26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 598

KRYD Polres Garut Kembali Amankan Knalpot Brong dan Miras

0

Wartain.com || Polres Garut laksanakan kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) dalam rangka menjaga situasi kondusif di wilayah Kabupaten Garut. Sabtu Malam (10/5/2025).

Kegiatan KRYD ini fokus pada peredaran minuman keras (miras), narkoba, premanisme, Geng motor dan knalpot tidak sesuai spesifikasi Teknik/brong dan gangguan Kamtibmas lainnya di wilayah Hukum Polres Garut.

Kegiatan yang di mulai pukul 20.00 Wib ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Brimob, Denpom III/2 Garut, Polres Garut, Dishub dan Sat Pol PP Garut.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Maolana, mengatakan selain melakukan penindakan juga melakukan patroli dan himbauan pada daerah rawan.

Dari hasil kegiatan patroli ini Anggota Polres Garut berhasil mengamankan barang bukti berupa 87 botol minuman keras dan 86 buah knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis / brong.

Selain itu di amankan sebanyak 17 orang yang melakukan aksi premanisme seperti parkir liar, pak ogah dan perbuatan meresahkan masyarakat lainnya.

“Kegiatan patroli ini di harapkan dapat menciptakan situasi aman dan kondusif di Kabupaten Garut, serta menekan angka kejahatan dan gangguan ketertiban umum di masyarakat,” ujar Maolana.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Cintaku Bersamamu: Telaah Spiritualitas dan Pemikiran Ali Syariati, Membangun Masa Depan Islam

0
Oplus_131072

Oleh: Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keaganaan

Pengantar Kesadaran

Wartain.com || Buku ini bukan sekadar paparan politik atau gagasan sosial. Ia adalah jeritan ruhani dari seorang pemikir revolusioner yang menggugah hati umat untuk kembali kepada makna Islam yang sejati—Islam sebagai kekuatan pembebas dari segala bentuk penindasan dan kejumudan.

John L. Esposito, dalam pengantar karyanya, mengakui Syariati sebagai tokoh yang menyatukan kesadaran modern dengan ruh keislaman. Ia tidak hanya menyerukan perubahan, tapi menyalakan bara cinta dan tanggung jawab di dada umat.

Telaah Bab per Bab (Rangkuman Awal)

1. Islam sebagai Ideologi Pembebasan
Syariati tidak melihat Islam sebagai sekadar ritual. Islam adalah sistem hidup yang membebaskan manusia dari perbudakan: baik itu penjajahan asing, kapitalisme, maupun otoritarianisme keagamaan. Ia menyeru pada tauhid—bukan hanya sebagai doktrin ketuhanan, tapi sebagai prinsip penolakan terhadap segala bentuk tirani.

2. Tanggung Jawab Intelektual Muslim
Umat Islam harus memiliki kesadaran sejarah dan tanggung jawab sosial. Intelektual, bagi Syariati, adalah mereka yang sadar, gelisah, dan berjuang demi masyarakatnya. Bukan yang tunduk pada kekuasaan, melainkan yang membangkitkan suara nurani rakyat.

3. Kritik terhadap Ulama Tradisional dan Barat Sekuler
Syariati tajam dalam mengkritik dua ekstrem: para ulama yang membiarkan Islam dibekukan dalam bentuk-bentuk kaku, serta para intelektual modern yang kehilangan ruh keimanan. Ia mengajukan jalan tengah: Islam progresif yang bersumber dari wahyu, tapi aktif membebaskan dan memimpin perubahan sosial.

4. Islam dan Masa Depan Dunia
Islam bukan hanya milik masa lalu, melainkan harapan masa depan. Tapi masa depan itu hanya akan lahir bila umat Islam keluar dari tidur panjang, menghidupkan kembali semangat awal Islam: keadilan, kasih sayang, dan perjuangan untuk kemanusiaan.

Makna Cinta dalam Pemikiran Syariati

Cinta dalam Islam, bagi Syariati, bukan cinta yang lemah lembut tanpa daya. Tapi cinta yang melahirkan pengorbanan. Cinta yang membuat Bilal bertahan di bawah batu, yang membuat Husein menolak tunduk pada Yazid. Cinta kepada Tuhan adalah bahan bakar revolusi batin dan sosial.

Refleksi untuk Umat:

Sudahkah kita menjadikan Islam sebagai kekuatan yang membebaskan dan memuliakan manusia?

Apakah kita masih memisahkan Islam dari perjuangan sosial?

Di manakah posisi kita: sebagai penonton sejarah atau pembentuk masa depan? (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sukseskan Program MBG, Mendagri Minta Seluruh Pemda Sediakan Tanah untuk Bangun Dapur SPPG 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Percepat sukseskan program MBG,  Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan dukungannya dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai langkah konkret, Mendagri telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500.12/2119/SJ tentang Dukungan Pemerintah Daerah dalam Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Tentunya kita harus dorong, kita dukung Kepala Badan Gizi Nasional agar terjadi percepatan untuk realisasi, artinya program-program beliau harus bisa dipercepat,” imbuh Tito, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/5/2025).

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 yang berlangsung secara virtual dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/5).

Dalam SE tersebut, para gubernur, bupati, dan wali kota diminta untuk meminjamkan tanah milik pemerintah daerah (Pemda) kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Setiap kepala daerah diminta mengusulkan tiga titik lokasi tanah di wilayah masing-masing provinsi, kabupaten, dan kota. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan jangkauan BGN, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan menyiapkan lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai SPPG.

Hal ini, kata Tito, merupakan bagian dari upaya menyukseskan program yang digawangi oleh BGN tersebut. Tito menilai selain untuk pemenuhan gizi, program MBG juga menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta membuka peluang yang dapat dimanfaatkan oleh daerah.

Pertama, kata Tito, program ini akan menyerap tenaga kerja. Artinya, masyarakat di daerah dapat dilibatkan dalam penyelenggaraan program MBG. Apalagi, diperkirakan setiap SPPG membutuhkan lebih kurang 50 orang relawan untuk menyediakan MBG tersebut.

Kedua, program ini juga akan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular melalui rantai pasok pangan yang saling terhubung dan berkelanjutan. Pola ini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk itu, Tito meminta agar hasil efisiensi anggaran yang telah dilakukan Pemda dapat dialihkan untuk mendukung pelaksanaan MBG. Apalagi, Pemda telah diminta agar segera merealisasikan belanja APBD untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memicu aktivitas ekonomi, termasuk MBG.

“Ini harus cepat untuk direalisasikan supaya terjadi peredaran uang di masyarakat,” tandas Tito.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana berterima kasih atas dukungan konkret Tito melalui SE terkait pinjam pakai lahan aset Pemda tersebut. Ia menegaskan Pemda sangat berperan dalam menyukseskan program MBG ini.

 

Menurutnya, setidaknya terdapat tiga peran penting yang dimainkan Pemda dalam mendukung program tersebut. Pertama, pengembangan infrastruktur SPPG yang menjadi dapur umum atau tempat aktivitas masak-memasak.

Kedua, membina potensi sumber daya lokal dalam penyediaan bahan baku bagi program MBG. Dadan menjelaskan secara umum setiap SPPG melayani sekitar tiga ribu penerima manfaat.

Dengan jumlah tersebut, setiap hari dibutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar, seperti beras, telur, daging ayam, sayur, susu, dan buah. Menurut Dadan hal ini merupakan potensi ekonomi daerah yang bisa dikembangkan dengan hadirnya program MBG.

Ketiga, Pemda bersama BGN dapat menyalurkan program MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyaluran ini dapat dilakukan dengan melibatkan kader Posyandu yang sudah ada.

Bahkan, BGN juga akan menyiapkan insentif bagi para kader dalam pendistribusian MBG kepada kelompok sasaran tersebut. Dadan menyebut BGN ingin memadukan satu dengan yang lainnya sehingga penyaluran ini bisa tepat sasaran dan tepat manfaat.

Sebagai informasi rapat itu turut dihadiri secara virtual oleh Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Sementara itu, Tito didampingi oleh para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemendagri secara langsung.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pelantikan IBI dan Launching Srikandi, Bupati Sukabumi : Bidan Garda Terdepan Keselamatan dan Kesehatan Generasi Bangsa

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar menghadiri pelantikan pengurus harian cabang dan ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukabumi di Gedong Mahoni, Kecamatan Sukaraja, Sabtu, 10 Mei 2025. Kehadiran H. Asep Japar yang didamping Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman ini, sekaligus meluncurkan Sistem Rekam Informasi Kesehatan dan Administrasi Digital IBI (Srikandi).

H. Asep Japar dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi IBI Kabupaten Sukabumi. Terutama atas dedikasinya untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Bidan merupakan garda terdepan mendampingi keselamatan, kesehatan, dan kelahiran generasi bangsa,” ujarnya.

Bahkan, bidan menjadi ujung tombak dalam memajukan bidang kesehatan dan kelahiran generasi bangsa. Selain itu, secara profesi bidan sangat dekat dengan masyarakat. Bahkan hidup di tengah-tengah masyarakat.

“Bidan pun berperan dalam memberdayakan perempuan dan masyarakat,” ucapnya.

Maka dari itu, kolaborasi dan sinergitas yang lebih baik harus semakin terjalin. Terutama dalam menbangun Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Kami telah meluncurkan program kesehatan gratis di Puskesmas. Di mana, dalam program ini ada peran serta para bidan. Mari kita memberikan kemudahan dalam pelayanan. Fasilitasi sebaik mungkin setiap orang yang ingin berobat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Japar pun mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Dirinya berharap, kepengurusan yang terbaru ini bisa lebih baik lagi.

Pelantikan IBI dan Launching Srikandi, Bupati Sukabumi : Bidan Garda Terdepan Keselamatan dan Kesehatan Generasi Bangsa (foto : Istimewa)

“Paling penting, mari kita berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Ketua IBI Kabupaten Sukabumi Ani Andriyani mengatakan, organisasi yang dipimpinnya berkomitmen untuk mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah.

“Melalui semangat kebersamaan, kami akan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Dirinya berharap, kepengurusan ini dapat membuat organisasinya semakin handal dan profesional. Bahkan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Mari kita jaga solidaritas dan semangat profesionalitas untuk terus berkontribusi bagi Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Positif di SMPN 12 Sukabumi, Tingkatkan Kondisi Fisik

0

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mendapat sambutan antusias dari para siswa dan tenaga pendidik di SMP Negeri 12 Kota Sukabumi. Program ini dinilai memberi dampak nyata, terutama bagi siswa dari keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian.

Guru SMPN 12, Saksianti, mengungkapkan bahwa sejak program ini berjalan, pihak sekolah mulai merasakan peningkatan pada kondisi fisik dan semangat belajar para siswa.

“Perubahan cukup signifikan. Siswa terlihat lebih sehat, semangat belajar meningkat, dan konsentrasi mereka di kelas pun jauh lebih baik,” ujarnya, Sabtu (10/5/2025).

Setiap harinya, sekitar pukul 09.30 WIB, para siswa menerima menu makan bergizi yang disiapkan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan penyedia katering lokal. Menu makanan disusun sesuai standar kebutuhan gizi anak usia sekolah dan terus divariasikan agar tetap menarik.

Azka, salah satu siswa kelas 9, menyambut gembira keberadaan program MBG. “Dulu saya sering ke sekolah dalam keadaan lapar. Sekarang lebih tenang karena ada makanan bergizi di sekolah, jadi bisa belajar dengan lebih fokus,” katanya.

Program MBG bertujuan untuk mencetak generasi muda yang sehat dan berkualitas, sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan penyedia makanan lokal, program ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai wilayah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Driver Online Soroti Ketimpangan Tarif antar Aplikasi, DPRD Sukabumi Diminta Bertindak

0

Wartain.com || Persoalan ketimpangan tarif dan potongan layanan antar operator transportasi online menjadi sorotan utama dalam audiensi antara Aliansi Desak (Driver Online Sukabumi Bergerak) dan Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Rabu (8/5/2025). Dalam pertemuan yang digelar di Gedung DPRD tersebut, para driver menyampaikan keluhan terkait besarnya potongan dari pihak operator dan tidak meratanya sistem tarif antar platform seperti Maxim dan Indriver.

Menurut perwakilan Aliansi Desak, perbedaan skema tarif ini tidak hanya berdampak pada penghasilan mereka, tetapi juga menciptakan persaingan tidak sehat antarsesama driver di lapangan.

“Kami hanya ingin keadilan tarif. Potongan dari operator sangat besar, belum lagi harga layanan yang sangat murah di salah satu aplikasi, sementara beban operasional kami sama,” ujar salah satu perwakilan driver dalam audiensi.

Selain soal tarif, driver juga menyoroti absennya jaminan sosial dari pihak aplikator, serta mendesak agar pemerintah menerapkan sanksi bagi operator yang tidak mengikuti regulasi ketenagakerjaan.

Dalam audiensi yang turut dihadiri perwakilan operator Maxim dan Indriver, serta pejabat dari Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, dan Dinas Kominfo Kota Sukabumi, Kepala Dinas Perhubungan Imran Wardhani menjelaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah dalam mengatur operasional aplikasi transportasi online sangat terbatas.

“Namun kami akan terus menyuarakan aspirasi ini ke tingkat pusat, karena ini menyangkut hajat hidup banyak masyarakat,” ucap Imran.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Sukabumi, Iyus Yusuf, menyatakan pihaknya akan merumuskan hasil audiensi bersama internal DPRD untuk selanjutnya diteruskan kepada wali kota dan kementerian terkait.

“Akan kami bahas di internal dulu agar formulasi aspirasi ini jelas. Target kami, suara driver online Sukabumi bisa didengar pemerintah pusat,” ujarnya.

Aliansi Desak berharap tindak lanjut konkret dari pemerintah agar ekosistem transportasi online lebih adil dan layak, baik dari sisi pendapatan, perlindungan sosial, maupun regulasi tarif. Mereka menegaskan perjuangan ini akan terus dilakukan hingga ada perubahan nyata di lapangan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Soal Sengketa Nasabah dengan BRI Unit Surade, BPSK Kabupaten Sukabumi Gelar Sidang ke-3

0

Wartain.com || Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi kembali menggelar sidang ketiga atas perkara sengketa antara nasabah atas nama Suparman, warga kampung Cikupa, Desa Kadaleman, Kecamatan surade, sebagai penggugat, dan BRI Unit Surade sebagai tergugat, pada Jumat (9/5/2025) di Kantor BPSK, Jalan Siliwangi, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat.

Usai sidang, Majelis Hakim BPSK Dede Wahyudi kepada wartawan mengatakan sidang ketiga dihadiri oleh kuasa hukum penggugat Suparman serta perwakilan dari BRI. Namun, dalam persidangan, Suparman selaku nasabah tidak turut hadir secara langsung.

“Hari ini adalah sidang ketiga. Dari pihak penggugat diwakili oleh kuasa hukum Suparman, dan dari tergugat oleh BRI Cabang Surade. Namun, Perlu diketahui, hari ini juga terjadi pergantian kuasa hukum dari penggugat,” jelas Dede.

Sidang kali ini difokuskan pada pemeriksaan saksi “Ade” dari pihak BRI. Menurut Dede, terdapat penjelasan dari saksi mengenai proses komunikasi dan opsi penundaan (stag) yang sempat disampaikan kepada nasabah, namun waktu itu, ujar saksi keputusan tetap berada di Kepala Unit BRI.

“Pada sidang sebelumnya juga sudah dilakukan pembuktian melalui buku tabungan, yang menunjukkan dana sudah masuk sesuai permohonan pihak penggugat,” tambahnya.

Dede menuturkan pihak majelis sempat meninggalkan ruang sidang untuk memberi waktu mediasi antara kedua belah pihak tanpa kehadiran panitera. Hal ini dilakukan agar komunikasi lebih terbuka dan kedua pihak memahami posisi masing-masing.

“Karena ada pergantian kuasa hukum, kami ingin jangan sampai sidang ini terkesan sepihak. Baik penggugat maupun tergugat juga telah menyampaikan keterangan secara tertulis,” ujarnya.

Meski mediasi tidak membuahkan hasil alias dead lock, majelis memutuskan akan tetap melanjutkan proses ke sidang arbitrase atau
putusan yang dijadwalkan pekan depan, jum’at (16/5).

“Kalaupun tadi ada kesepakatan, sidang akan tetap dilanjutkan minggu depan sesuai kesepakatan para pihak. Kami berharap, dari apa yang telah disampaikan penggugat dan tergugat, keputusan nanti dapat diterima semua pihak dan kami akan memutuskan seadil-adilnya berdasarkan fakta persidangan,” pungkas Dede.

Sementara itu, baik pihak BRI maupun kuasa hukum Suparman dikonfirmasi wartawan enggan memberikan keterangan terkait perkembangan sidang sengketa di BPSK Kabupaten Sukabumi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ono Surono Kritik Program Barak Militer untuk Pelajar Nakal: Tidak Efisien dan Bertentangan dengan Kurikulum

0

Wartain.com || Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, mengkritisi wacana program pendidikan karakter di barak militer bagi pelajar bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, program tersebut berpotensi menimbulkan banyak persoalan dan tidak sejalan dengan kurikulum serta regulasi pendidikan nasional.

“Program ini awalnya ditujukan untuk anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dibina di barak militer selama enam bulan hingga satu tahun. Namun, ini tidak sesuai dengan sistem pendidikan kita. Anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan yang berkaitan langsung dengan pertahanan negara,” ujar Ono usai menghadiri Konsolidasi Internal PDIP Kota Sukabumi, Sabtu (10/5/2025).

Ono juga menyoroti aspek teknis program tersebut yang dinilainya tidak efisien. Ia mempertanyakan efektivitas kegiatan belajar mengajar jika para guru harus mendatangi barak militer secara rutin.

“Bayangkan, guru harus bolak-balik dari sekolah ke barak militer untuk mengajar. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan tenaga, ini jelas membebani,” tegasnya.

Ia menyarankan agar program pendidikan karakter tetap dilaksanakan di lingkungan sekolah, dengan melibatkan aparat seperti TNI dan Polri yang bisa hadir langsung memberikan pembinaan kepada siswa.

“Jika tujuan utamanya adalah pembentukan karakter dan bela negara, mengapa tidak aparat saja yang datang ke sekolah-sekolah? Itu akan jauh lebih hemat anggaran dan tidak mengganggu proses belajar,” tambah politisi PDIP tersebut.

Ono juga menyinggung soal alokasi anggaran yang dianggap terlalu besar. Program yang dirancang untuk 900 siswa itu disebut menelan anggaran hingga Rp6 miliar. “Jumlah tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan efektivitasnya. Jika kegiatan dilakukan di sekolah, biaya bisa ditekan tanpa mengurangi nilai pendidikannya,” ujarnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Ono mendorong agar Pemprov Jawa Barat meninjau ulang kebijakan tersebut dan mencari skema yang lebih rasional serta sesuai dengan regulasi pendidikan yang berlaku.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Sukabumi Demi Keselamatan

0

Wartain.com || Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar yang berada di KM 54+305, tepatnya di Kampung Babakan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (9/5/2025).

Penutupan dilakukan di petak jalan antara Stasiun Cisaat dan Stasiun Sukabumi, yang sebelumnya telah melalui proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan bahwa perlintasan sebidang liar merupakan akses lintasan yang dibangun tanpa izin resmi dan tidak dilengkapi perangkat keselamatan seperti palang pintu, sinyal, atau petugas penjaga. “Keberadaan perlintasan liar sangat berisiko menimbulkan kecelakaan, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” jelas Ixfan.

Penutupan ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen KAI dalam menegakkan aturan keselamatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 94 disebutkan bahwa perlintasan sebidang tanpa izin wajib ditutup demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka perlintasan liar dan hanya melintas di perlintasan resmi yang sudah dilengkapi perlengkapan keselamatan,” tegasnya.

Ixfan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan warga, tokoh masyarakat, serta perangkat kelurahan yang turut membantu proses penutupan tersebut. Ia memastikan, penutupan perlintasan liar akan dilakukan secara bertahap di berbagai titik rawan kecelakaan di wilayah Daop 1 Jakarta.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam mewujudkan transportasi kereta api yang aman, andal, dan bebas dari potensi bahaya akibat perlintasan tidak resmi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sat Narkoba Polres Garut Kembali Amankan Puluhan Botol Miras

0

Wartain.com ||  Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Garut kembali menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 29 botol miras berbagai merek di Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan tarogong kidul dan Jalan Panday Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut.

Dua pelaku yang di amankan Sdr. R (38) warga Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota dan Sdr. A (36) Warga Desa Mekargalih Tarogong Kidul. Jumat Malam (9/5/2025).

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Narkoba, AKP Usep Sudirman, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan angka peredaran miras yang berpotensi memicu gangguan ketertiban masyarakat.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, razia miras akan terus kami lakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan akibat konsumsi minuman beralkohol,” ujar Kasat Narkoba.

Dalam operasi ini, petugas menyisir sejumlah warung, toko, dan lokasi lain yang di sinyalir menjadi tempat penjualan miras ilegal. Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan langsung dibawa ke Mapolres Garut untuk proses lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap kondusif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama terkait peredaran miras dan narkoba.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, di harapkan situasi di Kabupaten Garut tetap aman dan nyaman.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)