26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 602

Surat  Cinta Teruntuk Raja : Kepada yang Mulia Raja Dedi Mulyadi

0

Oleh : Irawan/Wakil Ketua Pergunu Jawa Barat

(Pergunu adalah singkatan dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, sebuah badan otonom dari Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang menghimpun dan menaungi para guru, dosen, dan ustadz. Pergunu didirikan di Surabaya pada tahun 1958 berdasarkan rekomendasi Kongres Ma’arif tahun 1952).

Wartain.com || Yang Mulia Raja Dedi Mulyadi yang kami muliakan, Hamba sangat setuju bahwa Yang Mulia tidak perlu repot-repot meminta persetujuan DPRD Jawa Barat. Buat apa? Bukankah Daerah ini adalah Kerajaan dan bukan lagi provinsi yang tunduk pada prinsip demokrasi?

Segala urusan keuangan, pembangunan, hingga penentuan nasib rakyat sudah sepenuhnya berada di tangan Yang Mulia. Bahkan mungkin, para anggota dewan cukup menjadi pengiring upacara saja — bersorak ketika keputusan Yang Mulia diumumkan, dan mengangguk penuh takzim.

Kami maklum, Yang Mulia tentu tidak bisa diganggu oleh hal-hal remeh seperti transparansi, akuntabilitas, apalagi musyawarah. Bukankah keputusan raja adalah titah langit? Maka siapa lah kami — para rakyat kecil, guru-guru madrasah dan pesantren, yang hanya bisa berharap remah berkah dari kemurahan hati Yang Mulia.

Maka dari itu, teruslah bertitah, wahai Raja! Anggaran boleh disusun sendiri, ditandatangani sendiri, dicairkan sendiri. Kalau bisa, tak perlu juga ada BPK — nanti mengganggu kreativitas kerajaan.

Kami doakan, semoga Yang Mulia semakin bijak dalam menata kerajaan ini. Dan semoga para rakyat bisa terus belajar tentang demokrasi — langsung dari tangan seorang raja.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ruas Jalan Pangleseran-Cibatu Rusak Berat, Begini Kata Ferry Supriyadi

0

Wartain.com || Saat ini Jalan Pangleseran-Cibatu telah ramai diperbincangkan dan telah viral di media sosial. Pasalnya jalan tersebut telah rusak selama belasan tahun dan belum juga diperbaiki hingga saat ini.

Jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten, dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk memperbaikinya.

Dari informasi tersebut Ferry Supriyadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi dan merupakan Ketua Komisi IV menyebutkan akan segera memperbaiki ruas jalan tersebut.

“Saat mungkin yang menjadi permasalahan, tuntutan masyarakat Cibatu dan yang lainnya juga tentang jalan panggeleseran Cibatu yang rusak berat
dan mungkin viral juga akhir-akhir ini. Saya yang notabene anggota Dewan Asli Orang Cikembar tidak diam juga, terus berusaha mengejar supaya secepatnya terealisasi,” ujarnya setelah melaksanakan reses ke-2 tahun 2025 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assasul islamiyah Cibatu yang berada di Kampung Cibatu RT 03 RW 02, Desa Cibatu Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Kamis 08/05/2025.

Selanjutnya ia menyebutkan bahwa perbaikan ini akan dilaksanakan tahun sekarang.

“Dan insya Allah tahun ini ada progres realisasi pembangunan Jalan Pangleseran Cibatu yang mudah-mudahan bisa direalisasikan mungkin dalam bulan ini atau bulan depan,” tegasnya.

“Sehingga tuntutan masyarakat bisa secepatnya selesai, infrastruktur di sini membaik dan masyarakat bisa menikmati dengan baik dan berdampak terhadap lingkungan, ekonomi dan keselamatan dari masyarakat disini,”tambahnya.

Perbaikan ruas jalan tersebut menjadi prioritas bagi Ferry untuk segera merealisasikannya. Selain itu seperti diberitakan sebelumnya yang menjadi prioritas utama tadi selain jalan perbaikan adalah berantas pungli.

Ia mengimbau “Kepada masyarakat apabila memang ada korban dari proses praktek pungli itu silahkan laporkan ke kami dengan data dan fakta dan bukti yang akurat sehingga kami bisa cepat bertindak kalau hanya curhat tanpa ada fakta data juga kita mau nindak siapa gitu, siapa yang dirugikan dan siapa yang menjadi pelaku gitu kan bingung,” pungkasnya.***

Foto : Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi Laksanakan Reses ke Dua Tahun 2025 

0

Wartain.com || Ferry Supriyadi,S.H, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, yang sekaligus sebagai Ketua Komisi IV Fraksi Partai Golkar mengadakan reses ke-2 tahun sidang 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assasul Islamiyah Cibatu yang berada di Kampung Cibatu RT 03 RW 02, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis 08/05/2025.

