26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 61

Menjaga Berkah di Setiap Ompreng Makan Bergizi Gratis

0

Diskusi sore “Obrolan Santai” lingkaran cangkir kopi itu hadir tokoh-tokoh yang tak asing dengan dialektika: Aam Abdul Salam Aktivis 98/Sekjen PPJNA 98 dan Presidium MD KAHMI Sukabumi, TB.Affan Darma Sumitra selaku tuan rumah dari Yayasan Tanah Pelangi Nusantara, Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, HM Fikrie dari Majelis Sholawat Cahaya Muhamad, serta Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.Com.

Wartain.com – Sore itu, Sabtu, 30 Mei 2026, langit di atas Jalur Lingkar Selatan, Cibeureum, Kota Sukabumi, terasa begitu teduh. Di sekretariat Yayasan Tanah Pelangi Nusantara, obrolan mengalir ringan seperti kepulan asap kopi robusta hangat yang diseduh dengan legitnya gula merah asli Sukabumi.

Hadir dalam lingkaran cangkir kopi itu tokoh-tokoh yang tak asing dengan dialektika: Aam Abdul Salam (Aktivis 98/Sekjen PPJNA 98), TB.Affan Darma Sumitra selaku tuan rumah dari Yayasan Tanah Pelangi Nusantara, Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, HM Fikrie dari Majelis Sholawat Cahaya Muhamad, serta Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.Com.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang kumpul, melainkan sebuah ruang kontemplasi yang memadukan rasa seni, kelestarian alam, kedalaman filsafat, realitas ekonomi, hingga esensi spiritual.

Di tengah riuhnya sendok yang mengaduk kopi, fokus obrolan mendarat pada satu program besar bangsa: Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo. Secara spiritual dan filsafat, program ini adalah manifestasi dari “amanah para wali” dan pendiri bangsa untuk memastikan tidak ada lagi pelajar, santri, ibu hamil, maupun bayi menyusui yang kelaparan di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini.

Memberi makan adalah seni memanusiakan manusia, sebuah langkah ekonomi dasar untuk membangun fondasi generasi masa depan.

Namun, di balik cita-cita mulia tersebut, terselip sebuah catatan kritis. Semua sepakat bahwa ikhtiar suci ini harus dikawal ketat secara lahir dan batin agar tidak disimpangkan oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Berkah untuk Manusia, Berkah untuk Alam

Pengawalan program MBG ternyata tidak melulu soal anggaran atau menu empat sehat lima sempurna di atas meja. Ada dimensi ekologi yang luput dari sorotan kamera, namun sangat fatal jika diabaikan: Tata kelola limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bayangkan, ada ribuan dapur MBG yang beroperasi serentak di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Jika ribuan dapur tersebut memasak setiap hari tanpa memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang standar, maka jutaan liter air sisa cucian daging, sayur, dan minyak kotor akan langsung mengalir ke selokan, sungai, dan mencemari tanah.

Secara filosofis dan spiritual, bagaimana mungkin sebuah makanan bisa mendatangkan berkah jika proses produksinya justru merusak dan mengotori alam ciptaan Tuhan? Menjaga kesucian program ini berarti harus menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya.

Memastikan IPAL di Setiap Dapur MBG

Oleh karena itu, dari meja kopi Sukabumi ini, lahir sebuah seruan penting bagi seluruh pemangku kebijakan:

a. Mitra BGN & Kepala Dapur SPPG: Wajib memastikan fasilitas IPAL sudah terpasang dan berfungsi sesuai standar operasional prosedur sebelum dapur beroperasi masif.

b. Pemerintah Kabupaten & Pemerintah Kota: Harus proaktif turun ke lapangan, memberikan edukasi, memfasilitasi, sekaligus mengawasi pembuangan limbah domestik dari dapur-dapur komunal ini.

c. Masyarakat & Aktivis: Ikut serta mengawal jalannya program, memastikan setiap piring yang tersaji bebas dari praktik korup dan lingkungannya bebas dari pencemaran.

Ketika senja mulai turun di Cibeureum dan kopi robusta di cangkir mulai tandas, sebuah kesimpulan manis didapat.

