26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 88

Audiensi FSBB dan Sarbumusi di DPRD Kota Banjar Diwarnai Aksi Solidaritas untuk Korban Kecelakaan Kerja

0
Oplus_131072

Wartain.com – Audiensi yang digelar Forum Solidaritas Buruh Banjar (FSBB) bersama Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Banjar di Aula DPRD Kota Banjar berlangsung penuh kepedulian dan semangat solidaritas antar pekerja, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Banjar tersebut awalnya difokuskan untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait perlindungan dan pemenuhan hak-hak buruh. Namun, suasana rapat dengar pendapat turut diwarnai aksi solidaritas berupa penggalangan sumbangan bagi seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.

Pekerja tersebut diketahui mengalami cedera serius setelah kakinya terlindas mesin forklift saat menjalankan aktivitas kerja. Akibat insiden itu, korban harus menjalani operasi dan mendapatkan perawatan medis intensif.

Aksi kepedulian tersebut diprakarsai oleh gabungan organisasi buruh yang hadir dalam audiensi. Ketua Sarbumusi Kota Banjar, Toni Rustaman, bersama Ketua FSBB, Endang, mengajak seluruh peserta rapat untuk bersama-sama membantu meringankan beban korban beserta keluarganya.

Menurut Toni Rustaman, solidaritas antar buruh merupakan bentuk kepedulian nyata yang harus terus dijaga di tengah berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi para pekerja.

“Ini bentuk kebersamaan dan rasa kemanusiaan sesama buruh. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat membantu proses pengobatan dan pemulihan korban,” ujarnya.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Ketua DPRD Kota Banjar, Sutopo, beserta sejumlah anggota dewan yang hadir. Dalam kesempatan itu, Sutopo mengapresiasi kepedulian organisasi buruh yang dinilai tidak hanya fokus memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga memiliki rasa solidaritas sosial yang tinggi terhadap sesama buruh.

“Saya mengapresiasi kepedulian teman-teman buruh terhadap rekan kerja yang sedang mengalami musibah. Solidaritas seperti ini menunjukkan bahwa organisasi buruh tidak hanya hadir dalam perjuangan aspirasi, tetapi juga hadir dalam sisi kemanusiaan,” ujar Sutopo saat rapat berlangsung.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan keselamatan kerja harus menjadi perhatian bersama, baik oleh perusahaan maupun pemerintah. Menurutnya, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan dan jaminan keselamatan saat menjalankan tugas di lingkungan kerja.

“Kecelakaan kerja tentu menjadi perhatian serius. Perusahaan harus benar-benar memperhatikan standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan pekerja merupakan hal yang sangat penting,” tambahnya.

Dalam audiensi tersebut, sejumlah isu ketenagakerjaan turut dibahas, di antaranya perlindungan hak pekerja, pengawasan ketenagakerjaan, serta pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara optimal di lingkungan perusahaan.

FSBB dan Sarbumusi berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan dapat meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan, khususnya terkait perlindungan tenaga kerja dan penerapan sistem keselamatan kerja.

Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi buruh, kegiatan itu juga memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial di kalangan pekerja di Kota Banjar dalam membantu sesama yang tengah mengalami musibah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Tiga Golongan Manusia dalam Ilmu Pengetahuan: Dari Tidak Tahu hingga Sadar Akan Konsekuensi

0

Wartain.com – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering merasa paling benar terhadap apa yang diyakininya. Namun para filsuf dan ilmuwan sejak lama mengingatkan bahwa tingkat kesadaran seseorang terhadap ilmu pengetahuan sangat menentukan cara berpikir dan bertindak.

Secara sederhana, manusia dapat dibagi dalam tiga kategori berdasarkan cara mereka memahami pengetahuan dan kesadaran diri.

1. Orang yang Tidak Mengetahui Bahwa Dirinya Tidak Tahu
Kelompok pertama adalah mereka yang merasa sudah mengetahui segalanya, padahal sebenarnya minim pemahaman. Kondisi ini sering membuat seseorang sulit menerima kritik, enggan belajar, dan mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

Pemikiran ini sejalan dengan teori psikologi modern yang dikenal sebagai Dunning-Kruger Effect, dikemukakan oleh psikolog sosial David Dunning dan Justin Kruger.

Teori tersebut menjelaskan bahwa orang dengan kemampuan rendah sering kali justru merasa paling percaya diri karena tidak menyadari keterbatasannya sendiri.

Fenomena ini kini banyak ditemukan di era media sosial, ketika informasi cepat beredar tanpa proses pendalaman dan verifikasi.

2. Orang yang Mengetahui Bahwa Dirinya Tidak Tahu
Kategori kedua adalah orang yang sadar akan keterbatasan dirinya. Kesadaran inilah yang membuat seseorang terus belajar, bertanya, dan membuka diri terhadap ilmu baru.

Pemikiran ini sangat dekat dengan filsafat Socrates yang terkenal dengan ungkapannya:

“Saya tahu bahwa saya tidak tahu.”

Bagi Socrates, kesadaran atas ketidaktahuan justru merupakan awal dari kebijaksanaan. Orang yang berada pada tahap ini biasanya lebih rendah hati, berhati-hati dalam mengambil kesimpulan, dan lebih terbuka terhadap dialog.

Dalam dunia pendidikan, sikap seperti ini dinilai penting untuk membangun budaya berpikir kritis dan ilmiah.

3. Orang yang Mengetahui Konsekuensi dari Pengetahuannya
Kategori ketiga adalah mereka yang bukan hanya memiliki ilmu, tetapi juga memahami dampak dari ilmu tersebut. Mereka sadar bahwa pengetahuan bukan sekadar untuk dibanggakan, melainkan harus digunakan secara bertanggung jawab.

Pandangan ini banyak dibahas oleh filsuf Inggris Francis Bacon melalui ungkapannya yang terkenal:

“Knowledge is power.”

Namun dalam perkembangan modern, para ilmuwan menegaskan bahwa kekuatan ilmu juga membawa tanggung jawab moral. Pengetahuan tanpa etika dapat melahirkan penyalahgunaan teknologi, manipulasi informasi, hingga konflik sosial.

Karena itu, orang yang benar-benar bijak bukan hanya yang banyak tahu, tetapi yang memahami kapan, bagaimana, dan untuk apa ilmu digunakan.

Pentingnya Kesadaran di Era Digital

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dituntut lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan pengetahuan. Kemudahan akses informasi tidak selalu berarti seseorang benar-benar memahami isi informasi tersebut.

Para pengamat pendidikan menilai bahwa kemampuan berpikir kritis, rendah hati terhadap ilmu, dan kesadaran akan dampak pengetahuan menjadi kunci penting dalam menghadapi era digital saat ini.

Sebab pada akhirnya, ukuran kecerdasan seseorang bukan hanya seberapa banyak ia tahu, tetapi seberapa sadar ia terhadap keterbatasan dan tanggung jawab dari pengetahuan yang dimilikinya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Generasi Scroll: Ketika Brain Rot Mulai Menggerus Fokus dan Interaksi Sosial Anak Muda

0

Wartain.com – Fenomena brain rot atau penurunan kemampuan fokus akibat konsumsi konten digital berlebihan kini menjadi perhatian serius para akademisi dan psikolog. Istilah ini menggambarkan kondisi kelelahan mental yang muncul karena otak terus-menerus menerima informasi cepat, dangkal, dan berulang dari media sosial.

Laporan yang dikutip dari cnbcindonesia.com, menyebutkan bahwa studi Universitas Yale tahun 2025 menemukan peningkatan signifikan gangguan kognitif pada kelompok usia muda 18 hingga 34 tahun. Dalam kurun satu dekade, angka gangguan seperti sulit fokus, mudah lupa, dan penurunan konsentrasi meningkat hampir dua kali lipat.

Fenomena ini tidak hanya dipandang sebagai perubahan gaya hidup digital, tetapi mulai dianggap sebagai ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia di era modern.

Konten Cepat, Otak Lambat
Di tengah derasnya arus video pendek, meme, dan budaya scrolling tanpa henti, banyak anak muda kini terbiasa menerima hiburan instan dalam durasi singkat. Akibatnya, otak menjadi sulit bertahan pada aktivitas yang membutuhkan perhatian panjang seperti membaca, belajar, atau berdiskusi secara mendalam.

Psikolog Dr. Julia Kogan menjelaskan bahwa salah satu tanda utama brain rot adalah ketika seseorang tidak mampu melepaskan diri dari ponsel dan terus terdorong memeriksa notifikasi meskipun tidak ada kebutuhan penting.

Gejala lainnya meliputi gangguan tidur, mata lelah, sakit kepala, hingga menurunnya kualitas hubungan sosial di dunia nyata. Dalam banyak kasus, seseorang tetap aktif dan ekspresif di media sosial, namun menjadi pasif saat berinteraksi langsung.

Fenomena tersebut kini semakin sering terlihat di kalangan remaja hingga anak-anak sekolah.

Dampak terhadap Anak dan Remaja

Dosen IPB University, Dr. Melly Latifah, menyoroti bahwa paparan konten digital berlebihan juga memengaruhi perkembangan emosional dan kemampuan komunikasi anak.

Menurutnya, anak yang terlalu lama terpapar layar dapat mengalami penurunan konsentrasi, mudah lupa, hingga penyusutan kosakata. Bahkan sebagian anak menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah ketika gadget diambil atau kesulitan merespons percakapan di dunia nyata.

Pada usia remaja, dampaknya mulai terlihat dalam pola komunikasi yang dipenuhi istilah meme dan respons singkat. Sementara pada anak sekolah dasar, penurunan prestasi belajar menjadi salah satu tanda yang cukup sering muncul.

Para pengamat pendidikan menilai kondisi ini menjadi alarm penting bagi orang tua dan lingkungan sekolah untuk mulai membangun kembali keseimbangan penggunaan teknologi.

Bukan Anti Teknologi, Tapi Perlu Kendali

Kemajuan digital memang membawa banyak manfaat, mulai dari akses informasi hingga peluang ekonomi kreatif. Namun para ahli mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tanpa kontrol dapat berdampak pada kesehatan mental dan kemampuan berpikir jangka panjang.

Penggunaan media sosial secara bijak dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah dampak brain rot. Membatasi waktu layar, memperbanyak aktivitas fisik, membaca buku, hingga membangun interaksi sosial langsung disebut mampu membantu menjaga kesehatan otak.

Di era ketika perhatian manusia menjadi “komoditas” bagi platform digital, kemampuan mengendalikan konsumsi konten menjadi tantangan baru generasi muda.

Fenomena brain rot pun menjadi pengingat bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan dasar untuk fokus, berpikir kritis, dan membangun hubungan sosial yang sehat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Mengharmoniskan Tubuh dan Jiwa Lewat Nutrisi

0
Oplus_131072

Wartain.com – Memasuki usia 40-an sebenarnya adalah momen yang indah. Ini adalah waktu ketika seorang wanita mencapai puncak kematangan emosional dan spiritualnya. Namun, perubahan fisik seperti penurunan kolagen sering kali membuat kulit terlihat lelah dan kehilangan binar alaminya.

Banyak orang bergegas mencari solusi instan lewat tebalnya lapisan makeup. Padahal, rahasia wajah yang glowing sejati di usia matang tidak terletak pada apa yang kita poles di luar, melainkan pada apa yang kita pelihara di dalam. Kecantikan yang sesungguhnya adalah pancaran energi atau aura yang selaras antara kesehatan fisik dan ketenangan jiwa.

Mari kita ulas bagaimana menyatukan pendekatan kesehatan dan spiritual untuk membuka kembali aura kecantikan alami Anda melalui kebaikan alam.

Dalam pendekatan holistik, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan sumber energi murni kehidupan. Tiga buah super berikut memiliki getaran nutrisi yang kuat untuk meremajakan sel kulit dewasa Anda:

Jeruk (Agen Pencerah & Simbol Energi Positif)

Secara fisik, jeruk kaya akan Vitamin C yang memicu kolagen untuk mengencangkan kulit dan memudarkan flek hitam. Secara spiritual, aroma dan warna jingga jeruk membawa energi kegembiraan yang membersihkan aura kusam akibat stres atau kelelahan mental.

Nanas (Eksfoliator & Pembersih Energi Negatif)

Nanas mengandung enzim bromelain yang mengangkat sel kulit mati secara lembut dan mempercepat regenerasi kulit baru. Proses eksfoliasi ini secara simbolis sama dengan melepaskan beban emosi masa lalu yang menumpuk, membiarkan diri Anda yang baru dan lebih segar naik ke permukaan.

Alpukat (Pengunci Kelembapan & Lambang Ketenteraman)

Kaya akan lemak sehat (asam oleat) dan Vitamin E, alpukat menghidrasi kulit kering dan menghaluskan kerutan dari dalam. Teksturnya yang lembut memberikan rasa nyaman pada tubuh, menciptakan fondasi kulit yang kokoh, kenyal, dan tenang.

Ritual Konsumsi: Mengubah Nutrisi Menjadi Doa

Untuk membuka aura kecantikan ini, cara kita mengonsumsi buah-buahan tersebut juga perlu dilakukan dengan kesadaran penuh (mindfulness). Saat tubuh sedang tenang, penyerapan vitamin akan jauh lebih maksimal.

Jus Pembersih Pagi Hari

Blender jeruk dan nanas tanpa gula di pagi hari saat perut kosong. Sebelum meminumnya, ambil napas dalam-dalam. Rasakan kesegaran aromanya, lalu minumlah dengan niat untuk membersihkan racun di dalam tubuh sekaligus memurnikan pancaran aura Anda.

Salad Penyelaras Siang Hari

Potong dadu alpukat dan nanas, lalu beri perasan jeruk sebagai dressing. Nikmati setiap suapan dengan perlahan tanpa terburu-buru. Rasakan bagaimana lemak baik alpukat dan kesegaran nanas mulai bekerja menutrisi dinding-dinding sel kulit Anda.

Saat Anda mulai merawat tubuh sebagai bait suci yang berharga dan menutrisinya dengan cinta, kulit akan meresponsnya dengan binar yang berbeda. Wajah glowing di usia 40+ bukan lagi sekadar impian kosmetik, melainkan refleksi dari jiwa yang sehat, damai, dan bercahaya dari dalam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Lahan Kosong Samping Lapangan Cangehgar Bakal Jadi RS Swasta, Warga Palabuhanratu Berharap Kualitas Layanan Kesehatan Meningkat

0

Wartain.com – Sebuah papan pengumuman rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Swasta Bumi Medika Palabuhanratu kini berdiri di lahan kosong Jalan Jenderal Sudirman, tepat di samping Lapangan Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Keberadaan plang tersebut menarik perhatian masyarakat setempat, meskipun hingga saat ini belum ada kepastian resmi mengenai kapan proyek pembangunan fasilitas medis tersebut akan mulai dilaksanakan. Senin, 18 Mei 2026.

Merespons rencana tersebut, warga Palabuhanratu mengaku sama sekali tidak keberatan dan justru menyambutnya dengan tangan terbuka. Kehadiran rumah sakit swasta baru dinilai dapat menjadi alternatif utama bagi masyarakat dalam mendapatkan penanganan medis. Terlebih, cakupan wilayah Palabuhanratu yang luas membutuhkan lebih banyak fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan pasien.

Faktor utama yang membuat warga mendukung proyek ini adalah kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Palabuhanratu yang kerap kali mengalami kelebihan muatan (overload). Terutama saat memasuki musim pancaroba atau musim sakit, antrean pasien di IGD rumah sakit milik pemerintah tersebut sering kali penuh, sehingga penanganan terkadang menjadi kurang maksimal akibat keterbatasan daya tampung.

Dandi (30), seorang warga Citarik yang sedang beraktivitas olahraga di Lapangan Cangehgar, turut memberikan tanggapannya mengenai rencana ini. Ia memandang kehadiran RS Bumi Medika bisa memicu persaingan yang sehat antar-fasilitas kesehatan di wilayah Sukabumi Selatan.

“Saya pribadi sangat setuju kalau di sini dibangun rumah sakit baru, biar ada daya saing sehat. Dengan adanya kompetisi, harapannya rumah sakit yang sudah ada, termasuk RSUD, bisa terpacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka dan menyediakan peralatan medis yang jauh lebih lengkap dari sekarang,” ujar Dandi saat ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, area yang direncanakan menjadi lokasi RS Bumi Medika Palabuhanratu tersebut masih berupa lahan kosong yang ditumbuhi ilalang. Pihak pengembang maupun dinas terkait belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pasti peletakan batu pertama maupun target penyelesaian rumah sakit swasta tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Gempa M 4,5 Guncang Sukabumi, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Bawah Laut

0

Wartain.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/5/2026) malam sekitar pukul 22.15 WIB. Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif bawah laut.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,53 derajat Lintang Selatan dan 106,72 derajat Bujur Timur.

Lokasi gempa berada di wilayah Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman sekitar 28 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” kata Teguh dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Getaran gempa dilaporkan dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi dengan skala intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan besar yang melintas.

Meski sempat membuat warga panik, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG juga memastikan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan hingga pukul 22.42 WIB berdasarkan hasil monitoring sementara.

Teguh mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Siapkan Program SINAR, Tiga Puskesmas Akan Jadi Rabies Center

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi tengah mempersiapkan peluncuran inovasi baru bernama SINAR atau Sistem Integrasi Penanganan Rabies sebagai langkah memperkuat penanganan kasus gigitan hewan di wilayah Kota Sukabumi.

Program tersebut direncanakan mulai diluncurkan pada minggu pertama Juni 2026 dan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional Indonesia bebas rabies tahun 2030.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, mengatakan inovasi SINAR akan memuat sistem tata kelola serta tata laksana medis bagi pasien korban gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.

“Kita insyaallah akan luncurkan di minggu pertama Bulan Juni,” ujar Denna, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, program tersebut disiapkan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah kasus gigitan hewan dalam beberapa tahun terakhir di Kota Sukabumi.

Berdasarkan data Dinkes, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sudah ada 104 kasus gigitan hewan yang dilaporkan melalui RSUD Al-Mulk sebagai rabies center.

“Data 5 tahun ke belakang, cukup banyak kasus gigitan di Kota Sukabumi. Tahun 2026 saja sudah 104 kasus gigitan sesuai laporan RSUD Al-Mulk yang merupakan rabies center, namun tidak ada kasus positif,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan program SINAR, Dinkes juga akan memperluas layanan penanganan rabies dengan menunjuk tiga puskesmas tambahan sebagai rabies center.

Ketiga fasilitas kesehatan tersebut yakni Puskesmas Sukabumi, Puskesmas Cipelang, dan Puskesmas Baros.

Dengan penambahan rabies center tersebut, penanganan korban gigitan hewan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan mudah dijangkau masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Terjatuh ke Sungai, Perempuan Muda Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kabandungan

0

Wartain.com – Warga Kampung Ciawitali, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan muda yang tergeletak di aliran sungai kecil dalam kondisi tidak sadarkan diri, Minggu (17/5/2026).

Korban yang diperkirakan berusia sekitar 23 hingga 25 tahun itu awalnya sempat diduga meninggal dunia. Namun, setelah aparat kepolisian bersama tim medis tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan, korban diketahui masih dalam keadaan hidup meski belum sadarkan diri.

Kapolsek Kalapanunggal, Aah Saepul Rohman, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan dalam kondisi lemah dengan luka di bagian pergelangan tangan kiri.

“Perempuan yang sempat disangka meninggal, setelah kami bersama tim medis datang ke lokasi, ternyata masih dalam keadaan hidup,” ujarnya.

Petugas kepolisian bersama warga kemudian langsung melakukan evakuasi terhadap korban dari aliran sungai menuju lokasi yang lebih aman guna mendapatkan penanganan awal.

Menurutnya, saat dievakuasi korban masih dalam kondisi tidak sadar. Selain itu, petugas juga menemukan adanya luka pada bagian pergelangan tangan kiri korban.

“Korban yang diperkirakan berusia sekitar 23 hingga 25 tahun kami evakuasi dalam kondisi tidak sadar. Kami juga menemukan luka di pergelangan tangan sebelah kiri,” jelasnya.

Usai dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban sekaligus mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.

“Untuk motifnya masih dalam pendalaman,” kata Aah Saepul Rohman.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi penemuan. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan yang tengah dilakukan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

SPMB 2026 di Sukabumi Perkenalkan PCMB dan Sekolah Maung, Pendaftaran Dimulai Akhir Mei

0

Wartain.com – Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Provinsi Jawa Barat mulai menyosialisasikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Sosialisasi digelar di SMAN 1 Kota Sukabumi, Senin (18/5/2026), dengan melibatkan kepala sekolah, camat, lurah, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.

Dalam sosialisasi tersebut, perhatian utama tertuju pada penerapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) serta penetapan sejumlah sekolah unggulan bertajuk Sekolah Maung atau Manusia Unggul.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Provinsi Jawa Barat, Lima Faudiamar, mengatakan SPMB tahun ini dirancang agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, inklusif, dan berintegritas.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan sejumlah sekolah sebagai Sekolah Maung, salah satunya SMAN 2 Kota Sukabumi.

Program tersebut disiapkan untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan non akademik, karakter kepemimpinan, dan daya saing tinggi.

Sementara itu, Pengawas Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 sekaligus Ketua Panitia SPMB, Iwan Setiawan, menyebutkan sosialisasi akan terus dilakukan hingga tingkat masyarakat paling bawah agar informasi SPMB dapat diterima secara merata.

“Kita juga nanti ada sosialisasi sekolah, per titik. Nanti yang diundang lebih ke grassroot sampai tingkat RT, RW dan orang tua siswa. Sehingga diharapkan calon siswa yang merupakan lulusan SMP, tsanawiyah maupun Paket B mendapatkan informasi utuh dan bisa mengakses pendidikan selanjutnya,” jelasnya.

Selain SMAN 2 Kota Sukabumi, sekolah lain yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung yakni SMAN 1 Pelabuhanratu dan SMKN 1 Cibadak.

Iwan menjelaskan, proses pendaftaran Sekolah Maung dilakukan secara terpisah dari jalur SPMB reguler dan mulai dibuka pada 25 Mei 2026.

“SPMB-nya terpisah dengan yang reguler, mulai pendaftarannya tanggal 25 Mei 2026. Ini sekolah khusus anak-anak berprestasi akademik dan non akademik. Ini dari seluruh Jawa Barat, bahkan lintas kota atau kabupaten juga bisa,” tambahnya.

Selain itu, pada pelaksanaan SPMB tahun ini juga diperkenalkan sistem PCMB yang akan dimulai pada 25 Mei 2026 sebagai tahapan awal sebelum pembukaan SPMB tahap pertama.

Melalui PCMB, pemerintah akan memetakan pilihan calon murid lulusan SMP, MTs, dan Paket B di seluruh Jawa Barat berdasarkan jenis sekolah maupun jalur pendidikan yang dipilih, baik SMA, SMK, SLB, Sekolah Manusia Unggul, hingga Madrasah Aliyah.

Sementara berdasarkan jadwal yang telah disosialisasikan, pendaftaran SPMB tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Teater Musikal Ibu Sud di Sukabumi, Hidupkan Kembali Lagu Anak di Kota Kelahirannya

0

Wartain.com – Lagu-lagu anak karya Ibu Sud kembali menggema di Kota Sukabumi melalui pertunjukan teater musikal bertajuk Ibu Sud (Ibu Soed): Senada Senandika, Minggu malam (18/5/2026). Pertunjukan tersebut menghadirkan suasana nostalgia sekaligus mengenalkan kembali sosok Ibu Sud kepada generasi muda.

Sejumlah lagu legendaris seperti Naik Delman, Naik Kereta Api, hingga Kupu-Kupu yang Lucu dibawakan dalam balutan drama musikal yang memadukan musik, dialog, dan permainan panggung.

Di atas panggung, tokoh Ibu Sud diperankan oleh Ghaisan Insyira atau Cancan, perempuan asal Sukabumi yang tampil memainkan biola sambil memerankan perjalanan hidup sang komponis lagu anak-anak Indonesia tersebut.

Sutradara sekaligus penulis pertunjukan, Den Aslam, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Ibu Sud lahir dan besar di Sukabumi.

“Hari ini kita mementaskan musikal Ibu Sud. Yang mana Ibu Sud itu lahir dan tumbuh di sini, di Sukabumi,” ujar Den Aslam usai pertunjukan.

Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan nostalgia lagu masa kecil, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali nilai pendidikan dan karakter yang terkandung dalam karya-karya Ibu Sud.

“Generasi sekarang kan masih sangat kekurangan lagu-lagu anak,” katanya.

Den Aslam menilai lagu anak saat ini mulai tergeser oleh lagu-lagu populer media sosial. Karena itu, ia mencoba menghadirkan kembali karya Ibu Sud dengan aransemen yang lebih segar dan dekat dengan generasi muda.

“Kalau kita secara masif di dunia teater dan kesenian menggaungkan kembali lagu-lagu ini, me-remix kembali lagu-lagu yang secara aransemen sudah jadul tapi kita bikin fun dan populer, itu salah satu alternatif memperjuangkan kemurnian anak-anak Indonesia,” lanjutnya.

Untuk mendalami sosok Ibu Sud, tim produksi melakukan riset literatur melalui buku biografi lama terbitan Depdikbud yang memuat perjalanan hidup sang tokoh.

Dari hasil penelusuran tersebut diketahui bahwa Ibu Sud lahir di Sukabumi pada 26 Maret 1908 dengan nama Saridjah Niung. Ia berasal dari keluarga keturunan Bugis dan sempat tinggal di kawasan Jalan Kaum, Cikole, Kota Sukabumi.

Selain menelusuri literatur, tim produksi juga mencoba mencari jejak keluarga Ibu Sud yang masih berada di Sukabumi maupun Jakarta.

Sementara itu, Cancan mengaku pertunjukan tersebut menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam teater musikal. Mahasiswi semester akhir Politeknik Sukabumi itu sebelumnya lebih banyak berkecimpung di dunia musik dan permainan biola.

“Ini sebetulnya juga pertama kali saya ikut teater musikal ini,” ujar Cancan.

Ia mengaku harus mempelajari karakter Ibu Sud melalui buku biografi dan berbagai riset lainnya. Menurutnya, Ibu Sud merupakan sosok perempuan kuat dan memiliki karakter berbeda dibanding perempuan pada masanya.

“Karakter Ibu Sud itu lebih keras, agak tomboi juga,” katanya.

Bagi Cancan, lagu-lagu ciptaan Ibu Sud bukan hanya sekadar hiburan anak-anak, tetapi juga sarana menanamkan rasa cinta tanah air.

“Ibu Sud itu menanamkan kepada diri kita kalau negeri kita itu lebih indah dan kita tidak boleh dijajah,” ucapnya.

Ibu Sud meninggal dunia pada tahun 1993 di Jakarta dan dimakamkan di TPU Menteng Pulo II Jakarta. Namun melalui lagu-lagunya, jejak dan semangatnya masih terus hidup dan kembali dipentaskan di kota tempat ia dilahirkan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik