26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 599

KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Sukabumi Demi Keselamatan

0

Wartain.com || Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar yang berada di KM 54+305, tepatnya di Kampung Babakan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (9/5/2025).

Penutupan dilakukan di petak jalan antara Stasiun Cisaat dan Stasiun Sukabumi, yang sebelumnya telah melalui proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan bahwa perlintasan sebidang liar merupakan akses lintasan yang dibangun tanpa izin resmi dan tidak dilengkapi perangkat keselamatan seperti palang pintu, sinyal, atau petugas penjaga. “Keberadaan perlintasan liar sangat berisiko menimbulkan kecelakaan, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” jelas Ixfan.

Penutupan ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen KAI dalam menegakkan aturan keselamatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 94 disebutkan bahwa perlintasan sebidang tanpa izin wajib ditutup demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka perlintasan liar dan hanya melintas di perlintasan resmi yang sudah dilengkapi perlengkapan keselamatan,” tegasnya.

Ixfan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan warga, tokoh masyarakat, serta perangkat kelurahan yang turut membantu proses penutupan tersebut. Ia memastikan, penutupan perlintasan liar akan dilakukan secara bertahap di berbagai titik rawan kecelakaan di wilayah Daop 1 Jakarta.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam mewujudkan transportasi kereta api yang aman, andal, dan bebas dari potensi bahaya akibat perlintasan tidak resmi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sat Narkoba Polres Garut Kembali Amankan Puluhan Botol Miras

0

Wartain.com ||  Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Garut kembali menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 29 botol miras berbagai merek di Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan tarogong kidul dan Jalan Panday Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Dua pelaku yang di amankan Sdr. R (38) warga Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota dan Sdr. A (36) Warga Desa Mekargalih Tarogong Kidul. Jumat Malam (9/5/2025).

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Narkoba, AKP Usep Sudirman, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan angka peredaran miras yang berpotensi memicu gangguan ketertiban masyarakat.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, razia miras akan terus kami lakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan akibat konsumsi minuman beralkohol,” ujar Kasat Narkoba.

Dalam operasi ini, petugas menyisir sejumlah warung, toko, dan lokasi lain yang di sinyalir menjadi tempat penjualan miras ilegal. Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan langsung dibawa ke Mapolres Garut untuk proses lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap kondusif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama terkait peredaran miras dan narkoba.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, di harapkan situasi di Kabupaten Garut tetap aman dan nyaman.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jangan Korbankan Pemuda Demi Beton Jalan

0
Oplus_131072

Oleh : Dadan Diarnajarisma/Aktivis Muda NU Jawa Barat

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah gencar membangun infrastruktur. Jalan diperlebar, konektivitas diperkuat, dan geliat pembangunan fisik tampak ke mana-mana. Namun, di balik euforia itu, ada sektor krusial yang justru tersisih: pemberdayaan pemuda.

Salah satu indikasi nyata adalah pemangkasan anggaran untuk organisasi kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Padahal, KNPI adalah wadah strategis bagi lahirnya pemimpin muda dan agen perubahan yang berkualitas di tengah masyarakat.

Kebijakan ini memperlihatkan ketimpangan prioritas dalam pembangunan. Di satu sisi, pemerintah bicara soal investasi jangka panjang, tapi di sisi lain, sektor pembinaan generasi muda justru ditekan. Ini bukan soal besar-kecilnya anggaran, tapi soal keberpihakan.

Kami, para pemuda Jawa Barat, tidak menolak pembangunan fisik. Namun kami menolak jika pembangunan itu mengorbankan aspek strategis seperti kepemudaan. Jalan bisa mempercepat perjalanan, tapi pemuda yang berdaya akan mempercepat kemajuan bangsa.

Perlu diingat, dalam UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, disebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab menyediakan anggaran dan fasilitas pendukung bagi kegiatan pemuda. Maka jika pemberdayaan ini dikesampingkan, itu artinya Pemprov Jabar sedang abai pada kewajiban konstitusionalnya.