Hadir dalam kesempatan ini Pemerintah Desa Cibatu, Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan stakeholder lainnya.

Reses ini menjadi ajang silaturrahmi dan menyerap aspirasi anggota masyarakat yang berada di Desa Cibatu.

Ferry menyebutkan ada beberapa hal yang menjadi catatan, diantaranya irigasi yang rusak pasca bencana serta Fasum lainnya.

“Karena Desa Cibatu ini bisa dibilang lumbung pertanian di Kecamatan Cikembar, dan permasalahan yang terjadi sekarang adalah banyaknya irigasi yang rusak pasca bencana kemarin, dan masyarakat berharap secepatnya ada penanganan,” tuturnya.

Selain itu Ferry menambahkan masih maraknya pungutan liar (pungli) ketenagakerjaan. “Seperti biasa masalah pungli ketenaga kerjaan, berharap sebagai warga asli Cikembar bisa mendapatkan hak bekerja dengan mudah seperti seyogianya masyarakat di kawasan industri yang lain,” tambahnya.

Lebih lanjut Ferry menjelaskan ada beberapa poin juga yang disampaikan tentang fasilitas madrasah diniyah, sarana pendidikan, sarana air bersih yang masyarakat keluhkan saat ini.

“Madrasah Diniyah yang dibawah Kementerian Agama yang hampir rusak berat. Tentunya beberapa hal yang menjadi harapan masyarakat Desa Cibatu, ini jadi bahan aspirasi yang akan kita dorong dan kita perjuangkan agar secepatnya terealisasi dan bisa langsung dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.***

Foto : Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Pajak Kopi di Sukabumi Jadi Sorotan, DPRD Klaim Belum Pernah Diajak Diskusi

0

Wartain.com || Kebijakan baru Pemerintah Kota Sukabumi yang mulai memberlakukan pungutan Pajak Barang (PB 1) pada sektor kuliner, khususnya kedai kopi, menuai perhatian publik. Kini, setiap pembelian minuman kopi di coffee shop dikenakan pajak sebesar 5 persen, yang dalam rencana ke depan akan meningkat secara bertahap hingga mencapai 10 persen. Selain itu, konsumen juga tetap dibebani Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Alhasil, total beban pajak yang ditanggung pembeli saat ini mencapai 15 persen.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Muchendra, mengungkapkan bahwa pihak legislatif belum pernah diajak berdiskusi terkait kebijakan pajak baru tersebut. “Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi ke DPRD. Saya sebagai Ketua Komisi II dan juga anggota Badan Anggaran tidak pernah mendapatkan informasi mengenai penerapan pajak 5 persen ini,” ujarnya pada Kamis (8/5/2025).

Menurut Muchendra, sejauh ini belum ada dasar hukum yang jelas berupa Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait kebijakan tersebut. Ia menyatakan akan segera memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sukabumi untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Kami perlu memastikan kebenaran wacana ini. Jika memang betul diterapkan, apakah perwal atau perdanya sudah dibuat? Kami akan klarifikasi langsung ke pihak terkait,” tambahnya.

Muchendra juga mengingatkan agar kebijakan pajak ini tidak diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan klasifikasi usaha. Ia menilai, tidak semua kafe memiliki kemampuan finansial yang sama.

“Perlu ada kajian segmentasi. Kalau kafe kelas atas mungkin masih bisa dikenakan pajak lebih tinggi, tapi bagaimana dengan usaha kecil menengah? Jangan sampai membebani pelaku usaha yang masih berkembang,” tuturnya.

DPRD, lanjutnya, akan mendalami kebijakan ini lebih lanjut bersama pihak eksekutif agar penerapannya adil dan tepat sasaran.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Ade Sambut Kunker Danlanal Bandung, Bahas Program untuk Masyarakat  

0

Wartain.com || Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung, Kolonel Laut (P) Muhamad Taufik melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi dan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman serta unsur Forkopimda dan Camat Palabuhanratu, di Pendopo Palabuhanratu, Kamis (8/5/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari respons cepat TNI AL terhadap serangkaian bencana alam yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa bulan terakhir.

Danlanal Bandung menyatakan bahwa wilayah Palabuhanratu memiliki potensi bencana yang cukup besar dan pihaknya siap membantu masyarakat melalui program kemanusiaan.

“Terdapat dua program utama yang diinisiasi, yakni pembangunan Jembatan Gadog dan Jembatan Cijambe di Palabuhanratu,” jelasnya.

Danlanal menjelaskan Program tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan keputusan dan perencanaan teknis, khususnya untuk Jembatan Cijambe. Bantuan ini juga melibatkan alumni TNI AL Angkatan 93 yang turut memberikan dukungan dana.

“Pembangunan jembatan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas warga di dua kampung yang terhubung oleh Jembatan Cijambe,” ujarnya.

Beliau menambahkan jika proses pembangunan berjalan lancar, peresmian jembatan akan dihadiri oleh pejabat tinggi TNI AL. TNI AL juga berencana menggelar program “Go Green” yang mengajak masyarakat membersihkan sampah di area jembatan dan kawasan pantai, bertepatan dengan peresmian jembatan nantinya.

Sekda Ade Sambut Kunker Danlanal Bandung, Bahas Program untuk Masyarakat   (foto : Istimewa)

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AL terhadap Kabupaten Sukabumi yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami serangkaian bencana alam besar, seperti pada 4 Desember 2024, 6 Maret, 6–7 April, dan terakhir pada 6 Mei 2025.

“Sukabumi menjadi daerah kedua terdampak paling parah setelah Cianjur. Ribuan rumah terdampak dan saat ini masih ada warga yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Pemkab Sukabumi juga mengapresiasi pengerukan sungai Ciranca yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat sebagai langkah antisipatif lanjutan.

“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucapkan terimakasih kepada pak Danlanal atas bantuan untuk Kabupaten Sukabumi. Semoga ini menjadi amal ibadah,” ungkapnya.

Dalam penerimaan tersebut dilakukan penyerahan cenderamata antara Danlanal Bandung dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Jembatan Cijambe serta area terdampak bencana di Kampung Kebon Kalapa Tipar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Hadiri Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025-2029

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025-2029 dan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang dilanjutkan dengan Dialog Interaktif Pembangunan Jawa Barat Tahun 2025-2029, bertempat di Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata (Gedung Kenegaraan Cirebon), Jl. Siliwangi No. 14 Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon. Rabu(07/05/2025).

Adapun tema Musrenbang kali ini adalah mengusung tema ‘Menyongsong Jawa Barat Istimewa: Percepatan Transformasi Layanan Dasar’ yang sejalan dengan visi ‘Jawa Barat Istimewa: Lembur Diurus, Kota Ditata’. Tema tersebut menggambarkan tekad Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan pembangunan yang menyentuh semua lapisan masyarakat, baik di wilayah perdesaan (lembur) maupun perkotaan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam sambutannya menegaskan bahwa pentingnya keterlibatan semua pihak lintas sektor demi mewujudkan komitmen pembangunan Jawa Barat menuju kondisi masyarakat yang subur, makmur, tenteram, dan tertata (Gemah Ripah Repeh Rapih).

Proses penyusunan RPJMD 2025–2029 dibangun dengan prinsip keterpaduan melalui tahapan Gerbang Pancaniti: Niti Harti, Niti Surti, Niti Bukti, Niti Bakti, dan Niti Sajati.

Strategi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara pembangunan pusat dan daerah, sekaligus dapat mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat dan mendorong percepatan capaian pembangunan daerah.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

653 Lowongan Pekerjaan Dibuka Pada Kegiatan VOCADU

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebanyak 653 lowongan pekerjaan dari 30 perusahaan dibuka pada kegiatan Vocational Career & Education Expo (VOCADU) yang digelar SMKN 1 Bandung, Rabu (7/5/2025).

Selain dunia usaha dunia industri, kegiatan tersebut mengundang perguruan tinggi bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat mengatakan, peningkatan kualitas dan kualifikasi pendidikan adalah suatu keharusan. Sehingga, pilihan lulusan SMK bukan hanya bekerja atau berwirausaha, tapi juga bisa melanjutkan.

“Prosesnya bisa saja bekerja atau berwirausaha sambil melanjutkan (pendidikan) atau melanjutkan (pendidikan) baru bekerja. Saya harap, anak-anak kita harus disiapkan,” tuturnya saat membuka kegiatan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Jabar, Edy Purwanto pun mengapresiasi sekolah karena lowongan yang dibuka bukan hanya dunia usaha dunia industri dalam negeri, tapi juga luar negeri yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan se-Bandung Raya.

Sedangkan Kepala SMKN 1 Bandung, Yuyun Syarifuddin menjelaskan, VOCADU adalah upaya sekolah untuk menjembatani informasi karier vokasi dan pendidikan tinggi kepada siswa.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menyingkap Rahasia Maksud Dzikir dan Sholawat

0
Oplus_131072

Oleh : Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Makna dzikir dan shalawat dalam tingkat hakikat dan makrifat jauh
melampaui sekadar pengucapan lisan. Ia menyentuh inti kesadaran, hubungan batin dengan Tuhan dan Rasul, serta realitas terdalam keberadaan manusia. Penjelasan maknanya dalam dua tingkat itu:

1. Dzikir (ذِكر) dalam Hakikat dan Makrifat

Secara Hakikat:

Dzikir adalah hadirnya hatii bersama Allah. Bukan hanya menyebut nama-Nya, tapi menyadari keberadaan-Nya dalam segala sesuatu.

Hakikat dzikir adalah kesadaran Ilahiyah yang terus-menerus, yakni menyadari bahwa tiada yang wujud kecuali Allah (lā mawjūda illā Allāh).

Dalam dzikir hakiki, hati bukan hanya mengingat,i tapi menyatu dalam hadirat-Nya, seolah tiada lagi tabir antara hamba dan Tuhan.

“Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut…” (QS. Al-A’raf: 205)

Secara Makrifat:

Dzikir adalah pembukaan tabir antara hamba dan Yang Maha Disembah.

Dalam makrifat, dzikir bukan lagi aktivitas, tapi keadaan jiwa: fana dalam al-Haqq (lenyap dari diri, tinggal dalam Allah).

Ia menjadi napas ruhani, di mana setiap detik adalah pengakuan batin: Lā ilāha illā Anta — Tiada selain Engkau.

Orang ‘arif tidak lagi berdzikir untuk mengingat Allah, karena Allah-lah yang berdzikir dalam dirinya.

2. Shalawat dalam Hakikat dan Makrifat

Secara Hakikat:

Shalawat adalah pantulan cinta Allah kepada Rasulullah, yang kemudian dipantulkan oleh makhluk kepada Sang Kekasih (Muhammad).

Shalawat adalah bentuk pengakuan akan kemuliaan Nur Muhammad, yang menjadi asal segala ciptaan.

Dalam hakikat, shalawat adalah keterhubungan spiritual antara hamba dengan Rasulullah, menyambungkan jiwa kita kepada pusat cinta dan cahaya Ilahi.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkan salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Secara Makrifat:

Shalawat adalah jalan masuk ke rahasia Nur Muhammad, yang menjadi cermin pertama Tajalli Allah.

Dalam makrifat, shalawat bukan sekadar pujian, tapi keterhubungan batin dengan sumber cahaya hakikat insan kamil.

Ia adalah cara ruhani untuk menyaksikan cahaya kenabian dalam diri, karena Muhammad bukan sekadar sejarah, tapi hakikat ruh setiap manusia yang mengenal Tuhan.

Orang ‘arif melihat Rasulullah sebagai cahaya dirinya yang paling sejati, sehingga bershalawat berarti bersatu dengan asal-usul ruhani kita.

Kesimpulan Maknawi

Dzikir adalah jalan menuju kesadaran Ilahiyah.

Shalawat adalah jembatan menuju kesadaran Muhammadiyah.

Keduanya adalah dua sayap ruh untuk terbang menuju Hadirat Tuhan: satu melalui Nama-Nya, satu melalui Wajah Kekasih-Nya.

“Dzikir membawamu ke hadirat Allah. Shalawat membawamu ke pelukan Rasulullah. Dan dari sanalah ruhmu mengenal bahwa ia tak pernah terpisah dari Cinta yang Maha Abadi.” (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Terus Dorong Ekspansi ke Eropa Wamen P2MI Bidik Yunani untuk PMI Terlatih

0

Wartain.com || Pemerintah Indonesia melalui Kementerian P2MI akan serius terkait penempatan pekerja migran ke Yunani. Sebagai informasi, Yunani saat ini memerlukan sekitar 250 ribu pekerja di segala sektor, utamanya kesehatan, hospitality hingga pertanian dan perkebunan musiman.

Hal itu terungkap dalam diskusi koordinasi secara daring antara Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan secara daring, Selasa (6/5/2025).

“Kita ingin membuka pasar-pasar penempatan pekerja migran baru di Eropa, termasuk Yunani,” kata Wamen Christina.

“Harapannya kementerian mendapat banyak insight (masukan) dari Pak Dubes soal peluang penempatan pekerja migran,” tambahnya.

KemenP2MI, lanjut Wamen Christina, juga menawarkan beberapa skema penempatan yang bisa dijajaki, antara lain skema pemerintah dengan pemerintah, pemerintah dan privat, ataupun antara agensi.

Selain itu, KemenP2MI juga bekerja sama dengan berbagai sekolah vokasi lintas kementerian yang bisa menyumbang pekerja migran terlatih (skilled) untuk pemenuhan berbagai sektor yang diperlukan di Yunani.

“Lewat diskusi ini, bersama KBRI Athena kami akan mengerucutkan sektor apa saja yang harus diseriusi, termasuk menyiapkan kompetensi pekerja migran sesuai kebutuhan user di Yunani dan secara paralel melakukan pemetaan agency besar di Yunani untuk dipertemukan dengan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia),” imbuh Christina Aryani.

Di sisi lain, Duta Besar Indonesia untuk Yunani, Bebeb Djundjunan menyebut ada peluang penempatan pekerja migran semi _skilled_ dan musiman di Yunani.

“Terbesar saat ini di bidang pertanian dan perkebunan. Sebagian besar pekerja migran ini bekerja musiman, untuk kurun waktu tertentu. Rata-rata 9 bulan menjadi pemetik buah,” katanya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sinkronisasi waktu dan Peristiwa: Mengenal Hari Nahas dalam Al-Qur’an

0

Oleh : AM Soleh/ Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak – Kalimantan Barat

Wartain.com || Orang tua kita sejak zaman dahulu, sebelum melakukan suatu aktivitas -terutama hal-hal yang bersifat penting- seperti hari pernikahan, buka usaha baru, pindah rumah baru dsb. jauh-jauh hari mereka telah memilih hari baik bahkan telah memilih/menentukan jam yang baik, mereka sangat menghindari hari-hari dan jam yang nahas untuk aktivitas yang baik.

Dalam Astrologi Abu Ma’syar al-Falaki terdapat konsep siklus (dawur) waktu beserta karakteristiknya pada perputaran hari yang tujuh bahkan pada setiap jamnya, apakah dia sa’adah, nahas bahkan mumtajizah (bercampur). (Lihat abu masyar alfalaki)

Tahukah anda bahwa istilah “hari nahas” ternyata ada dalam Al-Qur’an. Terdapat dua ayat dalam dua surat yang berbeda yang menyebutkan tentang HARI NAHAS ;
pertama: dalam bentuk mufrad (tunggal) “yaumi nahsin” ( يوم نحس ) dalam surat Al-Qamar ayat 19 :

1. إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ
“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada HARI NAHAS yang terus menerus.” (Q.S al-Qamar (54:19)

Allah Ta’ala berfirman, memberitakan tentang kaum ‘Ad, kaum Nabi Hud, bahwa mereka mendustakan rasul mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh. Allah Ta’ala mengirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin dan keras, pada hari nahas ( يوم نحس ), yaitu hari yang membawa malapetaka bagi mereka. Hal ini dikatakan oleh Ad-Dhahhak, Qatadah, dan As-Suddi (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

kedua: dalam bentuk jamak “Ayyamin nahisaatin” ( ايام نحسات ) dalam surat fushilat ayat 16:

2. { فَأَرۡسَلۡنَا عَلَیۡهِمۡ رِیحࣰا صَرۡصَرࣰا فِیۤ أَیَّامࣲ نَّحِسَاتࣲ لِّنُذِیقَهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡیِ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡـَٔاخِرَةِ أَخۡزَىٰۖ وَهُمۡ لَا یُنصَرُونَ }

Artinya: Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan. [Surat Fushilat: 16]

Firman Allah “Dalam beberapa hari yang membawa sial” ( ايام نحسات ) yaitu hari-hari yang beruntun, “tujuh malam dan delapan hari secara terus-menerus” (Al-Haqqah: 7), seperti firman-Nya “Pada hari nahas yang terus-menerus” (Al-Qamar: 19). Yaitu, mereka mulai merasakan azab ini pada hari nahas yang menimpa mereka, dan azab itu terus berlanjut selama tujuh malam dan delapan hari hingga mereka semua binasa. ( Tafsir Ibnu Katsir )

Dalam konteks konsep waktu berikut karakteristiknya, selain menyebutkan Hari yang bersifat Nahas, pada ayat lain, Al-Qur’an juga secara tegas menyebutkan malam yang diberkahi ( ليلة مباركة ) yakni malam saat diturunkannya Al-Qur’an (QS 44:3), Dalam surat al-Qadar ayat 1 malam yang penuh berkah itu disebut dengan Lailatul Qadr ( ليلة القدر ).

Jika kita lacak dalam kitab I’rab Al-Qur’an Li ad-du’as; kalimat يوم نحس dan ايام نحسات : bahwa نحس merupakan sifat dari يوم, dan نحسات adalah sifat dari ايام, begitu juga ليلة مباركة bahwa مباركة merupakan sifat dari ليلة. (Lihat I’rab Al-Qur’an Li ad-Du’as)

Atas dasar ini Jika kita tela’ah secara seksama, bahwa dalam ayat-ayat tersebut diatas, ada hikmah yang bisa kita petik yaitu bahwa Allah SWT menceritakan tentang dua peristiwa berbeda yang terjadi pada Waktu berbeda dengan karakteristik yang berbeda pula. yaitu *pertama*: menurunkan adzab pada hari yang nahas, dan *kedua*: menurunkan Al-quran pada malam yang penuh berkah

Ini mengandung pelajaran tentang sinkronisasi antara peristiwa dan waktu, bagaimana Allah SWT memberikan contoh harmonisasi keduanya dengan tepat, yaitu menempatkan peristiwa yang baik (Nuzulul Qur’an) dilakukan pada waktu yang baik, dan peristiwa yang menimbulkan keburukan (adzab) dilakukan pada waktu yang berkarakter nahas.

Beberapa ulama hikmah seperti imam Ali al-Buni dan Abu Ma’syar al-Falaki telah melakukan kajian mendalam pada siklus waktu. siklus waktu ini dibagi dengan perputaran hari yang tujuh (ahad – senin – selasa – rabu – kamis – jum’at – sabtu), tercakup 12 jam siang dan 12 jam malam berikut karakteristik nya masing-masing, tujuannya Agar kaum muslimin mudah melakukan sinkronisasi sehingga tercipta keselarasan antara waktu dan peristiwa dengan tepat. (Lihat kitab Syamsu al-ma’arif al-kubra)

Beberapa aktifitas yang baik seperti melamar, buka usaha, penandatanganan kontrak usaha, dsb seyogyanya dikerjakan pada waktu yang bagus. Dan Aktivitas yang menimpakan Keburukan seperti membasmi hama, menyerang musuh dsb seyogyanya dikerjakan pada waktu berkarakter nahas.

Caranya yaitu dengan mencocokkan aktivitas dengan jadwal hari yang tujuh dan jamnya Masing-masing pada kalender bulan Qomariyah. Sebagai contoh: Umpamanya anda akan melangsungkan pernikahan pada bulan Dzulhijjah 1446 H, maka carilah pada kalender bulan Qamariyah lalu cocokan pada jadwal; hari apa, tanggal berapa, dan jam berapa yang baik/sa’adah agar tambah-tambah kebaikan dan keberkahan, hindari hari-hari atau jam yang berkarakter nahas. Namun ketika anda hendak menaklukkan musuh atau meluncurkan nuklir maka carilah waktu yang berkarakter nahas, agar maksimal dampak yang ditimbulkannya.

Kesimpulan

Semua hari itu adalah baik, itu benar adanya. adapun sa’adah maupun nahas itu hanyalah sifat/karakteristik yang telah Allah SWT tetapkan padanya. Tinggal kita sebagai manusia pandai-pandai menempatkan aktivitas yang tepat pada waktu yang tepat sehingga tidak menimbulkan mudharat.

Hari yang sa’adah itu baik jika digunakan padanya aktivitas yang mengandung kebaikan, dan hari yang nahas juga baik apabila digunakan untuk melakukan aktivitas yang sinkron seperti menimpakan Keburukan.

Hal ini Persis seperti pada kasus ketika Allah SWT telah menetapkan Karakteristik memotong pada pisau, atau karakteristik membakar pada api. Keduanya baik jika kita gunakan dengan seharusnya. Dan akan menimbulkan mudharat jika salah dalam penggunaannya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)