26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 58

Sebulan, Sukabumi Dilanda 165 Bencana Alam, Infrastruktur hingga Ratusan Rumah Terdampak

0

Wartain.com – Kabupaten Sukabumi dilanda ratusan bencana hidrometeorologi sepanjang Mei 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat total 165 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah akibat cuaca ekstrem yang masih melanda.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan tingginya intensitas hujan disertai angin kencang menjadi pemicu utama meningkatnya kejadian bencana selama sebulan terakhir.

“Hingga Mei kondisi cuaca masih cukup ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang. Dari hasil rekapitulasi, terdapat 165 kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi,” ujar Daeng, Minggu (31/5/2026).

Dari total kejadian tersebut, bencana tanah longsor menjadi yang paling dominan dengan 104 kejadian. Selain itu tercatat 32 kejadian cuaca ekstrem, 24 banjir, empat pergerakan tanah, serta satu kejadian banjir bandang.

Rangkaian bencana itu menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. BPBD mencatat sebanyak 21 rumah rusak ringan, 19 rumah rusak sedang, dan 15 rumah rusak berat. Selain itu terdapat 54 rumah berada dalam kondisi terancam dan 475 rumah lainnya sempat terendam banjir.

Tak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur juga terdampak. Kerusakan tercatat terjadi di 64 titik jalan, lima jembatan, 11 saluran air, tiga fasilitas kesehatan, serta delapan fasilitas pendidikan.

“Dari seluruh kejadian bencana, dua orang mengalami luka-luka dan sebanyak 70 kepala keluarga atau 169 jiwa terpaksa mengungsi,” jelasnya.

Meski memasuki masa peralihan musim, BPBD Kabupaten Sukabumi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Daeng menegaskan seluruh personel BPBD, termasuk Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat apabila terjadi bencana.

“Dalam kondisi cuaca apa pun kami harus tetap siap siaga karena potensi bencana masih ada,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Warning ASN, Kendaraan Dinas Tak Boleh Dipakai untuk Urusan Pribadi Saat WFH

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan larangan penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi saat pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN yang kedapatan melanggar dipastikan akan dikenakan sanksi disiplin.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menyusul kebijakan WFH yang diterapkan setiap hari Jumat di lingkungan Pemkot Sukabumi.

“ASN itu pelaksana kebijakan pemerintah. Kebijakan kita hari ini dari atas sampai bawah adalah hari Jumat work from home, jadi harus dipatuhi,” ujar Taufik, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, kendaraan dinas tetap boleh digunakan selama ASN menjalankan tugas kedinasan resmi dan dilengkapi surat tugas dari instansi terkait. Misalnya untuk kegiatan verifikasi lapangan atau tugas pelayanan lainnya.

“Kalau memang membawa surat tugas untuk menjalankan pekerjaan, itu diperbolehkan,” katanya.

Namun, apabila kendaraan dinas digunakan di luar kepentingan pekerjaan seperti untuk berbelanja atau aktivitas pribadi lainnya, maka hal tersebut dinilai sebagai pelanggaran disiplin ASN.

“Kalau ternyata tidak sedang menjalankan tugas dan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tentu akan kami tindak. Bahkan kalau ada masyarakat yang melihat, silakan ditegur,” tegasnya.

Taufik memastikan sanksi akan diberikan kepada ASN yang tidak mematuhi aturan tersebut. Ia menilai kedisiplinan ASN menjadi hal penting dalam menjalankan kebijakan pemerintah, termasuk pola kerja WFH yang kini diterapkan.

“Yang utama itu disiplin. ASN harus menjadi contoh dalam menjalankan aturan dan kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepatuhan ASN terhadap aturan penggunaan fasilitas negara menjadi bagian dari tanggung jawab dalam menjaga integritas serta kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintahan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jelang Aksi 2 Juni, Forum RT/RW Kota Sukabumi Buka Posko Logistik dan Targetkan Ribuan Massa

0
Oplus_131072

Wartain.com – Forum RT/RW Kota Sukabumi mulai mematangkan persiapan menjelang aksi penyampaian aspirasi yang akan digelar di depan Balai Kota Sukabumi pada Selasa (2/6/2026) mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka posko logistik untuk menampung dukungan masyarakat.

Koordinator Aksi 2.6.26, Mauly Fahlevi Prawira, mengatakan aksi tersebut dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

“Aksi akan direalisasikan pada Selasa, 2 Juni 2026 sesuai dengan surat pemberitahuan yang telah kami layangkan kepada Polres Sukabumi Kota,” ujar Mauly, Minggu (31/5/2026).

Posko logistik yang dibuka di Jalan R. Syamsudin, SH itu mulai menerima bantuan berupa air mineral, makanan ringan, hingga perlengkapan pertolongan pertama. Menurut Mauly, dukungan logistik dibutuhkan karena massa yang diperkirakan hadir mencapai ribuan orang dari berbagai unsur masyarakat.

“Estimasi kehadiran massa akan mencapai ribuan orang. Karena itu kami membuka posko tampung logistik untuk menampung partisipasi masyarakat Kota Sukabumi,” katanya.

Ia menyebut aksi tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut menyuarakan aspirasi secara damai, mulai dari Ketua RT dan RW, mahasiswa, pekerja, organisasi masyarakat, komunitas hingga warga umum.

“Semua elemen masyarakat boleh bergabung dan berkontribusi,” ucapnya.

Selain sebagai pusat bantuan kebutuhan aksi, keberadaan posko logistik juga disebut menjadi simbol bahwa gerakan yang dilakukan Forum RT/RW murni lahir dari aspirasi masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa gerakan ini murni didasari oleh naluri memperjuangkan kepentingan masyarakat, tanpa ada yang menunggangi apalagi mendanai,” tegas Mauly.

Dalam aksi nanti, Forum RT/RW Kota Sukabumi berencana menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satu poin yang akan disuarakan yakni meminta Wali Kota Sukabumi merealisasikan janji politik yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, termasuk program dana abadi.

Selain itu, Forum RT/RW juga meminta adanya klarifikasi dan permohonan maaf terkait pernyataan yang dinilai menimbulkan polemik mengenai keberadaan RT dan RW.

“Kami meminta Wali Kota Sukabumi meminta maaf kepada seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Sukabumi atas pernyataan yang dianggap menyebut RT dan RW ilegal,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Citamiang Sita Puluhan Botol Miras dalam Razia Malam

0

Wartain.com – Upaya menjaga kondusivitas wilayah terus dilakukan jajaran Polsek Citamiang, Polres Sukabumi Kota. Salah satunya melalui razia minuman keras (miras) dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar di sejumlah titik di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (30/5/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan puluhan botol miras dari berbagai merek yang diduga diperjualbelikan secara ilegal. Razia dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait maraknya aksi keributan dan tindak kekerasan yang diduga dipicu konsumsi minuman beralkohol.

Kapolsek Citamiang, Iptu Riki Saputra, mengatakan penertiban miras menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Razia miras ini akan terus kami lakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Citamiang. Barang bukti yang diamankan nantinya akan dimusnahkan,” ujar Riki, Minggu (31/5/2026).

Selain menyita barang bukti, polisi juga memberikan tindakan tegas terhadap para penjual dengan melakukan penyitaan terhadap seluruh miras yang ditemukan saat razia berlangsung.

Menurut Riki, peredaran miras masih menjadi salah satu faktor pemicu tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat. Karena itu, pihaknya memastikan kegiatan penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami akan terus melakukan penertiban terhadap peredaran miras demi menjaga keamanan masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada razia, jajaran Polsek Citamiang juga melakukan patroli dialogis dengan menyambangi sejumlah pos ronda yang masih aktif. Dalam kesempatan tersebut, petugas mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Polisi berharap sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat terus terjalin guna menjaga situasi wilayah tetap aman dan nyaman.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tikungan Tajam Wakil India, Fajar/Fikri Harus Puas Jadi Runner-Up Singapore Open 2026

0

Wartain.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus puas keluar sebagai runner-up dalam turnamen bulu tangkis bergengsi Singapore Open 2026. Pasangan unggulan ketiga tersebut dipaksa mengakui keunggulan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, lewat pertarungan sengit tiga gim. Laga puncak yang berlangsung ketat tersebut berakhir dengan skor 21-18, 17-21, dan 16-21 untuk kemenangan pasangan India. Minggu (31/5/2026).

Pertandingan final sektor ganda putra ini digelar di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Singapura, pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Partai penentu juara ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena mempertemukan dua pasangan top dunia yang memiliki tipe permainan menyerang dan berkecepatan tinggi. Turnamen BWF World Tour Super 750 ini memperebutkan total hadiah yang sangat fantastis, yakni sebesar 1.000.000 dolar AS.

Gim pertama berjalan sesuai harapan bagi kubu Indonesia, di mana Fajar/Fikri langsung tampil menekan sejak awal laga. Mengandalkan variasi serangan cepat dan penempatan bola yang akurat di depan net, duet Merah Putih berhasil meredam agresivitas Rankireddy/Shetty. Fajar/Fikri sukses mengamankan gim pembuka ini dengan keunggulan 21-18. Sayangnya, momentum positif tersebut gagal dipertahankan pada dua gim berikutnya.

Memasuki gim kedua, Rankireddy/Shetty yang menempati unggulan keempat turnamen mulai bangkit dan mengubah pola permainan mereka. Pasangan India ini meningkatkan intensitas smes keras dari garis belakang dan mempercepat adu pukulan cepat atau drive. Strategi tersebut membuat Fajar/Fikri kerap melakukan kesalahan sendiri hingga harus merelakan gim kedua lepas dengan skor 17-21. Kedudukan imbang memaksa pertandingan diselesaikan melalui babak penentuan.

Pada gim ketiga yang menjadi penentu, kejar-mengejar angka sempat terjadi secara sengit di awal laga. Namun, selepas interval, Rankireddy/Shetty tampil lebih tenang dan berhasil mendikte jalannya pertandingan. Fajar/Fikri yang mencoba mengejar ketertinggalan justru kesulitan menembus pertahanan rapat wakil India tersebut. Pertandingan akhirnya disudahi dengan skor 16-21, memastikan Rankireddy/Shetty keluar sebagai juara ganda putra Singapore Open 2026.

Kekalahan ini sekaligus menjadi ajang pembalasan bagi Rankireddy/Shetty setelah pada pertemuan sebelumnya di Malaysia Open mereka ditumbangkan oleh Fajar/Fikri di babak perempat final. Meski gagal membawa pulang trofi juara, pencapaian menembus babak final di Singapura ini tetap menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri sebagai final pertama mereka di ajang BWF World Tour pada musim kompetisi tahun ini. Sebagai finalis, Fajar/Fikri berhak mendapatkan poin tambahan sebesar 9.350 poin dan hadiah uang tunai sebesar 35.000 dolar AS.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Disbudpora Sukabumi Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila sebagai Pedoman Kehidupan

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk terus menanamkan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sukabumi, Drs. Yudi Mulyadi, M.Si., mengatakan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi panduan dalam membangun karakter masyarakat yang berakhlak, toleran, dan memiliki semangat gotong royong.

Menurutnya, sektor kebudayaan, kepemudaan, dan olahraga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat, terutama generasi muda. Keberagaman budaya yang dimiliki Kabupaten Sukabumi harus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus wujud nyata pengamalan Pancasila.

“Generasi muda merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan serta melestarikan budaya daerah. Dengan memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan cinta tanah air,” ujar Yudi.

Ia menambahkan, olahraga juga menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter positif melalui penerapan nilai disiplin, sportivitas, kerja sama, dan rasa saling menghargai. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menekankan persatuan dan kebersamaan.

Melalui berbagai program pembinaan kepemudaan, pelestarian budaya, dan pengembangan olahraga, Disbudpora Kabupaten Sukabumi terus berupaya memperkuat karakter masyarakat agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila di tengah perkembangan zaman.

Momentum Hari Lahir Pancasila diharapkan dapat menjadi refleksi bersama untuk memperkuat rasa nasionalisme, menjaga persatuan, serta meningkatkan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SIM Indonesia Berlaku di Delapan Negara ASEAN

0

Wartain.com – Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diterbitkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kini dapat digunakan di sejumlah negara Asia Tenggara. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 1 Juni 2025 sebagai bagian dari kesepakatan pengakuan SIM domestik antarnegara ASEAN.

Meski demikian, masyarakat yang berencana mengemudi di luar negeri tetap dianjurkan untuk memiliki SIM Internasional, terutama saat bepergian ke negara-negara di luar kawasan ASEAN.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Korlantas NTMC, SIM Indonesia saat ini diakui dan dapat digunakan di delapan negara ASEAN, yaitu Thailand, Laos, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Myanmar, Malaysia, dan Singapura.

Pemberlakuan tersebut mengacu pada perjanjian pengakuan SIM domestik antarnegara anggota ASEAN yang disepakati pada 1985. Kesepakatan itu kemudian diperluas pada 1997 dan 1999 dengan memasukkan Vietnam, Laos, Myanmar, serta Kamboja.

Meski memiliki dasar kesepakatan yang sama, masing-masing negara tetap menerapkan aturan tersendiri terkait penggunaan SIM asing. Di Singapura, misalnya, SIM Indonesia hanya dapat digunakan selama 12 bulan. Setelah masa tersebut berakhir, pengemudi diwajibkan memiliki SIM lokal Singapura apabila ingin tetap mengendarai kendaraan di negara tersebut.

Sementara itu, Malaysia mewajibkan pengendara asing memiliki SIM Internasional yang disertai SIM asal yang masih berlaku. Ketentuan tersebut telah diterapkan sejak 2018. Bagi warga negara Indonesia yang belum memiliki SIM Internasional, tersedia opsi untuk mengajukan SIM Malaysia melalui Institut Mengemudi Malaysia.

Korlantas juga menegaskan bahwa SIM Indonesia belum berlaku di kawasan Eropa, Amerika, Jepang, maupun Australia. Oleh karena itu, masyarakat yang ingin mengemudi di luar delapan negara ASEAN tetap harus mengurus SIM Internasional.

“Jadi, SIM Internasional itu bukan pengganti, melainkan pelengkap SIM Nasionalmu saat berada di luar negeri,” tulis Korlantas dalam unggahannya, Jumat.

SIM Internasional memiliki cakupan yang lebih luas karena diakui oleh negara-negara yang telah meratifikasi Konvensi Wina 1968 tentang lalu lintas jalan. Berdasarkan data United Nation Treaty Collection, terdapat 92 negara yang mengakui penggunaan SIM Internasional sesuai konvensi tersebut.

Indonesia termasuk salah satu negara yang telah meratifikasi aturan tersebut. Sejumlah negara yang mengakui SIM Internasional antara lain Albania, Andorra, Armenia, Austria, Azerbaijan, Bahrain, Belarusia, Belgia, Brasil, Kroasia, Republik Ceko, Ekuador, Mesir, El Salvador, Hungaria, Iran, Kazakhstan, Latvia, Arab Saudi, Pakistan, Portugal, Afrika Selatan, Uzbekistan, dan berbagai negara lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Srikandi PLN UP3 Sukabumi Gelar Srikandi Goes to School, Inspirasi Generasi Muda Raih Masa Depan Gemilang

0

Srikandi PLN UP3 Sukabumi Gelar Srikandi Goes to School, Inspirasi Generasi Muda Raih Masa Depan Gemilang

Wartain.coom – Srikandi PLN UP3 Sukabumi menggelar kegiatan Srikandi Goes to School di SMK Syamsul Ulum Sukabumi sebagai bentuk komitmen PLN dalam mendukung pengembangan generasi muda, khususnya dalam memberikan motivasi, edukasi, dan inspirasi kepada para pelajar untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan.

Kegiatan yang diikuti oleh para siswa dan siswi SMK Syamsul Ulum Sukabumi ini menghadirkan berbagai materi edukatif, mulai dari pengenalan PLN dan sektor ketenagalistrikan, pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, pengembangan karakter, hingga motivasi untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri dalam meraih cita-cita.

Selain menjadi sarana berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan peran perempuan dalam dunia kerja profesional serta mendorong generasi muda agar terus berani bermimpi, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa melalui program Srikandi Goes to School, PLN ingin memberikan inspirasi dan wawasan kepada para pelajar agar siap menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan. Dengan semangat belajar, disiplin, dan kerja keras, kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,” ujar Eka Rahma Daniati, Jumat 29/05/2026.

Antusiasme para siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi interaktif dan diskusi mengenai dunia kerja, pendidikan, serta peluang karier di masa depan.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi pelaksanaan program Srikandi Goes to School sebagai bagian dari upaya PLN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan bangsa. Melalui program Srikandi Goes to School, PLN ingin hadir untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi agar para pelajar memiliki semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas,” ungkap Sugeng Widodo.

Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan serta memberikan manfaat nyata bagi para pelajar dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, dan motivasi untuk meraih masa depan yang lebih cerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menenun Asap, Menjual Cermin: Ketika Negara Sibuk Berdandan di Tepi Jurang

0
Oplus_131072

Oleh : Gobang/Pendiri Ikatan Bankir Pancasila, Aktivis Barikade ’98

Wartain.com – Kita hari ini hidup dalam estetika panggung sandiwara yang sangat rapi. Krisis modern tidak lagi datang seperti hantaman godam—bukan lewat tank yang merayap di jalan protokol atau pengumuman jam malam pascakudeta. Ia datang dengan sangat sopan, merayap pelan seperti rayap di tiang fondasi rumah kayu. Ia hadir lewat pelemahan konstitusi yang dibungkus bahasa hukum yang rumit, normalisasi konflik kepentingan yang dianggap “lumrah bisnis”, dan penurunan kepercayaan publik yang dikubur di bawah tumpukan infografis keberhasilan pemerintah.

Secara ekonomi dan politik, kita sedang menyaksikan fenomena “menenun asap”. Kekuasaan hari ini lebih sibuk mempertahankan citra dan mengelola persepsi daripada menyelesaikan realitas sosial-ekonomi yang makin mencekik di akar rumput.

Estetika Kepalsuan: Ketika Citra Menggantikan Realitas

Dalam kacamata seni, apa yang dilakukan para pembuat kebijakan kita saat ini adalah sejenis seni instalasi yang manipulatif. Jean Baudrillard, seorang pemikir filsafat kontemporer, pernah mengenalkan istilah simulakra—sebuah kondisi di mana salinan atau citra visual telah menggantikan realitas aslinya.

Politik kita hari ini adalah simulakra itu. Kita melihat senyum ramah di media sosial, peresmian proyek dengan pita megah, dan angka-angka statistik yang dimanipulasi agar terlihat seksi. Namun, ketika kita menengok ke dapur masyarakat, realitas ekonomi berbicara sebaliknya: daya beli rontok, lapangan kerja formal menyusut, dan biaya hidup meroket.

Negara mengalami disfungsi organ yang akut. Institusi-institusi yang seharusnya menjadi pilar penyangga dan pengawas, kini kehilangan fungsi orisinalnya. Mereka berubah menjadi stempel legalitas bagi kepentingan segelintir elite. Ketika institusi kehilangan fungsinya, kompas moral negara otomatis patah. Negara berjalan tanpa arah, komat-kamit merapalkan mantra pertumbuhan ekonomi yang insentifnya hanya dinikmati oleh lingkaran dalam kekuasaan.

Konsolidasi di Titik Temu Krisis

Secara ekonomi-politik, matematika kekuasaan selalu punya batas jenuh. Ketika kepercayaan publik menguap habis, legitimasi moral sebuah rezim akan runtuh. Ketiadaan legitimasi ini membuat kekuasaan tidak lagi dijalankan berdasarkan kepatuhan sukarela warga negara, melainkan murni dipertahankan dengan paksaan, hukum yang tebang pilih, dan pragmatisme transaksional.

Di sinilah titik temunya. Kita tidak sedang menghadapi krisis politik atau krisis ekonomi secara terpisah. Keduanya telah kawin mawin melahirkan badai sempurna (the perfect storm).

Melihat situasi kritis ini, kawan-kawan pergerakan dan lintas elemen di akar rumput mulai sadar. Perbedaan ideologi kosmetik, ego kelompok, dan sekat-sekat sektarian mulai dikesampingkan. Konsolidasi besar sedang ditenun kembali. Ada kesadaran kolektif bahwa tugas sejarah yang ada di depan mata jauh lebih besar daripada sekadar urusan eksistensi kelompok kecil.

Akhir dari Keheningan

Sejarah selalu mengajarkan satu hal secara berulang dan rigid: perut yang lapar dan hukum yang tidak adil adalah bahan bakar terbaik bagi perubahan sosial.

Ketika ruang dialog disumbat oleh keangkuhan kekuasaan yang sibuk berdandan di depan cermin, jangan kaget jika keheningan publik tiba-tiba pecah. Saat kepercayaan benar-benar berada di titik nol, kekuasaan yang ringkih itu tidak akan mampu lagi menahan bendungan amarah. Pada titik pertemuan krisis politik dan ekonomi inilah, suara-suara keras dari pinggiran akan mulai menggelora. Suara yang tidak lagi meminta, tetapi menuntut untuk melenyapkan segala kekacauan yang dipelihara di pusat kekuasaan.

Sebelum semuanya terlambat, mari berhenti menjual cermin dan mulailah melihat realitas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Moto3 Mugello 2026: Drama Lap Akhir, Veda Ega Pratama Finis P8 Setelah Hampir Tersingkir

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kelas pembuka Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Minggu 31/05/2026, sukses kasih tontonan dramatis 17 lap nonstop. Sayangnya pebalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas finis urutan ke-8 setelah duel sengit sampai garis finish.

Brian Uriarte Juara, Hakim Danish Podium

Gelar juara Moto3 Mugello 2026 jatuh ke tangan Brian Uriarte. Podium 2 ditempati Alvaro Carpe, dan kejutan datang dari Malaysia: Hakim Danish naik podium 3 setelah gantikan posisi pole David Almansa yang sakit.

Mugello emang panggungnya Moto3. Trek lurus 1,1 km + tikungan terakhir yang tricky bikin salip-menyalip nggak ada habisnya.

Start Kacau, Veda Langsung Gaspol

Kualifikasi kemarin panas. Pemuncak klasemen Maximo Quiles cuma start P14, Adrian Fernandez P9. David Almansa absen sakit, posisinya diisi Hakim Danish. Joel Kelso start P2, disusul Uriarte & Jesus Rios.

Veda Ega start dari P12. Targetnya jelas: rebut poin & naik klasemen karena poinnya sama dengan Marco Morelli. Gas langsung dikunci: Lap 1 Veda udah melesat ke P6, nyalip 6 pebalap sekaligus. Tapi Mugello nggak ngasih ampun. Selepas tikungan, Veda ketarik mundur ke P9 di akhir lap pertama.

Lap 4-8: Perang Gesekan di Grup Tengah

Trek Mugello bikin semua pebalap bisa naik-turun tiap tikungan. Lap ke-4 Veda malah ke P16, kejepit grup tengah. Pengalaman Veda sebagai alumni Red Bull Rookie Cup di sirkuit Florence ini kepake buat atur strategi.

Pertengahan balap lap ke-8, Quiles udah ambil alih pimpinan. Dia, Fernandez, & Hakim Danish gantian di 3 besar. Sementara Veda masih berjuang di P12, nunggu momentum.

5 Lap Terakhir: Drama & Nyaris Crash

Masuk lap-lap akhir, slipstream trek lurus Mugello jadi senjata. O’Shea & Kelso diam-diam merangsek depan. Hakim Danish sempat ke P6, Veda pelan-pelan naik ke P8.

Puncaknya di 3 lap terakhir. Veda udah nempel rombongan depan & sempat cium P4 di lap 14 tikungan 1. Hakim Danish juga balik lagi ke grup depan.

Drama terjadi 2 lap menjelang finish

Quiles kehilangan grip ban, motor melebar. Veda yang ada di belakangnya hampir ikut terseret keluar trek. Beruntung reflex Veda selamatkan dia dari crash. Quiles mundur, Veda harus ngegas lagi dari P7.

Sampai bendera finish, Veda belum bisa pecah rombongan depan. Finis P8 jadi hasil akhir perjuangannya di Moto3 Italia 2026.

Hasil Top 5 Moto3 Mugello 2026:
1. Brian Uriarte
2. Alvaro Carpe
3. Hakim Danish – Malaysia
4. Joel Kelso
5. Eddie O’Shea

Veda Ega Pratama: P8

Meski gagal podium, perjuangan Veda dari P12 → P6 → P16 → P8 nunjukin mental & taktiknya udah naik kelas. Mugello emang sirkuit yang nggak bisa ditebak. Satu kesalahan kecil = hilang semua.

Balapan berikutnya jadi panggung Veda buat balas dendam. Gas terus, Veda! (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)