26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 601

Pastikan Harga Stabil, Pemkab Sukabumi Gelar Operasi Pasar Murah

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan bekerjasama dengan stakeholder lainnya menggelar operasi pasar murah dilapang Palagan Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda, Jumat 9 Mei 2025.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, dan dihadri oleh Kadisdagin, Kadiskominfosan, Kadis Peternakan, Kadis Perikananan, Finas Kesehatan, Disdukcapil, para Kabag, Forkopimcam, Baznas, pelaku UMKM, stakeholder dan tamu undangan lainnya.

Operasi Pasar Murah ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Pemkab Sukabumi dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Camat Parungkuda Kurnia Lismana menyambut baik operasi pasar murah yang terbukti direspon dengan baik dan antusias oleh masyarakat, hal ini mencerminkan bahwa operasi pasar murah memberi dampak positif kepada masyarakat selaku penerima manfaat.

Sementara itu kepala Disdagin Kab Sukabumi Dani Tarsoni menegaskan bahwa operasi pasar murah adalah ikhtiar kolektif untuk menjaga stabilitas harga komoditi dan keterjangkauan daya beli masyarakat.

Pastikan Harga Stabil, Pemkab Sukabumi Gelar Operasi  Pasar Murah  (foto : Istimewa)

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah bersinergi sehingga kegiatan terlaksana dengan baik.

“Kita memahami bahwa fluktuasi harga pengan sering menjadi beban bagi masyarakat, karenanya kegiatan ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran dan menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya.

H. Andreas juga menegaskan bahwa operasi pasar murah memberi daya ungkit mewujudkan misi pembangunan yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan melalui pengembangan agroindustri dan pariwisata.

“Sehingga mengakselerasi terwujudnya kabupaten sukabumi yang mubarakah,” tambahnya.

Wabup juga menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan operasi pasar murah dengan sebaik baiknya, bijak dalam mengatur pengeluaran dan berbelanja sesuai kebutuhan.

Acara dilanjutkan dengan pemberian paket bantuan untuk yatim dan jompo, bantuan untuk penyintas bencana alam, penyerahan kartu keluarga dan akta kelahiran, dilanjutkan dengan peninjauan stand UMKM, Layanan kesehatan, adminduk dan stand lainnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kepala BGN Sebut Restoran atau Lapangan Futsal yang Tidak Operasi, Bisa Difungsikan jadi Dapur MBG

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melontarkan usul agar restoran atau lapangan futsal yang tak laku diubah menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur makan bergizi gratis (MBG).

“Saya lihat mungkin ada restoran yang nganggur gitu yang sudah tidak laku, ubah aja di sektor pelayanan. Jadi enggak usah enggak usah bangun semuanya baru seperti ini tapi bisa mengubah fungsi restoran, kafe,” ujar Dadan usai peresmian operasional dapur MBG di Sleman, DIY bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimmin Iskandar alias Cak Imin, Kamis (8/5).

Kata Dadan, usulnya ini bukan hal baru. Dia mengklaim sudah banyak orang yang merelakan rumahnya di Jakarta dijadikan dapur MBG ketimbang nganggur tak terpakai.

“Atau kalau ada lapangan futsal yang sekarang sudah tidak digunakan karena orang tidak lagi main futsal tetapi main mini soccer ubah aja jadi satu pelayanan untuk makan bergizi,” ucapnya.

Usul Dadan ini berkaitan dengan upaya pemerintah yang mendorong lebih banyak lagi BUMDes atau masyarakat berpartisipasi mendirikan dapur MBG.

“Dan di Sleman ini dalam hitungan kami harus ada 111 ya, jadi kalau dibangun 15 itu baru sekitar 10 persen. Masih belum mencapai 50 persen baru 10 persen jadi harus masih harus bangun lagi yang lain,” ucapnya.

Ia menjelaskan, program MBG gagasan Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dadan bilang, pembangunan satu unit SPPG lebih dari sekadar menyiapkan makanan sehat, tapi juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Setiap dapur MBG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja, mulai dari juru masak, tenaga pengemasan, hingga distribusi makanan.

Dapur MBG juga sangat memungkinkan mempekerjakan ibu-ibu kader Posyandu mendistribusikan pangan sehat untuk ibu hamil atau balita di rumah. Tentunya dengan besaran honor yang layak.

“Jadi ini sudah menampung lapangan kerja bagi ibu-ibu yang tadinya mungkin tidak bisa bekerja di mana-mana, bisa bekerja membantu di sini untuk memasak untuk memberikan manfaat,” imbuh Dadan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Negara Preman dan Preman Negara: Ketika Ormas Menjadi Gejala Patologi Sosial

0
Oplus_131072

Oleh: Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Hari ini, kita menyaksikan realitas aneh dan ironis: ormas-ormas berperilaku premanistik tumbuh subur di negeri yang katanya demokratis. Lihat saja GRIB dan kawan-kawannya. Aksi main hakim sendiri, intimidasi di jalanan, bahkan perebutan proyek dan wilayah sering kali berlangsung dengan tameng “legalitas ormas”. Namun, mari kita lihat lebih dalam: ini bukan semata soal ormas. Ini adalah cermin retak dari negara yang kehilangan fungsinya.

Ketika Negara Lumpuh, Premanisme Tumbuh

Di mana hukum tak lagi mampu melindungi, masyarakat menciptakan hukum sendiri. Di mana aparat tak hadir, kelompok-kelompok informal menggantikannya. Maka tumbuhlah ormas-ormas yang mengklaim mewakili rakyat, padahal kerap memperalat rakyat untuk kepentingan segelintir elite. Ini adalah bentuk patologi sosial — penyakit sistemik yang timbul ketika institusi resmi gagal menjalankan perannya.

Ormas sebagai Gejala Gagalnya Negara

Negara idealnya hadir sebagai pelindung, pengatur, dan pemberi kesejahteraan. Namun ketika rakyat merasa tidak merdeka secara ekonomi, tidak adil dalam hukum, dan tidak sejahtera dalam hidup, mereka membentuk simpul-simpul perlindungan alternatif. Maka lahirlah ormas—dari yang berbasis ideologi hingga yang berwatak preman.

Ironisnya, sebagian negara justru merangkul ormas-ormas itu sebagai alat kekuasaan. Maka kita menyaksikan ormas bukan hanya menjadi negara dalam negara, tapi juga preman yang diresmikan oleh negara.

Bahaya di Balik Simbiosis Kekuasaan dan Ormas Premanistik

Ketika kekuasaan memelihara ormas-ormas liar demi kelanggengan politik, kita sedang bermain api di ladang kering. Hari ini mereka dipakai sebagai alat kekuatan, besok mereka bisa menjadi sumber pemberontakan.

Banyak elite haus kekuasaan memanfaatkan ormas sebagai buzzer jalanan, pelobi kasar, bahkan intimidator atas nama rakyat. Mereka menjadikan ormas sebagai bayangan kekuatan politik, menciptakan ketakutan, dan memanipulasi hukum. Akhirnya, rakyatlah yang jadi korban dua kali: tak dilindungi oleh negara, dan ditindas oleh ormas.

Apa Sikap Kita?

Sebagian memilih diam. Bahkan ada yang berkata, “Sudahlah, biarkan negara ini dihukum oleh perbuatannya sendiri. Kita syukuri saja hidup kita, jalani perjalanan ini dengan tenang menuju akhirat.” Ungkapan ini tampaknya penuh pasrah dan keikhlasan. Tapi perlu hati-hati, sebab jika disalahpahami, ia justru mengajak pada apatisme spiritual—pasrah tanpa ikhtiar, diam di hadapan kezaliman.

Syukur sejati bukan berarti diam terhadap kebusukan. Justru rasa syukur yang benar menuntut kita peduli, bersuara, dan memperbaiki. Spirit perjalanan menuju akhirat bukanlah pelarian dari kenyataan, tapi semangat untuk mengubah kenyataan sesuai nilai langit.

Penutup: Kembali ke Hati Nurani Bangsa

Negeri ini tak butuh ormas preman. Ia butuh negara yang berfungsi. Ia butuh keadilan ditegakkan tanpa tebang pilih. Ia butuh keberanian rakyat untuk berkata: cukup sudah!

Dan bagi kita yang mencintai negeri ini, mari jangan diam. Tetap bersyukur, ya. Tapi syukur itu harus menyalakan keberanian. Keberanian untuk menolak kezaliman, sekecil apa pun.