Menjaga program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal mengenyangkan perut generasi penerus, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat bumi. Dengan hadirnya IPAL di setiap dapur MBG, makanan yang dibagikan akan bernilai ibadah yang utuh—amanah para wali terjaga, anak-anak tumbuh sehat, dan alam lingkungan tetap lestari tanpa noda pencemaran. (M.Rafi Asyam/CEO Bisnisnews.net)***

Editor : Aab Abdul Malik

Tuhan dan Bayangan Ego Manusia: Antara “Memanusiakan Tuhan” dan Ma’rifatullah

0
Oplus_131072

Oleh : Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com – Di sepanjang sejarah manusia, salah satu kecenderungan terbesar pikiran adalah membayangkan Tuhan menurut ukuran dirinya sendiri. Manusia marah, maka Tuhan dibayangkan marah seperti manusia. Manusia ingin dihormati, maka Tuhan dianggap membutuhkan pujian. Manusia merasa kesepian tanpa pengakuan, maka Tuhan dipahami menciptakan makhluk agar diakui eksistensi-Nya.

Padahal Al-Qur’an berkali-kali menegaskan bahwa Allah tidak serupa dengan apa pun:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.”
(QS. Asy-Syura: 11)

Ayat ini menjadi fondasi penting dalam tauhid kenabian Ma’rifatullah. Sebab ketika manusia mulai mengenal Allah, ia akan menyadari bahwa banyak gambaran tentang Tuhan sebenarnya hanyalah pantulan ego dan psikologi manusia sendiri.

Dalam perjalanan spiritual, ada tahap ketika manusia masih memahami Allah dengan logika emosi manusiawi. Ini wajar sebagai permulaan. Namun jika berhenti di sana, manusia akan terjebak pada “Tuhan versi pikirannya sendiri”, bukan Allah Yang Maha Tak Terbatas.

Ketika Al-Qur’an menyebut cinta Allah, murka Allah, atau ridha Allah, itu bukan berarti Allah mengalami gejolak psikologis seperti manusia. Bahasa wahyu turun agar dapat dipahami manusia, sehingga menggunakan pendekatan yang dekat dengan kesadaran manusia. Tetapi hakikat Allah tetap melampaui bahasa.

Dalam Ma’rifatullah, Allah tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya.
Allah tidak bertambah mulia karena dipuji.
Tidak berkurang karena dihina.
Tidak menjadi Tuhan karena diakui.
Dan tidak kehilangan keagungan meski seluruh manusia ingkar.

Allah berfirman:
“Jika kalian kafir, maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari kalian.”
(QS. Az-Zumar: 7)
Karena itu, jika ada anggapan bahwa Allah menciptakan manusia karena “butuh dicintai” atau “ingin diakui”, maka itu sesungguhnya masih membawa sifat kekurangan makhluk kepada Tuhan.

Yang membutuhkan pengakuan adalah ego manusia, bukan Allah.
Yang merasa kosong tanpa dicintai adalah makhluk, bukan Sang Pencipta.
Tauhid sejati justru dimulai ketika manusia menyadari bahwa Allah adalah Al-Ghaniyy — Yang Maha Kaya, Maha Cukup, dan tidak bergantung kepada apa pun.

Lalu mengapa Allah menciptakan makhluk?

Dalam perspektif Ma’rifatullah, penciptaan bukan karena kebutuhan Tuhan, tetapi karena keluasan rahmat dan kehendak-Nya untuk menampakkan tanda-tanda-Nya.
Alam semesta adalah ayat.
Manusia adalah cermin kesadaran.
Dan kehidupan adalah ruang agar makhluk mengenal asal cahaya keberadaannya.

Karena itu Allah berfirman:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka mengenal dan mengabdi kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Pengabdian di sini bukan karena Allah membutuhkan penyembahan, tetapi karena manusialah yang membutuhkan keterhubungan dengan Tuhan agar jiwanya hidup.

Ibarat matahari tidak membutuhkan bunga untuk mekar, tetapi bunga membutuhkan matahari agar kehidupannya sempurna.

Begitu pula Allah tidak membutuhkan manusia, tetapi manusialah yang tanpa Allah akan tenggelam dalam kehampaan eksistensial.

Di sinilah perbedaan besar antara agama yang hanya formal dengan Ma’rifatullah.

Agama formal sering berhenti pada rasa takut kepada Tuhan sebagai penguasa besar di luar sana. Sedangkan Ma’rifatullah membawa manusia memahami bahwa Allah lebih dekat daripada dirinya sendiri, namun tetap tak terjangkau oleh imajinasi manusia.
Maka orang-orang arif tidak memanusiakan Tuhan.

Mereka justru berusaha menghancurkan proyeksi ego tentang Tuhan.

Sebab setiap kali manusia berkata: “Tuhan pasti seperti ini,” bisa jadi yang sedang ia lihat hanyalah bayangan dirinya sendiri.

Karena itu para nabi datang bukan untuk membuat manusia membayangkan bentuk Tuhan, tetapi membimbing manusia agar menyaksikan tanda-tanda-Nya dalam kehidupan, dalam hati, dan dalam keberadaan itu sendiri.

Dalam tauhid kenabian, puncak pengenalan bukanlah mengetahui “bagaimana Allah”, melainkan menyadari ketidakmampuan makhluk menjangkau hakikat-Nya.

Di situlah lahir kerendahan ruhani.
Dan di situlah manusia mulai mengenal Allah tanpa membatasi-Nya dengan ego pikirannya sendiri.***

Forsadin VIII Cikembar Jadi Ajang Penguatan Prestasi dan Karakter Santri Diniyah

0

Wartain.com – Ratusan santri dari berbagai Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kecamatan Cikembar mengikuti Festival Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Forsadin) VIII yang digelar Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cikembar. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SD Bojong, Sabtu (30/5/2026), dan akan dilaksanakan selama dua hari.

Mengangkat tema “Jayakan Sukabumi Bersama Diniyah Berprestasi”, Forsadin VIII menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang keagamaan, seni, maupun olahraga.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat ukhuwah dan silaturahmi antar lembaga pendidikan diniyah di wilayah Kecamatan Cikembar.

Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forkopimcam Cikembar, Ketua MUI Kecamatan Cikembar, Ketua FKDT Kabupaten Sukabumi, Kepala KUA Kecamatan Cikembar, para guru diniyah, tokoh agama, serta ratusan peserta dan tamu undangan.

Ketua FKDT Kecamatan Cikembar, Ijam Jamaludin, mengatakan bahwa Forsadin merupakan agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi santri sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan semangat berprestasi.

Menurutnya, pendidikan diniyah tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berkembang dalam berbagai bidang lainnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Harapannya, lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu berprestasi di berbagai bidang,” ungkapnya.

Tahun ini, Forsadin VIII diikuti sebanyak 743 peserta yang berkompetisi dalam sejumlah cabang perlombaan dan olahraga.

Di antaranya Lomba Cerdas Cermat (LCC), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), pidato Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, puisi, imla, tenis meja, bulu tangkis, hingga lari sprint 100 meter putra dan putri.

Antusiasme peserta terlihat sejak pembukaan acara. Selain menjadi sarana kompetisi yang sehat, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap pendidikan diniyah dan nilai-nilai keislaman.

Melalui penyelenggaraan Forsadin VIII, FKDT Kecamatan Cikembar berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi santri yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Sukabumi di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Presiden Prabowo Tiba di Jakarta Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Bawa Sejumlah Capaian Strategis

0

Wartain.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (30/5/2026) pagi, setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis.

Kedatangan Kepala Negara disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita.

Kepulangan Presiden menandai berakhirnya kunjungan kenegaraan yang berlangsung di Paris dan menghasilkan sejumlah capaian penting dalam upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.

Sebelum bertolak kembali ke Tanah Air, Presiden Prabowo mendapat penghormatan militer saat pelepasan di Bandara Orly oleh jajaran pejabat tinggi Pemerintah Prancis sebagai bentuk penghormatan kepada Indonesia.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda strategis yang mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi internasional dan memperluas kerja sama global. Salah satu agenda utama adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai peluang kerja sama serta sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian dunia.

Di bidang ekonomi, kunjungan tersebut juga ditandai dengan peluncuran France–Indonesia High Level Business Council. Forum tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai USD 3,5 miliar yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

Kesepakatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat hubungan investasi kedua negara. Selain agenda diplomatik dan ekonomi, Presiden Prabowo juga melaksanakan Salat Iduladha bersama warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia di Paris.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Kunjungan kenegaraan ini menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam memperluas jejaring kemitraan global, memperkuat posisi strategis di kawasan Eropa, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas demi mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam penerbangan kembali ke Jakarta, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional serta mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara mitra.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PLN UP3 Sukabumi Rayakan Idul Adha dengan Penyaluran Hewan Qurban, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H, PLN UP3 Sukabumi melaksanakan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan qurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat. Pada pelaksanaan tahun ini, PLN UP3 Sukabumi menyalurkan total 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang didistribusikan kepada masyarakat di wilayah sekitar.

