Wartain.com || Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis ’98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk memprioritaskan penanganan pascabencana di wilayah Sumatera, ketimbang terjebak dalam perdebatan politik terkait mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.
Menurut Anto, situasi kebencanaan yang melanda sejumlah daerah di Sumatera membutuhkan perhatian serius dan kerja bersama seluruh komponen negara. Fokus pemerintah, parlemen, dan partai politik seharusnya diarahkan pada pemulihan kondisi masyarakat terdampak, bukan pada wacana politik yang dinilai belum mendesak.
“PPJNA 98 sependapat dengan pernyataan Pak Dasco. Saat ini yang paling penting adalah bagaimana negara hadir secara maksimal untuk menangani dampak bencana di Sumatera. Energi bangsa jangan terpecah oleh perdebatan politik, apalagi soal pilkada,” ujar Anto dalam keterangannya, Rabu (7/1).
Anto menilai, pernyataan Dasco mencerminkan sikap kenegarawanan dan kepekaan sosial di tengah kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Ia menegaskan bahwa rakyat membutuhkan aksi nyata, mulai dari penanganan pengungsi, pemulihan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pemulihan ekonomi pascabencana.
“Ketika rakyat sedang berjuang untuk bangkit dari bencana, sudah seharusnya elit politik menahan diri dan menunjukkan empati. Fokus pada penyelamatan dan pemulihan adalah prioritas utama,” tegasnya.
PPJNA 98 juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah menurunkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, untuk membantu proses tanggap darurat dan rehabilitasi di wilayah terdampak. Namun demikian, Anto menekankan bahwa tantangan ke depan masih besar dan membutuhkan konsistensi kebijakan serta dukungan anggaran yang memadai.
Terkait kembali menguatnya wacana pilkada melalui DPRD, Anto mengingatkan agar isu tersebut tidak dijadikan agenda utama di tengah situasi krisis. Menurutnya, pembahasan kebijakan strategis terkait demokrasi lokal tetap penting, namun harus ditempatkan pada momentum yang tepat agar tidak menimbulkan kegaduhan politik.
“Pilkada itu urusan penting, tapi tidak boleh mengalahkan kepentingan kemanusiaan. Saat bencana terjadi, keselamatan dan pemulihan rakyat harus berada di atas segalanya,” katanya.
Anto juga mengajak seluruh partai politik, tokoh publik, serta organisasi masyarakat sipil untuk ikut berperan aktif membantu korban bencana, baik melalui jalur kemanusiaan maupun dengan menjaga suasana politik tetap kondusif.
“Solidaritas nasional sedang diuji. Ini saatnya semua pihak bersatu, bukan saling berdebat. Politik harus hadir sebagai solusi, bukan sumber kegaduhan,” pungkas Anto.
Dengan dukungan terhadap pernyataan Dasco tersebut, PPJNA 98 berharap penanganan pascabencana di Sumatera dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran, sekaligus menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