Karena jika suara kita terus diam, maka ormas itu tak akan pernah berhenti berteriak.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bentrok Pecah di Depan Pabrik GSI 2 Sukabumi, Warga dan Massa Aksi Saling Dorong Saat Audiensi

0

Wartain.com || Kericuhan terjadi di depan gerbang PT Glostar Indonesia (GSI) 2 di Jalan Raya Sukabumi–Cianjur, tepatnya di Kampung Kedung Gede, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (8/5/2025) siang.

Insiden ini bermula ketika puluhan warga yang tergabung dalam Forum Sukabumi Bergerak (FSB) hendak menggelar aksi audiensi dengan manajemen perusahaan tekstil tersebut. Namun, saat massa mencoba memasuki area pabrik, mereka diadang oleh kelompok warga lainnya, yang belum diketahui identitas dan afiliasinya.

Adu mulut dan aksi saling dorong pun tak terelakkan, hingga situasi memanas dan nyaris berujung bentrok fisik. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian yang segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Koordinator aksi FSB, Muhammad Mulki, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya merencanakan aksi demonstrasi, namun kemudian disepakati untuk hanya melakukan audiensi secara damai dengan pihak manajemen.

“Dari awal kami sepakat hanya akan beraudiensi. Perwakilan kami pun sudah dipilih untuk masuk ke dalam ruang pertemuan. Namun ketika hendak memasuki gerbang GSI, sejumlah orang menghadang dan memprovokasi massa kami,” ujar Mulki.

Dalam kericuhan tersebut, seorang anggota FSB bernama Sandi dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Selain itu, dua unit sepeda motor milik peserta aksi mengalami kerusakan.

“Sandi sempat didorong dan bagian kepalanya diguncang oleh oknum yang menghadang. Kami minta kepolisian mengusut dan mengungkap pelaku provokasi. Kami juga minta akses CCTV dibuka untuk melihat kejadian sebenarnya,” tambahnya.

Adapun dalam audiensi yang akhirnya berlangsung, FSB menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PT GSI 2. Di antaranya: penghentian dugaan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja, penanganan kemacetan akibat aktivitas perusahaan, audit terhadap penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) selama 10 tahun terakhir, serta pembentukan forum CSR partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal.

“Tujuan kami bukan mengganggu jalannya operasional perusahaan, apalagi menghambat investasi. Namun kami ingin memastikan praktik pungli ditindak, dan CSR benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Mulki.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT GSI 2 Sukalarang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden maupun tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kepala BGN Sebut, Bill Gates Sangat Terkesan dengan Program MBG 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan tokoh filantropi dunia Bill Gates mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengklaim hal tersebut setelah Bill Gates meninjau langsung pelaksanaan MBG bersama Presiden Prabowo Subianto di SD Negeri Jati 03, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Dan tadi Pak Bill Gates memberikan apresiasi dan terkesan dengan apa yang dilakukan. Kemudian menekankan betapa pentingnya kepada ibu hamil, menyusui, dan balita,” kata Dadan di Jakarta Timur, Rabu, 7 Mei 2025.

Menurut Kepala BGN, Bill Gates berharap agar program MBG tetap sasaran sebagaimana yang telah diputuskan oleh pemerintah. Pendiri Bill & Melinda Gates Foundation tersebut, kata Dadan, menekankan pentingnya MBG untuk ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak.

“Iya, menurut beliau ini program yang sangat penting, terutama beliau menekankan kepada 1.000 hari pertama, yaitu ibu hamil, anak balita, dan anak-anak yang masih butuh pertumbuhan,” ucap Dadan.

Bill Gates juga disebut merasa terkesan dengan komitmen pemerintah Indonesia. Hal tersebut lantaran pelaksanaan MBG yang membutuhkan anggaran cukup besar.

“Iya, beliau sangat impressed, karena untuk melakukan ini kan pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar. Pak Presiden menyampaikan itu sudah dipersiapkan oleh pemerintah, dan kemudian beliau terkesan dengan apa yang dilakukan,” ujar Dadan.

Selain itu, Dadan mengungkapkan bahwa Presiden menerima kunjungan Bill Gates untuk membahas isu di bidang kesehatan, salah satunya termasuk program MBG. Bill Gates disebut memberi dukungan terhadap salah satu program unggulan Prabowo tersebut. Namun, Dadan tidak menjelaskan seperti apa wujud nyata dari dukungan itu.

“Nanti dengan Pak Menkes (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) yang detailnya, karena sebetulnya lebih banyak dengan program kesehatan. Nah, kebetulan makan bergizi termasuk yang menjadi perhatian Bill Gates, dukungan konkretnya nanti kita akan dengar setelah kunjungan,” kata Dadan.

Dadan menyebut kunjungan Prabowo dan Bill Gates untuk melihat langsung pelaksanaan MBG bersifat mendadak, dan dia baru mengetahui Rabu pagi. Dadan mengatakan bahwa dia sebelumnya tengah melakukan agenda di kantor bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, lalu akhirnya langsung menuju SD Negeri Jati 03 Pulogadung.

“Betul-betul ini dadakan, kita enggak tahu mau ke sekolah mana, dan kita baru tahu tadi pagi. Jadi, apa pun yang terjadi di sini bukan setting-an (diatur terlebih dahulu), memang apa adanya,” ucap Dadan.

Adapun Presiden dan Bill Gates tiba di sepanjang jalan dekat SD Negeri Jati 3 pada pukul 10.28 WIB. Mereka melambaikan tangan kepada warga yang tampak antusias menyambut. Terlihat warga yang berteriak, “Pak Prabowo, Pak Prabowo”, dan teriakan lainnya ingin mendapatkan sapaan balik dari Prabowo serta Bill Gates.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Andreas Tinjau Ruas Jalan Eksisting dan Daerah Terdampak Bencana di Ciambar 

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H.Andreas lakukan monitoring Ruas Jalan Eksisting Kecamatan Ciambar, Kab. Sukabumi Kamis, 8 Mei 2025. Selain melihat ruas jalan eksisting juga menganalisa dampak positif yang ditimbulkan oleh ruas jalan baru.

Menurut Wabup dengan adanya infrastruktur memadai maka Ekonomi akan tumbuh dan berkembang.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya akses jalan ini, masyarakat disekitarnya akan meningkat ekonominya dan diharapkan ciambar menjadi kecamatan yang terus maju dan berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, Wakil Bupati Sukabumi juga meninjau lokasi bencana di Desa Cibunar Jaya Ciambar yang mengalami kerusakan akibat angin Puting beliung yang terjadi pada hari Rabu, 7 Mei 2025.

Wabup Andreas Tinjau Ruas Jalan Eksisting dan Daerah Terdampak Bencana di Ciambar  (foto : Istimewa)

Diketahui bencana tersebut berdampak kepada 233 unit rumah dan 426 Jiwa penduduk di Desa Cibunar Jaya.

“Alhamdulillah sudah ada penanganan dari instansi terkait, Semoga musibah ini tidak terjadi lagi dan masyarakat diberikan kesabaran juga ketabahan,” tegasnya.

Wabup menghimbau masyarakat untuk menjaga rumah masing masing dan Saluran saluran air biar tidak tersumbat.

“Jangan membuang sampah sembarangan karena bisa mengakibatkan sumbatan saluran air dan ujung ujungnya merugikan kita semua,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut, Kepala Baperlitbangda, Kadis PU, Bagian Adbang, Bagian Tapem dan Camat Ciambar.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

19 Pelajar Sukabumi Jalani Program Pembinaan Karakter di Barak TNI, Fokus pada Rehabilitasi dan Disiplin

0

Wartain.com || Sebanyak 19 pelajar tingkat SMA sederajat dari Kota dan Kabupaten Sukabumi dikirim ke Pusat Pendidikan Bela Negara Rindam III/Siliwangi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, untuk mengikuti program pembentukan karakter. Program ini dirancang sebagai bentuk rehabilitasi dan penanaman nilai disiplin bagi remaja yang pernah terlibat dalam berbagai perilaku menyimpang.

Para siswa yang dikirim merupakan hasil seleksi ketat dari total 40 peserta awal yang disaring oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat. Setelah melalui tahapan skrining dan pemeriksaan kesehatan, hanya 19 pelajar yang dinyatakan layak untuk mengikuti program. Mereka terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 1 siswi, dengan tingkat kenakalan yang tergolong serius, seperti terlibat dalam tawuran, kecanduan gawai, konsumsi alkohol, penyalahgunaan psikotropika, hingga perilaku menyimpang lainnya.

“Yang kita prioritaskan adalah mereka yang memiliki tingkat permasalahan paling berat, seperti yang dijuluki ‘panglima’ tawuran. Tapi tentu semuanya ikut dengan persetujuan dan pemahaman dari orang tua masing-masing,” ujar Kepala KCD Wilayah V, Lima Faudiamar, Kamis (8/5/2025).

Menurut Lima, sebagian siswa tidak dapat ikut karena alasan kesehatan, seperti menderita gangguan lambung kronis atau masalah pada paru-paru. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih dulu di RSI Asy-Syifa sebelum keberangkatan ke barak militer.

Mayoritas peserta berasal dari kelas 12 dan sebagian besar diketahui pernah berhadapan dengan aparat penegak hukum. Adapun siswa kelas 10 dan 11 diberikan prioritas untuk dicegah agar tidak semakin jauh terjerumus.

Program ini berlangsung selama dua pekan, namun durasi bisa diperpanjang tergantung pada kondisi psikologis dan tingkat kecanduan peserta, terutama bagi yang mengalami kecanduan digital yang cukup serius. Kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tanpa membebankan biaya kepada peserta.

Di tengah pelatihan karakter yang disiplin, proses pendidikan formal tetap berlangsung. Dinas Pendidikan menyiapkan sejumlah guru dari sekolah terdekat untuk memberikan pelajaran akademik kepada para siswa, mulai dari mata pelajaran umum hingga kejuruan.

“Pembelajaran tetap berjalan. Kami kirimkan guru matematika, fisika, hingga otomotif ke lokasi. Namun, yang utama adalah pembentukan sikap disiplin dan kemandirian,” ungkap Lima.

Rencana ke depan, program serupa akan dilanjutkan dalam batch kedua, dengan target 40 pelajar lainnya—masing-masing 20 dari kota dan 20 dari kabupaten. Mereka akan melalui proses yang sama: skrining, pemeriksaan kesehatan, dan persetujuan orang tua.

Lima juga menekankan bahwa di balik kenakalan para remaja ini, terdapat persoalan yang lebih dalam. Banyak dari mereka berasal dari latar belakang keluarga yang minim perhatian dan penuh konflik.

“Kalau bicara dari hati ke hati, kita sedih. Ternyata anak-anak ini sebenarnya hanya ingin diperhatikan. Banyak orang tua terlalu sibuk, atau rumahnya penuh pertengkaran. Jadi, ini bukan semata soal kedisiplinan, tapi pemulihan karakter dan hubungan emosional juga,” katanya.

Ia berharap, para siswa yang mengikuti program ini bisa pulang sebagai pribadi yang lebih baik dan menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah maupun pergaulan mereka.

“Kami ingin anak-anak ini pulang dan bisa berkata kepada teman-temannya, ‘Ayo, kita berhenti tawuran. Lebih baik kita bersahabat dan saling mendukung.’ Itulah harapan besarnya,” tutup Lima.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dorong Kemandirian Fiskal, Kota Sukabumi Siap Sinkronkan Program Daerah dengan Arah Pusat

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian fiskal dan memperluas sumber-sumber pendapatan daerah. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 yang berlangsung di Surabaya.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 6 Mei 2025, para kepala daerah saling berbagi strategi dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan kota, khususnya dalam hal penguatan kapasitas fiskal. Wali Kota Sukabumi pun turut hadir dalam berbagai forum, termasuk Gala Dinner pada 7 Mei dan sesi pemaparan materi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, pada 8 Mei.

Menurut Ayep Zaki, materi yang disampaikan dalam Munas kali ini sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi. Ia menyoroti tiga poin penting yang menjadi fokus: penguatan pendapatan asli daerah (PAD), optimalisasi kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan revitalisasi aset untuk mendongkrak pendapatan.

“Semua yang dibahas dalam Munas Apeksi ini selaras dengan visi pembangunan Kota Sukabumi. Bahkan sudah kita masukkan ke dalam RPJMD 2025–2029 dan renstra masing-masing perangkat daerah,” jelasnya.

Ayep Zaki juga mengungkapkan bahwa Sukabumi tengah mempersiapkan langkah konkret melalui pembentukan Tim 11 yang bertugas khusus meningkatkan PAD. Upaya penyehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga sedang digencarkan, sebagai bagian dari transformasi keuangan daerah.

Selain itu, Pemkot Sukabumi sedang menjajaki kerja sama dengan pemerintah pusat dalam skema KPBU untuk pengembangan infrastruktur, termasuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Insyaallah kita akan memulai kick-off untuk program KPBU seperti PJU dan beberapa program lainnya,” ucapnya.

Dalam diskusinya dengan Wakil Menteri Bima Arya, Ayep Zaki menyatakan kesiapannya mengikuti arahan pusat guna memperkuat fiskal daerah. Ia juga menyampaikan langsung pesan kepada Direktur Keuangan agar BUMD dan BLUD Sukabumi benar-benar memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan daerah.

Di sisi lain, inisiatif lokal seperti pembentukan Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi ekonomi berbasis komunitas. “Saat ini sedang proses penyusunan struktur koperasi. Dana Abadi Rp10 juta per RT akan kita kelola sebagai modal koperasi, tentunya sesuai dengan regulasi,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Wali Kota mengungkapkan rencana pembangunan pusat kerajinan daerah melalui Dekranasda, yang akan dibangun di dekat kawasan TROK. Upaya ini menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi kreatif lokal dan penguatan identitas kota.

Dengan dukungan Forkopimda yang solid dan sinergi lintas sektor, Kota Sukabumi menunjukkan kesiapannya menjadi kota dengan kemandirian fiskal yang kuat, sekaligus selaras dengan arah pembangunan nasional.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Sukabumi Terima Kunjungan Pimpinan PT BSI, Bahas Kerjasama dengan Pemkab 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar Menerima Kunjungan Pimpinan PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. KCP Sukabumi Cibadak Pada Hari Kamis (8/05/2025) di Rumdin Pendopo Sukabumi.

Penerimaan kunjungan Direksi Bank BSI Cibadak ini dalam rangka silaturahmi dan perkenalan pimpinan Bank BSI Cibadak dengan Bupati Sukabumi, sekaligus memperkenalkan profil perusahaan dan program-program unggulan yang dimiliki Bank BSI Cibadak.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyambut baik inisiatif Bank BSI Cibadak untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan pemerintah kab sukabumi, terlebih dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kab. Sukabumi di sektor keuangan.

Sehingga diharapkan, pertemuan ini dapat menjalin sinergi yang produktif serta dapat membuka peluang kerjasama yang lebih luas antara Bank BSI Cibadak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terutama dalam menyukseskan program program prioritas Kabupaten Sukabumi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Soal Ditangkapnya Kades Cikujang, BPD Bersama Pemdes Segera Gelar Rapat Internal

0

Wartain.com || Menyikapi ditangkapnya Kades Cikujang, BPD bersama Pemdes segera gelar rapat internal. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Ece Mulyana, menyatakan pihaknya bersama Pemerintah Desa Cikujang akan segera mengadakan rapat pleno internal.

Langkah ini diambil menyusul penahanan Kepala Desa Cikujang, Heni Mulyani oleh Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sukabumi pada Rabu (7/5/2025), atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi.

“Kami belum bisa menentukan waktu pasti pelaksanaan pleno karena hari ini berencana menjenguk Bu Kades di Polsek Cikole, sebagai bentuk empati kemanusiaan,” ujar Ece di Kantor Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/5/2025).

Menurutnya, arahan untuk menggelar rapat pleno telah disampaikan oleh Kasi Binwas Kecamatan Gunungguruh. Ece juga menegaskan tidak ada konflik antara BPD dan Kepala Desa meski saat ini sang kades tengah menjalani proses hukum.

“Sebagai Ketua BPD, saya memiliki kepedulian secara kemanusiaan. Insya Allah, setelah Dzuhur kami akan menjenguk Bu Kades Heni,” lanjutnya.

Terkait kronologi penangkapan, Ece enggan berspekulasi. Ia menyebut bahwa pihaknya baru menerima surat resmi dari Unit Tipikor Polres Sukabumi Kota pada Rabu (7/5/2025), meski kabar penangkapan sudah terlebih dahulu beredar di masyarakat sejak Selasa (6/5/2025).

“Kami baru memperoleh kepastian melalui surat resmi sehari setelahnya,” ujarnya di hadapan Camat Gungguruh.

Ece berharap peristiwa ini dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki sistem pemerintahan di Desa Cikujang. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami ingin menjadikan Desa Cikujang lebih baik dengan dukungan pihak kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD),” harapnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)