Gubernur harus membuka mata: pemberdayaan pemuda bukan formalitas. Ia adalah fondasi jangka panjang yang tidak bisa dinomorduakan. Karena di tangan pemuda, masa depan Jawa Barat akan ditentukan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pendidikan Karakter Panca Waluya Diapresiasi Banyak Kementerian 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Program Pendidikan Karakter Panca Waluya diapresiasi oleh berbagai kementerian. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Pendidikan Karakter di Jabar bertempat di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

“Kita diundang sebagai narasumber yang dihadiri oleh berbagai kementerian. Kita bahas dari semua sisi, dari regulasi hingga pelaksanaan dan alhamdulillah mendapat respons positif. Bahkan, ada wacana ini akan dijadikan best practice di tingkat nasional atau bagi daerah lain,” ungkapnya.

Plt. Kadisdik menegaskan, pendapat tersebut membuktikan bahwa pendidikan karakter yang dilaksanakan bukanlah wajib militer, tapi pendidikan yang berbasis pendidikan karakter dan bela negara yang sudah diatur dalam berbagai regulasi yang ada, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Pemprov Jabar, lanjutnya, juga akan fokus pada monitoring dan evaluasi setelah program pendidikan karakter selesai dilakukan oleh para siswa.

Rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanaan Republik Indonesia tersebut, dihadiri oleh berbagai kementerian lainnya. Antara lain, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Plh. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Disdik Jabar, Ai Nurhasan dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jabar, Wahyu Mijaya.***

Foto : Disdik Jabar

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bertemu Wamen P2MI Vasko Ruseimy Minta Perhatian Khusus untuk PMI Sumbar

0

Wartain.com || Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Vasko menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Alhamdulillah, kita diskusi banyak dengan Pak Wakil Menteri BP2MI. Saya titip Sumatera Barat, mudah-mudahan ke depan ada sinkronisasi yang baik antara pusat dan provinsi, supaya urusan pekerja migran asal Sumbar makin diperhatikan,” ujar Vasko.

Wagub Sumbar juga mengungkapkan harapannya agar Kementerian P2MI dapat memberikan perhatian khusus terhadap pekerja migran asal Sumatera Barat.

“Saya minta tolong diperhatikan Sumatera Barat Pak Wamen, mudah-mudahan ada sinkronisasi pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi Sumbar,” tambahnya.

Menanggapi harapan tersebut, Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla menyatakan komitmennya untuk membantu dan memberikan perhatian khusus terhadap pekerja migran asal Sumatera Barat.

Hal ini menunjukkan adanya respons positif dari pemerintah pusat terhadap upaya perlindungan pekerja migran yang berasal dari Ranah Minang.

Pertemuan ini menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat yang merupakan perwakilan Kementerian P2MI di daerah.

Melalui akun Instagram resminya, BP3MI Sumbar menyatakan, “Suatu kehormatan bagi kami selaku perwakilan @kemenp2mi di Sumbar. BP3MI Sumbar siap berkolaborasi dengan Uda Wagub melayani PMI Ranah Minang, Pai Migran Pulang Juragan.”

Pertemuan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui akun Instagram @udavasko, banyak netizen yang memberikan dukungan dan apresiasi.

Salah satunya dari Wamen P2MI sendiri, Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang berkomentar, “Terima Kasih Uda Wagub, Sukses Membersamai Perjuangan untuk Masyarakat Sumbar”.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polres Garut Gelar Apel Gabungan Persiapan Nobar Persib

0

Wartain.com || Polres Garut melaksanakan pengamanan kegiatan Nobar (Nonton Bareng) suporter bola Garut dalam pertandingan Persib Bandung vs Barito Putera di wilayah Kabupaten Garut. Jumat (08/05/2025).

Apel tersebut dilaksanakan di Alun-alun Garut dan dihadiri oleh TNI-Polri, Dishub dan Satpol PP.

Tujuan dari apel gabungan ini adalah untuk memastikan keamanan dan ketertiban baik saat berjalannya pertandingan maupun setelah pertandingan.

Petugas gabungan akan disiagakan dibeberapa titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan para suporter agar meninggalkan lokasi dengan tertib.

Kegiatan nobar ini akan dilaksanakan di Lapang Alun-Alun Garut dan Cafe Teras Cimanuk.

Dalam kegiatan tersebut, suporter bola Garut akan melakukan corteo (konvoi jalan kaki) dari Pendopo hingga Alun-Alun Garut.

Setelah kegiatan Nobar, suporter bola Garut juga melakukan konvoi kendaraan dengan rute yang telah ditentukan.

Polres Garut melaksanakan pengamanan secara ketat untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

“Dengan adanya pengamanan yang ketat, diharapkan kegiatan Nobar suporter bola Garut dapat berjalan dengan lancar dan aman, serta masyarakat dapat menikmati pertandingan sepak bola dengan nyaman,” pungkas salah satu petugas

Dari informasi yang didapatkan terakhir Persib Vs Barito Putera mendapatkan seri yaitu 1-1.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tim Jago Presisi Satsamapta Polres Cianjur Amankan Puluhan Botol Miras Saat Patroli Malam

0

Wartain.com || Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Cianjur, Tim Patroli Jago Presisi Satsamapta Polres Cianjur kembali melakukan kegiatan patroli malam pada Kamis, 8 April 2025 mulai pukul 22.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan patroli ini menyasar berbagai bentuk potensi gangguan Kamtibmas, terutama peredaran minuman keras (miras), serta tindak kriminalitas C3 (curas, curat, dan curanmor), serta kejahatan lainnya.

Pada pukul 22.30 WIB, Tim Jago Presisi menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas pengedaran minuman beralkohol tanpa izin di wilayah Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Tim Jago Presisi langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan 28 botol minuman beralkohol dari berbagai jenis yang diduga dijual secara ilegal. Petugas kemudian mengamankan satu orang terduga pelaku atas nama:

“Berinisial. ISP, Umur: 20 tahun, Jenis kelamin: Laki-laki, Alamat: Kp. Babakan RT 003 / RW 009, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur,” ucap salah satu petugas.

Barang Bukti yang Diamankan:

28 (dua puluh delapan) botol minuman beralkohol dari berbagai merek dan jenis

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Cianjur untuk dilakukan proses Tindak Pidana Ringan (Tipiring) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan patroli ini merupakan bentuk komitmen Polres Cianjur, khususnya Satsamapta, dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di masyarakat, sekaligus menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan keresahan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abd Malik

(Intan)

Diwarnai Hujan Kartu, Persib Ditahan Imbang Barito Putera 1-1 pada Pekan ke-32 BRI Liga 1

0
Oplus_131072

Wartain.com || Walaupun Persib sudah memastikan diri menjadi juara Liga 1 2024-2025 butuh gol menit akhir untuk mengamankan hasil imbang 1-1 kala bersua Barito Putera. Partai pekan ke-32 Liga 1 2024-2025 antara Persib Bandung vs Barito Putera dilangsungkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (9/5/2025).

Hasil Persib vs Barito Putera berakhir imbang 1-1. Barito Putera unggul lebih dahulu via Jaime Moreno (45+2′).

Persib kemudian menciptakan gol penyama kedudukan pada masa injury time setelah Yuswanto Aditya (90+8′) salah membelokkan operan silang Gustavo Franca.

Hasil ini tentu kurang menyenangkan bagi Persib yang datang ke pertandingan kontra Barito Putera dengan status baru. Maung Bandung merupakan juara Liga 1 2024-2025.

Kepastian Persib menjadi juara muncul usai sang rival di papan atas, Persebaya, ditahan imbang 3-3 oleh Persik Kediri pada Senin (5/5/2025) silam.

Setelah dipastikan juara, Persib pun berambisi mengakhiri musim secara sempurna. Mereka ingin menyapu bersih tiga laga sisa dengan kemenangan, dimulai dengan duel kontra Barito Putera. Karena itu, bukanlah hal yang aneh apabila Persib tampil menekan sejak awal laga melawan Barito Putera.

Tim tuan rumah beralias Maung Bandung sangat dominan dalam penguasaan bola pada rentang 10 menit pertama laga. Persib pun menciptkan kans emas pada menit ke-14. Ryan Kurnia menyodorkan bola enak di dalam kotak penalti kepada Gervane Kastaneer.

Namun, Kastaneer yang tinggal mendorong ke gawang kosong, mendapati tembakannya masih melenceng. Selang dua menit, Persib mengancam lagi via tembakan diagonal sang gelandang serang, Tyronne del Pino. Kebuntuan belum pecah karena sepakan kaki kiri Tyronne masih melenceng ke sebelah kanan gawang Barito Putera.

Upaya Tyronne via situasi tendangan bebas pada menit ke-25 jugan masih mentah di tangan kiper Barito Putera, Banua Nor Halid. Pergerakan apik Edo Febriansah tiga menit kemudian, juga belum cukup untuk mengoyak gawang Barito Putera.

Barito Putera yang terus tertekan sepanjang babak pertama, justru bisa bikin gol via sepakan Jaime Moreno pada masa injury time (45+2′).

Menerima operan Natanael Siringoringo, Jaime Moreno melakukan penyelesaian dingin dan menaklukkan Kevin Ray Mendoza.

Persib mencoba memberikan respons usai masa rehat. Nick Kuipers dan Tyronne mampu melepas tembakan tepat sasaran. Akan tetapi, upaya kedua pemain tersebut belum mampu menembus gawang Barito Putera.

Pada menit ke-83, upaya Persib mengejar kian sulit usai mereka kehilangan Edo Febriansah yang harus keluar lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua.

Ketegangan sempat terjadi di masas injury time ketika tekel keras dari belakang yang dilakukan Murilo, menghambat laju Febri Hariyadi.

Wasit akhirnya cuma memberikan kartu kuning atas pelanggaran itu. Persib kemudian menciptakan gol penyama kedudukan pada masa injury time setelah Yuswanto Aditya salah membelokkan operan silang Gustavo Franca.

Yuswanto tak bisa mengendalikan bola yang mengarah ke badannya. Si kulit bulat bergerak ke arah sang kiper, Banua Nor Halid, yang sejatinya mampu menjangkau bola.***

Foto : Tangkapan Layar/IP News

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menghidupkan Cinta: Mari Kita Renungkan Bersama dengan Terang Hati dan Jernih Jiwa, Siapa Tuhan yang Dilupakan Itu?

0
Oplus_131072

Oleh : Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Tuhan yang dilupakan bukan berarti Tuhan itu tidak ada,
melainkan kesadaran manusia akan Tuhan yang sejati telah pudar.

Ia bukan sosok yang absen, melainkan yang tertutup oleh debu kealpaan dan selimut ego.

Tuhan yang dilupakan adalah:
Tuhan Yang Mahakasih,
yang menciptakan manusia karena cinta, bukan karena murka.

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Ku (beribadah kepada-Ku).”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

“Sesungguhnya Aku adalah harta tersembunyi, lalu Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan makhluk.”
(Hadis Qudsi)

Tuhan yang tidak bisa dimiliki oleh satu golongan, tidak bisa diklaim eksklusif oleh satu agama, mazhab, atau otoritas.

“Kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 115)

Tuhan yang dekat, yang lebih dekat dari urat leher, bukan Tuhan yang dijauhkan oleh dogma, perantara, dan sistem keagamaan yang kaku.

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Qaf: 16)

Ia adalah Tuhan yang hidup dalam kesadaranmu, bukan Tuhan versi penguasa, bukan Tuhan dalam wacana kosong yang kehilangan ruh.

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan: kalimat yang baik seperti pohon yang baik…”
(QS. Ibrahim: 24)

Kalimat itu—adalah kesadaran, bukan sekadar bacaan.
Tuhannya Muhammad Itu Siapa?
Tuhan yang dihadirkan oleh Nabi Muhammad saw. adalah:
Allāh yang Esa, yang tidak menyerupai makhluk, yang meliputi segala sesuatu tapi tidak bisa diliputi.

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Asy-Syura: 11)

Tuhan yang mengutus para nabi bukan untuk menciptakan agama baru,
tapi untuk membangunkan kesadaran ruhani manusia.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.'”
(QS. An-Nahl: 36)

Tuhan yang lebih mementingkan kasih daripada kekuasaan, yang lebih mencintai keadilan dan kelembutan daripada sekadar perintah dan hukuman.

“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”
(QS. Al-A’raf: 156)

“Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya.”
(QS. Asy-Syura: 19)

Tuhan yang mewahyukan Al-Qur’an bukan sebagai dokumen hukum semata, tapi sebagai cahaya dan petunjuk bagi hati yang ingin kembali kepada-Nya.

“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka merenungkannya.”
(QS. Sad: 29)

Muhammad bukan pembawa Tuhan baru,
tapi penyempurna gambaran Tuhan yang telah dikaburkan zaman.

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)

Apa yang Dimaksud dengan Kembali ke Asal Itu?

“Asal” dalam kalimat kembali ke asal bukan tempat atau waktu, melainkan:
Asal Penciptaan, saat manusia diciptakan dari ruh Ilahi—suci, jernih, dan penuh potensi ketuhanan.

“Kemudian Aku meniupkan ruh-Ku ke dalamnya.”
(QS. Shad: 72)

Asal Kesadaran, saat jiwa masih mengenal Tuhan sebagai Rabb sejati.

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: ‘Betul, Engkau Tuhan kami.'”
(QS. Al-A’raf: 172)

Asal Tujuan, yakni menjadi makhluk yang sadar, mencintai dan dicintai Tuhan, bukan sekadar taat lahiriah tapi kosong batin.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka.”
(QS. Al-Anfal: 2)

Sebagaimana dikatakan oleh Rabi’ah al-Adawiyyah:
“Aku tidak menyembah-Mu karena takut neraka-Mu, dan bukan pula karena rindu surga-Mu, tapi karena cinta kepada-Mu.”

Dan oleh Jalaluddin Rumi:
“Agama cinta adalah satu agama sejati, dan Tuhan adalah Kekasih di dalam hati.”

Penutup Renungan:

Tuhan yang dilupakan itu bukan lenyap,
melainkan tertutup kabut dunia dan bayang-bayang ego.
Tugas para pecinta, para pewaris cahaya Nabi,
adalah meniup debu dari wajah Tuhan,
agar manusia kembali bisa melihat-Nya—
dalam dirinya, dalam cinta, dalam sunyi.

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu…”
(QS. Al-Fajr: 27–28).(***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mendorong Kemandirian Fiskal, Pemkot Sukabumi Pertimbangkan Sistem Parkir Berlangganan

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi tengah menjajaki berbagai skema inovatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui sistem parkir berlangganan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Gatot Setiawan, mengungkapkan bahwa wacana parkir berlangganan muncul atas inisiatif Wali Kota terpilih, Ayep Zaki, yang menargetkan lonjakan signifikan dari sektor retribusi parkir.

“Beliau menginginkan sektor ini bisa menjadi penyumbang PAD utama. Tapi tentu saja harus realistis dan terukur,” ujar Gatot, Jumat (9/5/2025).

Dishub sebelumnya telah mengkaji sejumlah opsi, termasuk melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan parkir dengan proyeksi PAD hingga Rp7-8 miliar. Namun, Wali Kota menolak opsi tersebut karena kekhawatiran terhadap praktik-praktik nontransparan yang kerap muncul dalam kerja sama proyek semacam ini.

Sebagai alternatif, skema parkir berlangganan mulai digagas. Dishub memperkirakan potensi PAD dari sistem ini bisa mencapai Rp9 miliar per tahun, dengan kebutuhan biaya awal sekitar Rp2,5 miliar untuk persiapan, termasuk pencetakan stiker hologram dan sistem administrasi.

“Model berlangganan ini lebih terukur dan kendali tetap di tangan pemerintah. Tapi memang dibutuhkan kajian dan uji coba yang cermat,” tambahnya.

Meskipun menjanjikan, realisasi sistem ini masih terganjal keterbatasan anggaran dan tantangan teknis di lapangan. Menurut Gatot, pengelolaan parkir sangat dipengaruhi kondisi harian seperti cuaca, keterbatasan lahan, dan kehadiran juru parkir.

“Parkir itu sangat dinamis. Kita juga masih bergulat dengan naiknya jumlah kendaraan, sementara ruang parkir tetap,” katanya.

Gatot menjelaskan, lima lokasi rencana uji coba sistem berlangganan meliputi kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan R. Syamsudin, Jalan Dago, Jalan Cikole Dalam, dan Jalan Perpustakaan. Tarif awal yang diusulkan adalah Rp100.000 per tahun untuk motor, Rp150.000 untuk mobil, dan Rp200.000 untuk truk.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pihak ketiga yang independen sangat diperlukan untuk survei kendaraan harian dan uji petik, agar hasilnya kredibel dan mendapat kepercayaan publik.

Sementara itu, target PAD sektor parkir untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp1,7 miliar—naik dari capaian tahun lalu sebesar Rp1,4 miliar. Hingga April 2025, baru sekitar Rp400 juta yang terkumpul.

“Sekarang kami fokus maksimalkan potensi yang ada dulu. Kami yakin, dengan kerja keras, target Rp1,7 miliar bisa tercapai,” pungkas Gatot.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik