Wartain.com || Ratusan siswa SMAN 1 Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengikuti pelatihan kedisiplinan dan karakter yang digelar oleh Koramil 0622-07/Jampangtengah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di kawasan Jalan Raya Panumbangan, Desa Cijulang, ini menjadi bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dalam pelatihan tersebut, para siswa dibekali dengan berbagai materi mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, keterampilan bertahan hidup (survival), hingga pembinaan karakter dan etika. Kegiatan ini bertujuan memperkuat mental dan sikap nasionalisme generasi muda di tengah arus globalisasi.
Danramil Jampangtengah, Kapten Inf. Budi Hadi Triyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sarana untuk membentuk fondasi kepribadian pelajar agar lebih disiplin dan mencintai bangsa. “PBB melatih keteraturan dan kedisiplinan. Wawasan kebangsaan kami tanamkan agar mereka memahami bahwa Indonesia ini luas, dan mereka bagian penting dari masa depan bangsa,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Budi juga menyoroti tantangan generasi muda yang kini banyak terpengaruh oleh media sosial dan budaya luar. “Kami ingin mereka kembali mengenali akar budayanya sendiri. Jangan sampai lebih hafal tren TikTok daripada sejarah bangsanya,” ucapnya.
Menurutnya, pelatihan kali ini menunjukkan hasil yang lebih positif dibanding tahun sebelumnya. Ia menilai kedekatan emosional antara siswa dan anggota TNI semakin kuat, bahkan berpengaruh pada perubahan perilaku para siswa. “Ada anak-anak yang sebelumnya kerap bolos sekolah, kini lebih tertib karena merasa segan pada Babinsa yang mereka anggap sebagai sosok panutan,” ungkapnya.
Momen kebersamaan itu pun terbukti saat para siswa secara spontan mengunjungi Koramil membawa kue ulang tahun dan bunga pada peringatan HUT TNI, tanpa ada arahan dari pihak sekolah. “Itu salah satu bukti betapa kuatnya hubungan batin yang terjalin,” tambah Budi.
Ia berharap, pelatihan semacam ini terus diperluas dan menjadi model pembinaan karakter pelajar di berbagai wilayah. “Kita ingin lahirkan generasi yang tangguh, punya integritas, dan siap bersaing secara global tanpa kehilangan identitas kebangsaannya,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik














