26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 60

Prakiraan Cuaca Sukabumi 31 Mei 2026: Utara Berawan-Hujan Ringan, Selatan Lebih Panas & Berawan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Cuaca Kabupaten Sukabumi Minggu, 31 Mei 2026 diprediksi berbeda antara wilayah utara/pegunungan dan pesisir selatan. Wilayah utara cenderung lebih sejuk dengan berawan-hujan ringan, sementara selatan lebih panas dan berawan tebal sepanjang hari.

Wilayah Utara Sukabumi – Kota Sukabumi & Pegunungan

Suhu harian berkisar 20°C – 28°C.

Pagi 07.00-09.00: Suhu 21-25°C, Sebagian Berawan-Mostly Cloudy. Kelembapan tinggi 80-98% dengan peluang hujan 4%. Angin tenang 1-6 km/jam dari barat daya-selatan.

Siang 11.00-14.00: Suhu naik ke 27-28°C, kondisi Cloudy-Berawan. UV Index 6-7 kategori Tinggi pada pukul 11.00-12.00. Peluang hujan ringan meningkat jadi 11-13%. Angin 9-10 km/jam dari barat daya-selatan.

Sore-Malam 15.00-23.00: Suhu turun ke 22-26°C, langit Cloudy-Mostly Cloudy. Peluang hujan ringan 16-21% sore hari. Kelembapan 81-97%. Matahari terbit 05:57 WIB, terbenam 17:42 WIB.

Secara umum cuaca utara “Berawan” dengan hujan ringan sporadis sore-malam. Suhu min 20°C, maks 28°C.

Wilayah Selatan Sukabumi – Palabuhanratu, Surade, Jampangkulon, Ciemas dan sekitarnya 

Data dari Lembur Sawah/Tegalluar yang mewakili selatan: suhu 20°C – 29°C.

Pagi-Malam: Kondisi Cloudy-Berawan mendominasi sepanjang hari. Suhu pagi 22-23°C, siang 28-29°C. Kelembapan 96%.

Siang 12.00-15.00: Suhu tertinggi 29°C. Langit Cloudy-Mostly Cloudy. Angin selatan 6-8 m/s atau 21-28 km/jam, lebih kencang dibanding utara. Peluang hujan ringan 20-24% dini hari-sore.

Cuaca pesisir selatan lebih hangat 1-2°C dibanding utara dan angin lebih kencang dari arah selatan.

Gambaran Umum

BMKG & Weather Channel memprakirakan Sukabumi 31 Mei 2026: Tinggi 28°C, Rendah 20°C, kondisi Cloudy-Berawan. Peluang hujan 50% dengan potensi hujan badai petir. Wilayah selatan diprediksi lebih panas dan berawan tebal, utara lebih sejuk dengan hujan ringan sore.

Bagi warga yang beraktivitas luar, utara cukup bawa payung untuk jaga-jaga hujan sore. Selatan disarankan pakai pelindung matahari karena UV cukup tinggi siang hari meski berawan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ruang Politik Wali Kota Menjawab Dinamika Kota Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh: Ferry Gustaman/ Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi

Wartain.com – Dinamika demokrasi di Kota Sukabumi belakangan ini menunjukkan geliat yang semakin hidup. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, tokoh masyarakat hingga perwakilan RT dan RW, aktif menyuarakan pandangan serta kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Kondisi ini sejatinya merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat, di mana setiap kebijakan publik terbuka untuk mendapatkan masukan, evaluasi, maupun kritik dari masyarakat.

Sejak pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, sejumlah isu telah menjadi perhatian publik. Mulai dari polemik terkait posisi Direktur RSUD hingga kebijakan wakaf yang digagas pemerintah daerah yang memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Terbaru, audiensi para Ketua RT dan RW menjadi sorotan karena menyampaikan sejumlah aspirasi penting, di antaranya dorongan realisasi dana abadi Rp10 juta per RT, kejelasan insentif, serta keberlanjutan program P2RW.

Berbagai dinamika tersebut perlu dipandang sebagai sinyal yang patut dicermati secara serius. Dalam perspektif politik pemerintahan, meningkatnya kritik dan aspirasi publik dapat menjadi indikator bahwa masyarakat menginginkan ruang komunikasi yang lebih terbuka dan efektif dengan pemerintah daerah.

Menurut pandangan saya, salah satu faktor yang memengaruhi munculnya berbagai gelombang aspirasi tersebut adalah pola komunikasi pemerintahan yang dinilai masih belum optimal menjangkau seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah tentu telah bekerja dan memiliki berbagai program pembangunan, namun komunikasi publik yang kurang intens berpotensi menimbulkan kesenjangan persepsi antara kebijakan yang dirancang dengan harapan masyarakat.

Dalam konteks kepemimpinan daerah, keterbukaan dan komunikasi yang inklusif menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Seorang kepala daerah tidak hanya dituntut mampu merancang program, tetapi juga membangun dialog yang berkelanjutan dengan masyarakat, kelompok kritis, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga para relawan dan pendukung yang turut mengawal proses demokrasi.

Di sisi lain, masyarakat juga menantikan implementasi konkret dari berbagai janji politik yang pernah disampaikan kepada publik. Slogan dan visi pembangunan akan memperoleh legitimasi yang kuat apabila masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini, sebagian kalangan masih mempertanyakan progres sejumlah program prioritas, terutama yang berkaitan dengan peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

Argumentasi mengenai keterbatasan anggaran tentu dapat dipahami sebagai tantangan yang dihadapi banyak pemerintah daerah. Namun, ukuran keberhasilan kepemimpinan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan hasil yang dirasakan masyarakat.

Kota Sukabumi membutuhkan kepemimpinan yang progresif, komunikatif, dan egaliter. Pemerintah daerah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan seluruh elemen masyarakat agar setiap kritik dapat menjadi energi perbaikan, bukan sekadar dianggap sebagai oposisi terhadap kebijakan pemerintah.

Saya meyakini bahwa semakin terbuka ruang komunikasi yang dibangun, semakin mudah pula pemerintah meredam berbagai kesalahpahaman dan menjawab tuntutan publik secara konstruktif. Sebaliknya, apabila ruang komunikasi tidak diperkuat, eskalasi kritik dan gerakan masyarakat berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi publik terhadap pemerintahan yang baru.

Pada akhirnya, demokrasi bukan hanya soal memperoleh mandat melalui pemilihan umum, tetapi juga tentang kemampuan menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi, keterbukaan, dan realisasi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Dirut Bulog Pantau Harga Sembako di Pasar Cisaat, Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

0

Wartain.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/5/2026), untuk memastikan kondisi harga pangan pasca-Iduladha tetap terkendali.

Dalam kunjungannya, Ahmad menyebut sebagian besar harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tersebut masih relatif stabil. Namun, kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang kini mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Yang mengalami kenaikan cukup tinggi itu cabai rawit merah. Sementara cabai merah keriting masih relatif aman. Ini sedang kami cek penyebab kenaikannya,” ujarnya kepada wartawan.

Selain cabai, sejumlah kebutuhan pokok lainnya dinilai masih berada pada harga normal. Daging sapi tercatat dijual sekitar Rp150 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram.

Menurut Ahmad, stabilitas harga pasca-Hari Raya Iduladha menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan di daerah.

“Secara umum kondisi harga kebutuhan pokok masih stabil dan pasokan tersedia,” katanya.

Ia juga memastikan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk wilayah Sukabumi masih dalam kondisi aman dan terkendali oleh Bulog. Namun, untuk distribusi Minyakita, Bulog masih menghadapi keterbatasan kuota penyaluran.

Ahmad menjelaskan, saat ini kuota domestic market obligation (DMO) Minyakita untuk Bulog baru berada di angka 35 persen dan harus dibagi ke seluruh daerah di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog tengah mengusulkan penambahan kuota distribusi.

“Kami sedang mengajukan agar kuota DMO Minyakita bisa ditingkatkan dari 35 persen menjadi 65 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, Bulog juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Hingga saat ini, realisasi serapan nasional telah mencapai sekitar 3 juta ton atau 73 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, Ahmad menyebut capaian serapan telah menyentuh angka 540 ribu ton dan dinilai melampaui target bulanan yang ditetapkan pemerintah.

“Serapan di Jawa Barat cukup baik dan sudah melampaui target bulanan,” ungkapnya.

Bulog menargetkan sisa serapan nasional dapat terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan, tepatnya antara Juli hingga September 2026.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga meminta pengelola Pasar Cisaat memasang banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di area pasar agar masyarakat lebih mudah mengetahui harga acuan bahan pokok.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan transparansi harga sekaligus melindungi konsumen dari kemungkinan lonjakan harga yang tidak wajar.

“Kalau ada daftar HET, masyarakat bisa langsung membandingkan harga di lapangan dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Singapore Open 2026: Alwi Farhan Gagal ke Final Setelah Ditundukkan Alex Lanier

0

Wartain.com – Langkah tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, harus terhenti di babak semifinal turnamen bulu tangkis bergengsi Singapore Open 2026. Pemain muda harapan masa depan Indonesia ini gagal melangkah ke partai puncak setelah dipaksa mengakui keunggulan wakil Prancis, Alex Lanier. Pertandingan penentu tiket final tersebut berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Sabtu (30/5/2026).

Alwi Farhan yang berjuang di nomor tunggal putra (Men’s Singles – Semifinal) sebenarnya tampil dengan motivasi tinggi sejak awal turnamen. Namun, dalam laga perebutan tiket final kali ini, ia mendapat tekanan berat dari Alex Lanier yang tampil sangat agresif. Kegagalan ini membuat Indonesia kehilangan peluang untuk mengirimkan wakilnya di sektor tunggal putra pada laga puncak esok hari.

Pada gim pertama, Alwi mencoba menerapkan strategi permainan menyerang untuk membongkar pertahanan ketat wakil Prancis tersebut. Kendati demikian, Lanier tampil sangat solid dan minim melakukan kesalahan sendiri. Alwi yang terus berusaha mengejar ketertinggalan akhirnya harus merelakan gim pertama lepas dengan skor 14-21.

Memasuki gim kedua, situasi pertandingan tidak banyak berubah bagi wakil Merah Putih. Lanier langsung tancap gas dan mendominasi perolehan poin sejak awal laga, membuat Alwi kesulitan untuk mengembangkan pola permainan terbaiknya. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan Lanier memaksa Alwi kembali menyerah di gim kedua dengan skor telak 11-21.

Pertandingan yang berjalan dalam durasi dua gim langsung ini memastikan Alex Lanier melaju ke babak final Singapore Open 2026. Sementara itu bagi Alwi, meskipun gagal menembus partai pemungkas, pencapaian hingga babak semifinal di turnamen level BWF World Tour Super 750 ini tetap menjadi catatan yang impresif untuk perkembangan karier internasionalnya.

Kekalahan Alwi Farhan ini sekaligus memastikan bahwa harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari Singapura kini sepenuhnya bertumpu pada sektor lain yang berhasil lolos ke final. Evaluasi mendalam dipastikan akan dilakukan oleh tim pelatih tunggal putra demi mempersiapkan Alwi menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hancurkan Unggulan China, Fajar/Fikri Melesat ke Partai Puncak Singapore Open 2026

0

Wartain.com – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengamankan tiket ke babak final turnamen bulu tangkis Singapore Open 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan pasangan unggulan kelima asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, di babak semifinal. Duel sengit ini berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Sabtu (30/5/2026).

Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga turnamen berkategori BWF World Tour Super 750 ini tampil sangat mendominasi sejak awal laga. Fajar/Fikri hanya membutuhkan waktu dua gim langsung untuk menyudahi perlawanan rival sengitnya tersebut. Hasil ini sekaligus menjaga asa Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari turnamen bergengsi ini.

Pada gim pertama, jalannya pertandingan berlangsung sangat ketat dengan aksi saling kejar angka yang menegangkan. Kendati mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari Liang/Wang, Fajar/Fikri berhasil menunjukkan ketenangan di poin-poin kritis hingga menutup gim pertama dengan kemenangan tipis 23-21.

Memasuki gim kedua, kendali permainan sepenuhnya dipegang oleh wakil Merah Putih. Fajar/Fikri tampil sangat superior dan tidak memberikan kesempatan bagi pasangan China untuk berkembang. Tanpa ampun, mereka menyudahi perlawanan Liang/Wang dengan skor telak 21-4, sekaligus menyegel tempat di partai puncak.

Sayangnya, keberhasilan sektor ganda putra tidak mampu diikuti oleh sektor tunggal putra Indonesia. Di lapangan yang sama, langkah pemain muda Alwi Farhan harus terhenti di babak semifinal setelah dipaksa menyerah dari tunggal putra Prancis, Alex Lanier. Alwi kalah dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 11-21.

Dengan hasil ini, Fajar/Fikri resmi menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa dan akan berjuang di babak final besok, Minggu (31/5/2026). Pencinta bulu tangkis tanah air kini menaruh harapan besar di pundak mereka untuk bisa mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Singapore Open 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Sukabumi City Tour Kenalkan Wisata Toleransi dan Heritage Kota Sukabumi

0

Wartain.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyambut peserta Sukabumi City Tour di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Cianjur, Bogor, hingga wisatawan mancanegara asal Singapura.

Dalam kesempatan itu, Bobby menjelaskan bahwa Sukabumi City Tour merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mempersiapkan diri menghadapi perkembangan kota di masa mendatang, terutama dengan hadirnya akses jalan tol seksi 3 yang diyakini akan meningkatkan mobilitas dan kunjungan wisatawan ke Sukabumi.

“Program ini menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan identitas Kota Sukabumi sekaligus menyambut perubahan dan peluang baru setelah akses tol nantinya tersambung,” ujarnya.

Pada tahun ini, Sukabumi City Tour mengangkat tema “Wisata Kota Toleran”. Para peserta diajak berkeliling mengenal bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri dan terawat di sejumlah titik Kota Sukabumi.

Selain wisata heritage, peserta juga diperkenalkan pada kehidupan masyarakat Kota Sukabumi yang dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Hal tersebut tercermin dari keberadaan Masjid Agung yang berdampingan dengan gereja dan vihara di pusat kota, hingga keberadaan pura di kawasan Setukpa.

Menurut Bobby, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan Kota Sukabumi yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Walaupun luas Kota Sukabumi hanya sekitar 48 kilometer persegi, kerukunan masyarakatnya tetap terpelihara dengan baik,” katanya.

Ia mengakui Kota Sukabumi tidak memiliki banyak destinasi wisata alam seperti daerah lain. Namun, menurutnya, kota ini memiliki daya tarik tersendiri melalui keramahan masyarakat, kekayaan kuliner, udara yang sejuk, serta pelayanan yang nyaman bagi wisatawan.

“Yang dijual Kota Sukabumi bukan hanya tempat wisatanya, tetapi juga pengalaman, suasana kota, dan keramahan warganya,” ungkap Bobby.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap para peserta dapat ikut membantu mempromosikan Kota Sukabumi melalui media sosial. Dokumentasi perjalanan dan pengalaman yang dibagikan peserta dinilai mampu memperluas promosi wisata kota secara digital.

“Sekarang semua orang bisa menjadi kreator konten. Harapannya, pengalaman selama city tour ini bisa dibagikan dan membuat lebih banyak orang tertarik datang ke Kota Sukabumi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

11 Dapur MBG di Kota Sukabumi Dihentikan Sementara, Ribuan Pelajar Tak Terima Jatah Makan Gratis

0

Wartain.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi untuk sementara mengalami gangguan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan bergizi.

Penghentian sementara tersebut dilakukan karena sejumlah dapur mitra program MBG dinilai belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai ketentuan terbaru dan ramah lingkungan.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat BGN Nomor 2739/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026. Dampaknya, sekitar 22 ribu penerima manfaat di Kota Sukabumi untuk sementara tidak mendapatkan layanan makan bergizi gratis.

Koordinator Wilayah BGN Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat 12 dapur yang dibekukan, namun satu titik telah kembali diizinkan beroperasi setelah melengkapi persyaratan administrasi.

“Per tanggal 29 Mei, satu SPPG di wilayah Gunungpuyuh Karangtengah sudah mendapat surat pencabutan penghentian sementara, sehingga tersisa 11 SPPG yang masih dibekukan,” ujar Septo, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pengawasan untuk memastikan standar keamanan pangan dan kualitas produksi tetap terjaga. BGN menilai sistem pengolahan limbah di sejumlah dapur masih perlu ditingkatkan agar sesuai petunjuk teknis terbaru.

“Awalnya mereka menggunakan IPAL sederhana. Sekarang harus dilakukan penyesuaian dan peningkatan agar lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Dalam surat resmi yang diterbitkan Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN disebutkan bahwa penghentian sementara dilakukan guna mencegah potensi risiko terhadap mutu gizi, higienitas produksi, dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Selain penghentian operasional dapur, BGN juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran bantuan pemerintah kepada SPPG yang masuk kategori Perbaikan Major (Non Kejadian Menonjol). Pengelola dapur pun diminta segera menyelesaikan seluruh administrasi pembayaran melalui Virtual Account (VA) maksimal 1×24 jam sejak surat diterbitkan.

Septo menambahkan, operasional dapur baru dapat kembali berjalan setelah pihak pengelola menyelesaikan peningkatan sistem IPAL dan mengajukan permohonan operasional ulang kepada Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“Setelah perbaikan selesai, mitra harus mengajukan kembali permohonan operasional dan menunggu hasil verifikasi dari BGN,” katanya.

Adapun 11 dapur MBG yang masih dihentikan sementara meliputi SPPG Baros Jayamekar, Cibeureum Babakan, Cikole Cisarua 4, Cikole Kebonjati, Cikole Selabatu, Cikole Subangjaya 3, Citamiang Cikondang, Citamiang Nanggeleng 2, Gunungpuyuh Sriwidari, serta Lembursitu Situmekar 3.

Seluruh dapur tersebut saat ini tengah melakukan pembenahan sistem pengolahan limbah agar dapat kembali melayani program MBG di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Harga Emas Antam Naik Signifikan, Capai Rp2,799 Juta per Gram pada Akhir Mei 2026

0

Wartain.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Sabtu, 30 Mei 2026. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp25.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Dengan kenaikan tersebut, harga emas batangan ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.799.000, naik dari sebelumnya Rp2.774.000 per gram. Kenaikan harga juga terjadi pada nilai pembelian kembali (buyback) yang ditetapkan Antam, yakni menjadi Rp2.609.000 per gram.

Pergerakan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perkembangan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga sentimen pasar yang memengaruhi permintaan logam mulia sebagai instrumen investasi dan aset aman (safe haven).

Bagi masyarakat yang berencana menjual kembali emas ke Antam, perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.

Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh Pasal 22. Tarif yang berlaku sebesar 0,45 persen untuk pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli non-NPWP. Bukti pemotongan pajak akan diberikan pada setiap transaksi pembelian.

Berikut rincian harga emas Antam per Sabtu (30/5/2026): 0,5 gram: Rp1.449.500 1 gram: Rp2.799.000 2 gram: Rp5.538.000 3 gram: Rp8.282.000 5 gram: Rp13.770.000 10 gram: Rp27.485.000 25 gram: Rp68.587.000 50 gram: Rp137.095.000 100 gram: Rp274.112.000 250 gram: Rp685.015.000 500 gram: Rp1.369.820.000 1.000 gram: Rp2.739.600.000

Kenaikan harga emas Antam ini menjadi sorotan para pelaku investasi. Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, emas tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk menjaga nilai aset dan diversifikasi investasi jangka panjang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

10 Oleh-Oleh Khas Sukabumi yang Wajib Dibawa Pulang

0

Wartain.com – Keindahan alam Sukabumi tidak hanya memikat wisatawan melalui pegunungan, pantai, dan air terjunnya yang eksotis. Daerah yang berada di selatan Jawa Barat ini juga memiliki beragam kuliner khas yang kerap diburu sebagai buah tangan oleh para pengunjung.

Mulai dari makanan tradisional hingga camilan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun, oleh-oleh khas Sukabumi menawarkan cita rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain. Berikut sejumlah buah tangan favorit yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi.

Mochi menjadi ikon kuliner yang paling melekat dengan Sukabumi. Teksturnya yang kenyal dengan isian kacang tanah manis membuat makanan ini selalu menjadi pilihan utama wisatawan. Salah satu yang terkenal adalah Mochi Kaswari yang telah dikenal lintas generasi dan dikemas menggunakan besek bambu tradisional.

Selain mochi, terdapat sate aci yang kini semakin populer di kalangan anak muda. Terbuat dari tepung kanji yang dibentuk bulat, ditusuk, lalu dibakar dan disajikan dengan bumbu kacang khas, jajanan ini menawarkan sensasi kenyal dan gurih yang menggugah selera.

Kuliner lainnya yang tak kalah menarik adalah japlak. Hidangan berkuah pedas ini berisi aneka makanan ringan seperti cimol, batagor, cuanki, dan makaroni. Rasanya yang gurih dan hangat sangat cocok dinikmati di tengah udara sejuk Sukabumi.

Bagi pencinta makanan manis, bolu pisang khas Sukabumi menjadi pilihan tepat. Kue ini memiliki tekstur lembut dengan aroma pisang yang khas serta tersedia dalam berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, dan pandan.

Tak hanya itu, Roti Priangan yang telah hadir sejak era 1940-an juga masih menjadi favorit masyarakat. Roti dengan cita rasa klasik seperti mentega gula, susu, dan kismis ini menghadirkan nuansa nostalgia yang tetap diminati hingga sekarang.

Sementara itu, bandros menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak dijumpai di Sukabumi. Terbuat dari campuran santan dan kelapa, kue ini memiliki rasa gurih yang khas dan cocok disantap saat masih hangat.

Bagi yang menyukai camilan ringan, sagon bakar dapat menjadi pilihan. Perpaduan tepung ketan, kelapa parut, dan gula menghasilkan tekstur renyah dengan rasa manis yang pas.

Di pasar-pasar tradisional, wisatawan juga masih bisa menemukan deblo, jajanan lawas yang kini mulai langka. Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional yang patut dilestarikan.

Selain itu, ada pula kue jahe yang menawarkan sensasi hangat dengan aroma rempah yang kuat. Kue tradisional ini cocok dijadikan oleh-oleh bagi pecinta makanan berbahan jahe.

Melengkapi daftar kuliner khas Sukabumi, Sekoteng Singapore menjadi minuman legendaris yang banyak diburu wisatawan. Racikan kacang hijau, kolang-kaling, pacar cina, dan potongan roti menghadirkan cita rasa hangat yang nikmat dinikmati pada malam hari.

Beragam oleh-oleh khas Sukabumi tersebut tidak hanya menghadirkan kelezatan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner daerah. Karena itu, berkunjung ke Sukabumi terasa kurang lengkap tanpa membawa pulang salah satu dari kuliner khas tersebut sebagai kenang-kenangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Konten Kreator Jadi Mitra Strategis Pemkot Sukabumi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memberi perhatian serius terhadap peran konten kreator dalam mendukung promosi daerah dan pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri Sharing Session Keluarga Kreator Sukabumi di Grand Permata Hijau Hotel, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti berbagai komunitas digital, pelaku ekonomi kreatif, serta perwakilan Disporapar Kota Sukabumi. Dalam kesempatan itu, Bobby menilai para kreator digital kini memiliki posisi penting dalam membangun citra daerah melalui kekuatan media sosial.

Menurutnya, Kota Sukabumi yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa membutuhkan dukungan promosi kreatif agar mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di tengah keterbatasan sumber daya alam, Sukabumi harus berkembang lewat kreativitas masyarakatnya. Salah satu kekuatan besar hari ini ada di tangan para konten kreator,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, media sosial kini menjadi ruang yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas. Mulai dari wisata kota, kuliner khas, produk UMKM, ruang publik, hingga budaya lokal dinilai dapat lebih cepat dikenal melalui konten digital yang menarik dan kreatif.

Pemerintah Kota Sukabumi sendiri saat ini terus mendorong sejumlah program promosi daerah, salah satunya melalui konsep walking city tour yang mengangkat pengalaman wisata perkotaan. Program tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan datang ke Sukabumi dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bobby juga menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi bersama komunitas kreatif, pelaku usaha, dan masyarakat agar pembangunan berjalan lebih optimal.

“Konten yang dibuat teman-teman kreator terbukti mampu membuat orang lebih mengenal Sukabumi. Yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, yang belum tertarik menjadi ingin datang,” katanya.

Selain sebagai sarana promosi, profesi konten kreator juga disebut memiliki peluang besar di masa depan. Karena itu, Pemkot Sukabumi mendorong para kreator lokal untuk terus meningkatkan kualitas konten, memperluas jejaring kolaborasi, dan memanfaatkan media sosial secara positif.

Di akhir kegiatan, Bobby menyampaikan apresiasi kepada seluruh kreator digital yang selama ini aktif membantu menyebarkan informasi positif terkait pembangunan, lingkungan, hingga pariwisata Kota Sukabumi.

“Semoga sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif terus terjalin sehingga Kota Sukabumi semakin maju, dikenal luas, dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik