sebagai simbol harapan dan keberkahan.

Beras melambangkan kecukupan rezeki, beras kuning menjadi simbol kemuliaan dan kemakmuran, uang logam mengandung pesan agar pasangan rajin bekerja sekaligus gemar berbagi, sedangkan permen melambangkan kehidupan rumah tangga yang manis dan penuh kasih sayang.

Suasana sawer pengantin selalu menghadirkan keceriaan tersendiri. Anak-anak hingga orang dewasa biasanya antusias berebut uang logam dan permen yang ditaburkan. Gelak tawa dan senyum para tamu menjadi warna tersendiri dalam prosesi ini.

Di balik keseruannya, terdapat pesan mendalam bahwa kebahagiaan pengantin hendaknya dibagikan kepada sesama, sebagaimana rezeki dan keberkahan yang diharapkan mengalir dalam kehidupan rumah tangga mereka. Lebih dari sekadar ritual adat, sawer pengantin merupakan media penyampaian nilai-nilai kehidupan.

Tradisi ini mengingatkan pasangan yang baru menikah tentang pentingnya saling menghormati, menjaga kesetiaan, bersikap sabar, serta membangun keluarga yang dilandasi cinta dan tanggung jawab.

Nasihat yang disampaikan melalui tembang sawer menjadi bekal berharga dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Di tengah arus modernisasi, tradisi sawer pengantin tetap bertahan sebagai salah satu kekayaan budaya Sunda yang membanggakan.

Kehadirannya tidak hanya mempercantik prosesi pernikahan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sebuah pernikahan yang kokoh dibangun dari doa, kebersamaan, rasa syukur, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itulah, sawer pengantin bukan sekadar tradisi.

Ia adalah simbol cinta, harapan, dan doa yang ditebarkan kepada dua insan yang memulai perjalanan hidup bersama, sekaligus menjadi warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan oleh generasi masa depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sekdis Pendidikan Sukabumi Ajak ASN Budayakan Hidup Sehat Lewat Road to ASN Run 2026

0

Wartain.com – Upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus digencarkan di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui kegiatan Road to ASN Run 2026 yang berlangsung di kawasan Palabuhanratu, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan lari sejauh 5 kilometer tersebut diikuti sekitar 100 ASN dari berbagai instansi pemerintah daerah. Selain bertujuan meningkatkan kebugaran, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpegawai di lingkungan pemerintahan.

Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, S.Pd., S.IP., M.Si. Ia menilai olahraga merupakan kebutuhan penting yang harus menjadi bagian dari keseharian ASN guna menjaga kondisi fisik tetap prima.

Menurut Herdiawan, kesehatan memiliki peran besar dalam mendukung kinerja aparatur, terutama dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, berbagai aktivitas yang mendorong pola hidup sehat perlu mendapat dukungan dan dilakukan secara berkelanjutan.

*Melalui kegiatan seperti ini, ASN tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga membangun semangat positif dalam bekerja. Aparatur yang sehat tentu akan lebih produktif dan mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, olahraga lari menjadi salah satu pilihan aktivitas yang mudah dilakukan oleh siapa saja, termasuk ASN yang memiliki mobilitas dan kesibukan tinggi. Karena itu, ia berharap semakin banyak pegawai pemerintah yang menjadikan olahraga sebagai rutinitas.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, lanjut Herdiawan, mendukung penuh berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan aparatur.

Menurutnya, kondisi fisik yang terjaga akan berdampak positif terhadap produktivitas, kreativitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kesehatan merupakan investasi penting bagi setiap ASN. Dengan tubuh yang bugar, semangat kerja akan meningkat dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Road to ASN Run 2026 di Palabuhanratu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju pelaksanaan ASN Run 2026 tingkat nasional.

Momentum ini diharapkan mampu memperkuat komitmen ASN Kabupaten Sukabumi untuk menerapkan gaya hidup aktif, sehat, dan produktif dalam mendukung pembangunan daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Puluhan Warga & Santri Bani Adam Cicurug Turun ke Jalan, Tuntut Tindak Tegas Narkoba

0
Oplus_131072

Wartain.com – Ruas Jalan Siliwangi Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tak jauh dari Stasiun Cicurug, jadi titik kumpul. Sekitar pukul 14.00 WIB, puluhan warga bersama santri yang mengatasnamakan “Bani Adam Cicurug”  menggelar aksi unjuk rasa damai, Sabtu 30/05/2026.

Shalawat Jadi Doa, Bukan Teriakan

Berbeda dari aksi pada umumnya, massa lebih banyak melantunkan shalawat sepanjang aksi. Suasana khidmat. Itu bentuk doa & harapan mereka: Cicurug bebas dari jerat narkotika.

“Kondisinya makin mengkhawatirkan. Peredaran narkoba udah nyasar ke anak-anak muda kita,” ujar salah satu peserta yang minta namanya dirahasiakan.

“Kami cuma mau generasi muda tumbuh sehat, jauh dari bahaya narkoba,” tambahnya.

Lalu Lintas Tersendat, Tapi Tertib

Aksi sempat bikin arus Sukabumi-Bogor PP melambat karena massa ada di badan jalan. Tapi nggak ada anarkis.

Polsek Cicurug + anggota kepolisian lain siaga penuh. Pengamanan humanis. Hasilnya: aksi selesai aman, tertib, tanpa insiden.

Dasar Hukum Aksi

1. UU No. 9/1998: Jamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, asal tertib.
2. UU No. 35/2009: Narkotika = tindak pidana. Negara wajib berantas demi lindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
3. UU No. 2/2002: Polisi berwenang jaga kamtibmas selama aksi.

Pesan Bani Adam Cicurug

Ini bukan aksi protes, tapi aksi peduli. Warga minta aparat + pemerintah + tokoh masyarakat bergerak lebih tegas & komprehensif. Karena kalau bukan kita yang jaga anak-anak kita, siapa lagi?(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Fase Mina Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Makkah dengan Selamat

0

Wartain.com – Rangkaian puncak pelaksanaan ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijjah 1447 Hijriah. Seluruh jemaah haji Indonesia yang memilih skema Nafar Tsani telah meninggalkan kawasan Mina dan kembali ke penginapan masing-masing di Makkah dalam kondisi aman dan tertib.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi inti dari rangkaian ibadah haji.

Menurutnya, seluruh proses berjalan baik berkat kerja sama antara petugas penyelenggara dan para jemaah yang disiplin mengikuti aturan serta arahan selama berada di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Proses pergerakan berlangsung lancar dan Mina kini sudah tidak lagi ditempati jemaah Indonesia,” ujarnya di Makkah, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah lebih dahulu kembali ke Makkah pada 12 Zulhijjah. Sedangkan jemaah Nafar Tsani menyelesaikan lontar jumrah hingga 13 Zulhijjah sebelum meninggalkan Mina.

Meski fase Mina telah selesai, layanan haji bagi jemaah Indonesia masih terus berlangsung. Sejumlah jemaah diketahui telah menuntaskan tawaf ifadah, sementara sebagian lainnya masih dijadwalkan menyelesaikan ibadah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah lanjutan, Menteri Haji dan Umrah meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tetap memberikan pendampingan kepada jemaah, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko tinggi.

Pendampingan tersebut dinilai penting guna mengantisipasi kepadatan di area Masjidil Haram, khususnya saat pelaksanaan tawaf ifadah yang menjadi salah satu rukun haji.

Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan selama menjalankan rangkaian ibadah. Apresiasi serupa diberikan kepada seluruh petugas yang telah bekerja tanpa kenal lelah dalam memberikan pelayanan.

Ia berharap seluruh jemaah dapat meraih predikat haji mabrur setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Selain itu, jemaah diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik menjelang masa kepulangan ke Indonesia yang akan dimulai secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026.

“Jaga kesehatan, perbanyak istirahat, dan ikuti arahan petugas agar proses pemulangan berjalan lancar hingga tiba kembali di Tanah Air,” pesannya.

Dengan berakhirnya fase Mina, penyelenggaraan puncak ibadah haji bagi jemaah Indonesia tahun 1447 H/2026 M dapat dikatakan berjalan sukses dan menjadi langkah penting menuju tahapan akhir pelaksanaan haji sebelum kepulangan ke Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Umat Buddha Rayakan Waisak 2570 BE: Makna Cinta Kasih dan Kedamaian di Tengah Modernitas

0

Wartain.com – Umat Buddha di seluruh Indonesia memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE pada Senin, 31 Mei 2026. Tahun Baru Buddhis 2570 BE ini jadi momentum untuk merenungkan kembali tiga peristiwa suci: kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.

Perayaan Waisak tahun ini mengusung semangat toleransi dan cinta kasih universal. Rangkaian ritual mulai dari puja bakti, pradaksina, hingga pelepasan burung merpati dilakukan serentak di vihara-vihara besar.

Makna Waisak 2570 BE di Era Digital

Waisak bukan sekadar seremonial. Inti ajaran Buddha tentang “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta” – semoga semua makhluk hidup berbahagia – jadi pengingat di tengah gempuran media sosial dan polarisasi.

“Bulan Waisak adalah waktu kita melatih metta karuna, cinta kasih dan welas asih. Bukan cuma ke sesama manusia, tapi ke semua makhluk,” ujar Bhikkhu dalam khotbah Waisak di Candi Borobudur.

Nilai ini relevan saat dunia menghadapi krisis iklim, konflik, dan kesehatan mental. Pesan sederhana Buddha: berhenti menyakiti, mulai peduli.

Rangkaian Perayaan dari Borobudur hingga Vihara Lokal

Puncak perayaan nasional tetap dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang. Ribuan umat Buddha dari berbagai aliran Theravada, Mahayana, dan Tantrayana berkumpul sejak dini hari untuk ritual pradaksina mengelilingi candi.

Di daerah, vihara-vihara seperti Vihara Dhammacakka Jaya Jakarta, Vihara Mendut, dan Vihara Watugong Semarang menggelar puja bakti, dana makanan ke bhikkhu sangha, serta bakti sosial. Banyak umat yang melepaskan hewan ke alam bebas sebagai simbol pembebasan.

Tradisi “Taman Lumbini Mini” juga banyak dibuat. Taman yang menggambarkan tempat kelahiran Pangeran Siddharta ini jadi spot edukasi anak-anak mengenal kisah Buddha.

Waisak dan Toleransi Antar Umat Beragama

Pemerintah menetapkan Waisak sebagai hari libur nasional untuk memberi ruang umat Buddha beribadah khusyuk. Sikap saling menghormati terlihat saat warga non-Buddha ikut menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar vihara.

Menteri Agama RI dalam sambutannya menekankan: “Waisak mengajarkan kita hidup harmonis. Kebhinekaan Indonesia justru kuat karena perbedaan ini kita rawat dengan cinta kasih.”

Refleksi untuk Semua Umat

Meski perayaan identik umat Buddha, nilai Waisak bersifat universal: mengendalikan diri, tidak serakah, tidak membenci, dan selalu mengembangkan kebijaksanaan.

Di tahun 2570 BE ini, tantangannya adalah menerapkan ajaran itu di dunia nyata: kurangi hate speech di medsos, lebih empati ke sesama, dan jaga bumi sebagai rumah bersama.

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE. Semoga semua makhluk berbahagia, bebas dari penderitaan. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Info Lalin Cibadak–Parungkuda 31 Mei 2026: Simpang Ratu Kembali Padat, Arus Balik Weekend Mulai Terasa

0
Oplus_131072

Wartain.com – Arus lalu lintas di jalur nasional Cibadak–Parungkuda, Kabupaten Sukabumi terpantau padat merayap sejak Minggu pagi, 31 Mei 2026. Kepadatan dipicu arus balik wisatawan dari Pelabuhan Ratu, Ciletuh, dan Ujung Genteng yang kembali ke arah Bogor–Jakarta.

Meski belum ada laporan resmi dari Polres Sukabumi, pantauan dari aplikasi navigasi dan pola harian menunjukkan beberapa titik rawan macet kembali aktif di akhir pekan ini.

Simpang Ratu Jadi Bottleneck Utama

Titik paling krusial terjadi di Simpang Ratu, Cibadak. Pertemuan arus dari Exit Tol Parungkuda dengan Jalan Suryakencana membuat kendaraan menumpuk. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Cibadak dan Simpang Tiga Cibadak, di mana aktivitas angkutan umum dan pejalan kaki memperlambat laju kendaraan.

“Jam-jam segini memang langganan. Dari Parungkuda ke Cibadak bisa merayap 30-45 menit kalau pas arus balik,” ujar Budi salah satu pengendara yang melintas pagi ini.

Arus Balik Weekend Picu Kepadatan

Minggu merupakan puncak arus balik wisatawan yang menghabiskan akhir pekan di Sukabumi Selatan. Data cuaca BMKG menunjukkan kondisi berawan kering, sehingga tidak ada hambatan hujan. Justru cuaca cerah membuat volume kendaraan meningkat dibanding hari kerja.

Puncak kepadatan diprediksi terjadi dua gelombang: pukul 10.00–12.00 WIB untuk arus pagi, dan 15.00–18.00 WIB untuk arus sore yang didominasi roda empat pribadi.

Jalur Alternatif Ikut Terdampak

Saat Simpang Ratu macet, banyak pengendara beralih ke jalur Nagrak–Karangtengah. Namun jalur alternatif ini juga rawan bottleneck. Jika semua kendaraan pindah ke sana, antrean panjang justru berpindah ke ruas penghubung dan membuat waktu tempuh makin lama.

Polisi bersama Dishub Sukabumi biasanya siaga di titik-titik rawan untuk melakukan rekayasa lalu lintas manual. Pengaturan buka-tutup atau sistem satu arah kadang diterapkan saat volume kendaraan sudah tidak tertampung.

Tips Aman Lewat Cibadak–Parungkuda Hari Ini

Bagi pengendara yang harus melintas, ada beberapa tips untuk menghindari “macet horor”:

1. Hindari jam padat: Berangkat sebelum pukul 09.00 WIB masih relatif lancar. Hindari jam 15.00–18.00 WIB.
2. Cek aplikasi real-time: Gunakan Waze atau Google Maps untuk melihat titik merah/oranye yang menandakan kepadatan.
3. Siapkan kondisi kendaraan: Macet panjang rawan overheat. Pastikan radiator dan bahan bakar cukup.
4. Jaga jarak aman: Ruas ini ramai truk dan angkutan barang. Waspada saat turunan dan tikungan.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas Cibadak–Parungkuda masih didominasi kendaraan pribadi dengan kecepatan merayap 10-20 km/jam di titik kemacetan. Pengendara diminta bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Drama Adu Penalti, PSG Kunci Gelar Liga Champions Pertama Usai Kalahkan Arsenal 4-3

0

Wartain.com – Paris Saint-Germain akhirnya menuntaskan penantian panjang. PSG jadi juara Liga Champions 2025/2026 usai mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu 30/5 waktu setempat. Laga 120 menit berakhir imbang 1-1.

Kemenangan ini jadi gelar UCL kedua dalam sejarah PSG. Drama adu penalti jadi penentu setelah kedua tim sama kuat selama waktu normal dan extra time.

Arsenal Unggul Cepat, PSG Balas Lewat Penalti

Arsenal lebih dulu memimpin di menit 6 lewat Kai Havertz. Havertz berlari kencang ke kotak penalti PSG dan melepaskan tembakan dari sudut sempit. Kiper PSG Matvey Safonov tak menduga bola melayang di atas kepalanya.

PSG menyamakan skor di babak kedua. Ousmane Dembele mencetak gol dari titik penalti usai Khvicha Kvaratskhelia dilanggar Cristhian Mosquera. Dembele menembak ke kiri sementara David Raya bergerak ke arah sebaliknya. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit.

Extra Time Sengit Tanpa Gol

Di extra time, Arsenal masukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze untuk tenaga baru. PSG memainkan Warren Zaire-Emery. Momen panas terjadi menit 102 saat Gabriel Martinelli duel sengit dengan Nuno Mendes di kotak penalti. Pemain Arsenal dan Mikel Arteta protes minta penalti, tapi wasit Daniel Siebert tetap pada keputusan tidak ada pelanggaran.

Arsenal lebih bertenaga di babak kedua extra time berkat pemain baru. Tapi tak ada gol tambahan. Laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama Adu Penalti, PSG Kunci Gelar Liga Champions Pertama Usai Kalahkan Arsenal 4-3 (Foto: Ist)

Adu Penalti 4-3, Beraldo Jadi Penentu

Ramos buka eksekusi PSG dengan tendangan ke kanan yang mengecoh Raya. Gyokeres balas untuk Arsenal, 1-1. Doue bikin PSG unggul 2-1, tapi Eze gagal karena tendangannya melebar.

Nuno Mendes gagal mengeksekusi penalti ketiga PSG karena dibendung Raya, tapi Declan Rice menyamakan jadi 2-2. Hakimi dan Martinelli sama-sama sukses di tendangan keempat, skor 3-3.

Penentu ada di tendangan kelima. Beraldo kirim bola ke pojok kanan gawang dengan sempurna. Gabriel Magalhaes tak kuat menahan tekanan, tendangannya melambung. PSG menang 4-3.

Gelar Kedua Kali untuk Les Parisiens

Kemenangan ini menutup musim sempurna PSG di Eropa. Setelah pertama kali meraih tropi pada musim 2024/2025 mengalahkan Inter Milan. Kini mereka kembali mengangkat trofi “Si Kuping Besar” lewat mental juara di adu penalti.

Bagi Arsenal, mimpi juara UCL pertama harus tertunda lagi. Meski unggul cepat dan tampil dominan di extra time, mereka gagal menuntaskan peluang emas di Budapest.

PSG pun menorehkan sejarah baru: juara Eropa untuk kedua kalinya, sekaligus mengakhiri dominasi klub-klub tradisional di final Liga Champions musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Keakraban PB Angkasa di Aula Desa Loji: Berbagi Kebersamaan Sebelum Nobar Final UCL Bersama Warga

0

Wartain.com – Suasana Aula Desa Loji, Kampung Bojong Kopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendadak riuh pada Minggu dini hari. Keluarga besar Persatuan Bulutangkis (PB) Angkasa menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan final Champions League 2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Arsenal. Acara nobar ini turut dibuka bagi masyarakat umum guna menyaksikan langsung penentuan juara Eropa musim ini. Minggu, 31 Mei 2026.

Keluarga besar PB Angkasa telah berkumpul lebih awal di aula. Untuk mengisi waktu dan mengusir rasa kantuk sembari menunggu jadwal pertandingan dimulai, para anggota klub berinisiatif mengambil raket dan bermain badminton. Pertandingan internal ini berlangsung seru dan penuh keakraban di antara sesama pengurus dan pemain.

Tidak hanya berolahraga, agenda internal klub ini juga dihangatkan dengan kegiatan memasak bersama. Di area luar aula, para anggota PB Angkasa tampak kompak bergotong-royong membakar ikan segar. Ikan-ikan tersebut merupakan hasil tangkapan berburu langsung dari laut sekitar Sukabumi yang sengaja dipersiapkan untuk momen spesial ini.

Begitu matang, hidangan ikan bakar segar khas pesisir Simpenan tersebut langsung disajikan di atas hamparan daun pisang. Seluruh keluarga besar PB Angkasa kemudian duduk memanjang untuk makan bareng. Momen santap bersama ini menjadi ruang bagi internal klub untuk saling bercengkerama dan mempererat tali persaudaraan sebelum menyambut kedatangan warga.

“Kegiatan dari sore hingga malam ini sengaja kami rancang khusus untuk internal klub guna menjaga silaturahmi. Capek habis main badminton langsung hilang begitu makan ikan bakar bareng teman-teman. Setelah kenyang dan stamina terisi, baru kami siap menyambut masyarakat setempat yang datang untuk nobar final Champions League bersama,” ujar Sandi, salah satu pemain PB Angkasa.

Memasuki waktu kick-off, masyarakat Bojong Kopo mulai memadati Aula Desa Loji untuk bergabung dalam keseruan nobar. Ketika layar proyektor besar menampilkan duel sengit antara PSG dan Arsenal, aula langsung bergemuruh oleh sorak-sorai penonton. Sinergi antara agenda internal PB Angkasa dan antusiasme warga sukses menciptakan hiburan malam yang sehat dan meriah di tingkat desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Prakiraan Cuaca Sukabumi 31 Mei 2026: Utara Berawan-Hujan Ringan, Selatan Lebih Panas & Berawan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Cuaca Kabupaten Sukabumi Minggu, 31 Mei 2026 diprediksi berbeda antara wilayah utara/pegunungan dan pesisir selatan. Wilayah utara cenderung lebih sejuk dengan berawan-hujan ringan, sementara selatan lebih panas dan berawan tebal sepanjang hari.

Wilayah Utara Sukabumi – Kota Sukabumi & Pegunungan

Suhu harian berkisar 20°C – 28°C.

Pagi 07.00-09.00: Suhu 21-25°C, Sebagian Berawan-Mostly Cloudy. Kelembapan tinggi 80-98% dengan peluang hujan 4%. Angin tenang 1-6 km/jam dari barat daya-selatan.

Siang 11.00-14.00: Suhu naik ke 27-28°C, kondisi Cloudy-Berawan. UV Index 6-7 kategori Tinggi pada pukul 11.00-12.00. Peluang hujan ringan meningkat jadi 11-13%. Angin 9-10 km/jam dari barat daya-selatan.

Sore-Malam 15.00-23.00: Suhu turun ke 22-26°C, langit Cloudy-Mostly Cloudy. Peluang hujan ringan 16-21% sore hari. Kelembapan 81-97%. Matahari terbit 05:57 WIB, terbenam 17:42 WIB.

Secara umum cuaca utara “Berawan” dengan hujan ringan sporadis sore-malam. Suhu min 20°C, maks 28°C.

Wilayah Selatan Sukabumi – Palabuhanratu, Surade, Jampangkulon, Ciemas dan sekitarnya 

Data dari Lembur Sawah/Tegalluar yang mewakili selatan: suhu 20°C – 29°C.

Pagi-Malam: Kondisi Cloudy-Berawan mendominasi sepanjang hari. Suhu pagi 22-23°C, siang 28-29°C. Kelembapan 96%.

Siang 12.00-15.00: Suhu tertinggi 29°C. Langit Cloudy-Mostly Cloudy. Angin selatan 6-8 m/s atau 21-28 km/jam, lebih kencang dibanding utara. Peluang hujan ringan 20-24% dini hari-sore.

Cuaca pesisir selatan lebih hangat 1-2°C dibanding utara dan angin lebih kencang dari arah selatan.

Gambaran Umum

BMKG & Weather Channel memprakirakan Sukabumi 31 Mei 2026: Tinggi 28°C, Rendah 20°C, kondisi Cloudy-Berawan. Peluang hujan 50% dengan potensi hujan badai petir. Wilayah selatan diprediksi lebih panas dan berawan tebal, utara lebih sejuk dengan hujan ringan sore.

Bagi warga yang beraktivitas luar, utara cukup bawa payung untuk jaga-jaga hujan sore. Selatan disarankan pakai pelindung matahari karena UV cukup tinggi siang hari meski berawan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)