Kegiatan qurban ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara insan PLN dengan masyarakat serta menumbuhkan nilai kepedulian dan gotong royong. Daging qurban kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati menyampaikan bahwa kegiatan qurban merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Hari Raya Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui penyaluran hewan qurban ini, kami berharap PLN dapat terus hadir membawa manfaat serta mempererat hubungan baik dengan masyarakat,” ujar Eka Rahma Daniati, Kamis 28/05/2026.

Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan qurban juga menjadi sarana memperkuat nilai sosial dan kebersamaan di lingkungan kerja PLN maupun masyarakat sekitar.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo mengatakan bahwa kegiatan qurban menjadi bagian dari komitmen PLN untuk terus menebarkan energi kebaikan kepada masyarakat.

“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi sosial yang nyata bagi masyarakat. Semangat Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam berbagi kepada sesama,” ungkap Sugeng Widodo.

PLN UP3 Sukabumi berharap kegiatan qurban ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat penerima serta menjadi pengingat pentingnya semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Camat Margahayu Menghadiri Sosialisasi Pelaksanaan SPMB 2026/2027

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pemerintah Kecamatan Margahayu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui partisipasi aktif pada kegiatan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di SMP Negeri 1 Margahayu, Jumat (29/05/26).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Margahayu, Dr. Nur Hazanah, S.STP., M.Tr.IP., M.A.B., didampingi Kasi Sosial dan Budaya Kecamatan Margahayu, Kurniati, S.Sos. Kehadiran jajaran pemerintah kecamatan menjadi bentuk dukungan terhadap terselenggaranya proses penerimaan peserta didik baru yang terbuka, adil, dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam pemaparannya, peserta sosialisasi mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jalur penerimaan siswa baru, persyaratan administrasi, mekanisme pendaftaran, hingga tahapan seleksi yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran mendatang. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mempersiapkan diri sejak dini dan menghindari kesalahan dalam proses pendaftaran.

Camat Margahayu menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijamin bersama. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan anak-anak usia sekolah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat memperoleh informasi yang benar dan lengkap terkait pelaksanaan SPMB, sehingga proses penerimaan peserta didik baru dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain menjadi sarana penyampaian informasi, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi antara pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat untuk menyamakan pemahaman terkait kebijakan pendidikan yang akan diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Margahayu berharap seluruh calon peserta didik dan orang tua dapat mengikuti proses SPMB dengan tenang serta memanfaatkan seluruh informasi resmi yang telah disampaikan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya bersama dalam mewujudkan generasi muda Kabupaten Bandung yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Mengapa Ribut Kurban Sapi APBN? Menilik Esensi 1.098 Sapi Presiden dari Filosofi, Spiritual, hingga Piring Makan Rakyat

0

Oleh : Aam Abdul Salam/Aktivis 98, Sekjen PPJNA 98 dan Presidium MD KAHMI Sukabumi

Wartain.com – Pesta demokrasi boleh usai, namun ruang digital kita tampaknya belum mau rehat dari riuh rendah perdebatan. Momentum Idul adha kali ini diwarnai oleh gelombang diskusi publik yang menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto mendistribusikan 1.098 ekor sapi kurban premium ke 552 daerah di seluruh Indonesia.

Pemicunya? Istana mengonfirmasi bahwa pengadaan bernilai sekitar Rp100 miliar ini bersumber dari APBN melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Netizen pun terbelah. Sebagian melontarkan opini menyudutkan dengan narasi, “Kok ibadah pakai uang negara?”.

Mari kita letakkan ponsel sejenak, menghela napas, dan melihat polemik ini dengan kepala dingin. Melalui lensa filsafat, spiritualitas, tradisi kenegaraan, hingga kalkulasi ekonomi rill, kita akan menemukan bahwa riak-riak kritik ini sebenarnya bersumber dari kesalahpahaman dalam mendefinisikan kehadiran negara.

Spiritual dan Hukum Islam: Hadis Nabi, Baitul Mal, dan Statemen MUI

Kritik yang muncul rata-rata berpijak pada asumsi bahwa kurban mutlak harus menggunakan dana pribadi. Premis ini tidak salah jika kita bicara kurban personal. Namun, dalam konteks pemimpin negara (imam), fikih Islam memiliki ruang yang jauh lebih luas dan bijaksana.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat pandangan para ulamanya menegaskan bahwa pembelian sapi menggunakan dana APBN untuk kemaslahatan umat sama sekali tidak bermasalah dan sah secara syar’i.

Secara historis-spiritual, konsep ini merujuk pada tata kelola Baitul Mal (kas negara) di era kekhalifahan Islam. Anggaran negara boleh—bahkan dianjurkan—dikeluarkan untuk syiar dan kesejahteraan sosial keagamaan masyarakat luas selama kebutuhan pokok lainnya terpenuhi.

Lebih jauh, Ustadz Muhammad Syamsudin dari NU Online memaparkan dalil kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW. Beliau mengutip riwayat bahwa Rasulullah SAW kerap menyembelih hewan kurban yang diniatkan khusus atas nama umatnya yang belum mampu berkurban.

Ketika presiden mengalirkan dana bantuan kemasyarakatan ini, posisinya bukanlah individu yang sedang mencari pahala pribadi dari kurban privat, melainkan kepala negara yang sedang menjalankan fungsi sedekah institusional demi kebahagiaan rakyatnya. Status dagingnya menjadi sedekah atau hadiah dari negara untuk rakyat.

Secara filosofis, kurban berasal dari kata qurbani yang berarti mendekatkan diri. Di ranah politik dan kenegaraan, esensi kurban adalah manifestasi dari filsafat pelayan rakyat (servant leadership). Presiden tidak sedang pamer kekuasaan, melainkan sedang “mengorbankan” ego sektoral birokrasi agar anggaran negara bisa menyentuh langsung piring makan masyarakat di pelosok daerah.

Filsafat keadilan distributif menuntut negara hadir secara konkret. Bagi masyarakat di pulau terluar atau pesantren terpencil, kedatangan sapi premium berbobot 800 kg hingga 1,3 ton ini adalah representasi nyata bahwa negara tidak melupakan mereka. Sapi APBN ini bertransformasi dari sekadar angka di lembar negara menjadi kegembiraan yang nyata di dapur-dapur rakyat.

Bukan Barang Baru: Merawat Tradisi dari Era Soeharto hingga Jokowi

Jika ada yang mengira kebijakan ini adalah manuver baru di era Presiden Prabowo, maka mereka keliru membaca lembaran sejarah. Pendistribusian hewan bantuan presiden (Banpres) pada momen Iduladha adalah tradisi lama kepresidenan Indonesia yang dirawat secara turun-temurun.

a. Presiden Soeharto secara rutin mengirimkan sapi-sapi terbaiknya ke Masjid Istiqlal dan berbagai wilayah melalui skema bantuan kepresidenan.

b. Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus menghidupkan tradisi sosial keagamaan ini menggunakan pos anggaran resmi negara.

c. Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun menjabat juga konsisten mengirimkan “Sapi Presiden” ke seluruh provinsi di Indonesia menggunakan mekanisme Banpres yang sama.

Multiplier Effect: Duit Negara Kembali ke Peternak Lokal

Mari kita bedah dari kacamata ekonomi makro dan mikro. Anggaran Rp100 miliar itu tidak lari ke luar negeri, melainkan berputar 100% di dalam negeri. Istana menegaskan seluruh 1.098 ekor sapi premium ini wajib dibeli dari peternak lokal di berbagai daerah.

Bayangkan dampak ekonomi (multiplier effect) yang tercipta:

a. Pemberdayaan Peternak: Petani dan peternak rakyat di daerah mendapatkan berkah ekonomi langsung dengan harga beli yang layak dan kompetitif.

b. Geliat Industri Pakan: Permintaan komoditas pakan, vitamin, dan jasa perawatan hewan di tingkat tapak ikut melonjak tajam.

c. Perputaran Uang Daerah: Anggaran tidak menumpuk di pusat, melainkan terdistribusi ke dinas-dinas peternakan daerah dan komunitas peternak lokal.

Ini adalah langkah konkret mendorong kemandirian industri peternakan nasional seperti yang dicita-citakan Presiden. Uang dari rakyat (APBN), dibelikan ke ternak milik rakyat, dan dagingnya dibagikan kembali ke rakyat. Sebuah siklus ekonomi sirkular yang sehat.

Terakhir, jangan lupakan esensi nutrisi. Distribusi daging sapi premium jenis Simmental, Limousin, hingga Brahman ini menjadi intervensi gizi langsung bagi masyarakat. Ribuan kilogram daging berkualitas tinggi mengalir ke panti asuhan, pondok pesantren, dan keluarga prasejahtera yang jarang mengonsumsi daging merah dalam keseharian mereka.

Di tengah fokus bangsa kita memerangi stunting dan memperbaiki kualitas SDM menuju Indonesia Emas, pasokan protein hewani gratis dari negara ini adalah aksi nyata yang berdampak instan pada perbaikan gizi masyarakat.

Kesimpulan

Polemik 1.098 sapi kurban ini seyogianya tidak perlu dipolitisasi secara berlebihan. Melalui argumentasi spiritual yang kokoh, payung hukum Banpres yang legal, serta dampak ekonomi-gizi yang nyata, langkah Presiden Prabowo justru menunjukkan bagaimana uang negara dikembalikan langsung ke tangan rakyat dalam bentuk kemaslahatan yang paling murni. Selamat merayakan Idul adha, mari kita rayakan esensi kurban dengan berbagi, bukan dengan saling memaki.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi 30 Mei 2026: Utara Sejuk Berawan, Selatan Panas Terik

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi diprediksi menghadapi cuaca berbeda antara wilayah utara dan selatan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Wilayah utara cenderung sejuk dengan suhu lebih rendah, sementara pesisir selatan terpantau lebih panas dan terik sepanjang hari.

Berdasarkan data Weather Channel per 30 Mei 2026, suhu di Sukabumi kota dan wilayah utara berkisar 19°C hingga 29°C sepanjang hari. Pagi hari suhu 21-24°C dengan kondisi Sebagian Berawan dan kelembapan 87-97%. Angin bertiup tenang dari barat daya 2-3 km/jam.

Memasuki siang, suhu utara naik ke 26-28°C. Langit Berawan hingga Mostly Cloudy mendominasi. Indeks UV mencapai 7-9 pada pukul 11.00-13.00, masuk kategori Tinggi hingga Sangat Tinggi. Peluang hujan ringan juga meningkat jadi 19-23% di jam tersebut.

“Malam hari cuaca lebih stabil. Suhu turun ke 21-22°C dengan langit Sebagian Berawan. Kelembapan tinggi 93-96% tapi peluang hujan hanya 7-8%,” demikian rangkuman kondisi malam di wilayah pegunungan utara.

Berbeda dengan utara, wilayah selatan Sukabumi seperti Palabuhanratu, Surade, Jampang, dan Ciemas diprediksi lebih panas. Suhu pagi sudah 25-27°C dengan kelembapan 81-90% dan angin barat daya 1-6 km/jam.

Siang hari di pesisir selatan suhu melonjak ke 29-31°C. Langit Sebagian Berawan-Mostly Cloudy dengan UV Index 8-9 “Sangat Tinggi” pada 11.00-13.00. Peluang hujan paling besar 20% terjadi pukul 10.00, selebihnya hanya 2-4%.

Malam di selatan tetap hangat, suhu 26-27°C dengan langit Sebagian Berawan. Kelembapan 80-86% dan peluang hujan sangat kecil 0-2%. Angin bertiup 8-17 km/jam dari arah barat daya-selatan.

BMKG mencatat matahari terbit pukul 05:57 WIB dan terbenam 17:42 WIB untuk wilayah Sukabumi. Kondisi ini membuat durasi penyinaran cukup panjang, terutama di daerah pesisir selatan yang minim tutupan awan tebal.

Secara umum, BMKG memprakirakan suhu harian Sukabumi 30 Mei 2026 berada di kisaran 28-29°C untuk siang dan 18-19°C untuk malam. Hujan jika turun diprediksi hanya bersifat lokal dan durasi singkat.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah selatan, diimbau memakai pelindung kulit dan cukup air minum. Sementara warga utara bisa memanfaatkan cuaca sejuk untuk aktivitas luar tanpa risiko sengatan matahari berlebihan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PDA Jakarta Selatan dan PCM Palabuhanratu Salurkan 400 Paket Daging Kurban untuk Warga

0

Wartain.com – Semangat berbagi pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah terasa di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jakarta Selatan bersama PDA Kabupaten Sukabumi dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Palabuhanratu menyalurkan ratusan paket daging kurban serta bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di Sekretariat PCM Palabuhanratu, Jalan Ahmad Yani, Jumat (29/5/2026). Sejak pagi, panitia dan relawan tampak mempersiapkan proses penyembelihan hewan kurban hingga pengemasan daging sebelum didistribusikan kepada warga.

Pada Iduladha tahun ini, PDA Jakarta Selatan mengamanahkan satu ekor sapi dan empat ekor domba untuk disembelih. Sementara itu, PCM Palabuhanratu turut menambahkan satu ekor domba sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan kurban tersebut.

Dari hasil penyembelihan hewan kurban itu, panitia menyiapkan sekitar 400 paket daging yang kemudian dibagikan kepada masyarakat di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

Tidak hanya pembagian daging kurban, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran 120 paket sembako untuk anak yatim, kaum duafa, dan penghuni panti jompo.

Ketua PDA Kabupaten Sukabumi, Yuningsih Wahyuni, mengatakan pihaknya menerima amanah dari PDA Jakarta Selatan untuk melaksanakan penyembelihan sekaligus pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat.

“PDA Kabupaten Sukabumi menerima amanat penyembelihan hewan kurban dari PDA Jakarta Selatan. Untuk penyebaran daging kurban, kami berkolaborasi dengan PCM Palabuhanratu,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan sosial, melainkan juga menjadi upaya mempererat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat di momentum Iduladha.

Sementara itu, Ketua PCM Palabuhanratu, Robby Iswandi, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya dalam proses penyaluran bantuan kurban dan sembako bagi warga.

“Kegiatan kurban ini sangat bermanfaat dan membantu warga Palabuhanratu. Kami mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan,” katanya.

Suasana kebersamaan dan antusiasme warga tampak mewarnai jalannya kegiatan. Masyarakat penerima bantuan terlihat bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan pada perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini.

Bagi sebagian masyarakat, bantuan daging kurban dan paket sembako tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

KA Siliwangi Jadi Urat Nadi Mobilitas Warga, Layani 457 Ribu Penumpang dalam Empat Bulan

0

Wartain.com – KA Siliwangi tidak hanya menjadi moda transportasi murah bagi masyarakat Sukabumi dan Cianjur, tetapi juga telah tumbuh menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga di wilayah selatan Jawa Barat. Sepanjang Januari hingga April 2026, kereta bersubsidi ini tercatat melayani 457.890 pelanggan di lintas Sukabumi–Cipatat.

Dengan tarif hanya Rp5.000 berkat subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah, KA Siliwangi menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian sejauh 67 kilometer. Murahnya biaya perjalanan membuat kereta ini dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pedagang, pelajar hingga warga yang bepergian untuk kebutuhan kesehatan dan keluarga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya jumlah pengguna menunjukkan bahwa KA Siliwangi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“KA Siliwangi bukan sekadar alat transportasi. Kereta ini menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga silaturahmi masyarakat di sepanjang lintas Sukabumi-Cipatat,” ujar Anne, Jumat (29/5/2026).

Setiap harinya, kereta melayani perjalanan dari Stasiun Sukabumi menuju Cipatat dengan melewati sejumlah wilayah strategis seperti Gandasoli, Cireungas, Cibadak, Karangtengah, Cianjur, Ciranjang, Cipeuyeum hingga Lampegan.

Di kawasan Cibadak dan Cireungas, KA Siliwangi banyak dimanfaatkan para pedagang dan pekerja untuk menunjang aktivitas ekonomi harian. Sementara di wilayah Cianjur dan Ciranjang, moda transportasi ini membantu masyarakat mengakses sekolah, kampus, hingga fasilitas layanan kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Selain menjadi transportasi andalan warga, perjalanan KA Siliwangi juga menawarkan panorama alam khas Priangan berupa hamparan sawah, perbukitan hijau, serta jalur bersejarah Terowongan Lampegan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang.

Kereta ini juga membuka akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan Jawa Barat seperti Situs Megalitikum Gunung Padang dan Stone Garden yang dapat dijangkau melalui stasiun-stasiun pemberhentian di lintas perjalanan.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyebut, intensitas pertemuan antarpenumpang setiap hari bahkan menciptakan kedekatan sosial yang unik di dalam perjalanan KA Siliwangi.

“Banyak pelanggan yang akhirnya saling mengenal karena rutin bertemu dalam perjalanan yang sama. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh, sehingga KA Siliwangi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Wisnu.

Keberadaan KA Siliwangi dinilai turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat lintas Cianjuran sekaligus mendukung perkembangan sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata daerah secara berkelanjutan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik