26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 1, 2026
Beranda blog Halaman 90

Cuaca Sukabumi 18 Mei 2026 Diprakirakan Cerah Pagi, Waspada Hujan Sore

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca pada Senin 18 Mei 2026. Badan meteorologi memprakirakan pagi hari akan cerah, namun potensi hujan ringan mulai muncul pada sore hari.

Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, suhu di wilayah Sukabumi berkisar antara 19 hingga 29 derajat Celsius. Suhu terendah terjadi pada pagi hari, sementara suhu tertinggi tercatat menjelang siang.

Memasuki pagi hingga siang, langit diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Kondisi ini cocok untuk aktivitas luar ruangan, meski masyarakat diimbau tetap mewaspadai paparan sinar UV yang mencapai kategori ekstrem antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.

Kelembapan udara pada periode tersebut berada di kisaran 66-96 persen. Angin bertiup lemah dari arah barat daya dengan kecepatan 3 hingga 9 km/jam, sehingga udara terasa cukup lembap.

Memasuki pukul 14.00 WIB, awan mulai menebal. Peluang hujan ringan meningkat hingga 37-47 persen pada sore hari. Suhu pun berangsur turun ke angka 26-28 derajat Celsius.

Hujan yang diprakirakan turun bersifat ringan dan tidak merata. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB sebelum kembali mereda.

Menjelang malam, cuaca berubah menjadi berawan hingga berawan tebal. Suhu turun ke kisaran 23-25 derajat Celsius dengan kelembapan yang naik hingga 97 persen.

Matahari dijadwalkan terbit pada pukul 05:55 WIB dan terbenam pukul 17:42 WIB. Perubahan cuaca dari cerah ke hujan ini menjadi pola umum yang terjadi di Sukabumi pada masa peralihan musim.

Masyarakat diimbau membawa perlengkapan hujan jika beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari. Bagi pengendara, kondisi jalan yang basah perlu diwaspadai untuk menghindari kecelakaan.

Dengan prakiraan ini, warga Sukabumi disarankan mengatur jadwal kegiatan agar tidak terganggu oleh hujan sore. Pantau terus informasi cuaca terbaru untuk antisipasi perubahan yang lebih cepat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pinjol dan Judol: Ketika Kemudahan Digital Berubah Menjadi Jebakan Sosial

0

Oleh : Dede Heri Sekjen Rumah Literasi Merah Putih

Wartain.com – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara hidup masyarakat secara drastis. Aktivitas yang dahulu membutuhkan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan hanya melalui telepon genggam. Belanja, belajar, bekerja, hingga transaksi keuangan menjadi lebih cepat dan praktis. Era modern menghadirkan kemudahan yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Namun di balik kemajuan tersebut, muncul persoalan serius yang perlahan menjadi ancaman sosial baru, yakni maraknya pinjaman online ilegal (pinjol) dan judi online (judol). Keduanya berkembang pesat di tengah tingginya penggunaan internet dan minimnya literasi digital masyarakat.

Fenomena ini bukan lagi sekadar persoalan moral individu. Masalahnya jauh lebih kompleks karena berkaitan dengan sistem digital yang mampu menjangkau, mempengaruhi, bahkan menjebak masyarakat secara masif.

Pinjol dan judol bekerja dengan pola yang hampir serupa. Keduanya memanfaatkan kebutuhan, rasa penasaran, serta tekanan ekonomi masyarakat. Dalam hitungan menit seseorang dapat mengakses pinjaman uang atau masuk ke platform perjudian tanpa harus bertemu langsung dengan siapa pun. Semua berlangsung cepat, instan, dan terlihat mudah.

Ironisnya, sasaran dari praktik tersebut tidak lagi terbatas pada kelompok ekonomi tertentu. Mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga pejabat publik ikut terseret dalam pusaran ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jebakan digital dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun tingkat pendidikan.

Di satu sisi, pinjaman online legal sebenarnya hadir untuk membantu akses keuangan masyarakat. Namun persoalan muncul ketika praktik ilegal berkembang tanpa kontrol yang kuat. Bunga tinggi, intimidasi penagihan, penyalahgunaan data pribadi, hingga tekanan psikologis menjadi cerita yang terus berulang.

Sementara itu, judi online berkembang lebih agresif melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga iklan terselubung di berbagai platform digital. Sistem algoritma digital membuat promosi judol semakin sulit dibendung. Masyarakat terus dibombardir oleh iming-iming kemenangan instan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.

Bahaya terbesar dari fenomena ini adalah lahirnya budaya instan. Banyak orang mulai percaya bahwa masalah ekonomi dapat diselesaikan secara cepat tanpa proses yang sehat. Ketika harapan tersebut tidak tercapai, yang muncul justru utang, kecanduan, konflik keluarga, bahkan tindakan kriminal.

Negara tentu tidak boleh kalah cepat dibanding perkembangan teknologi. Penegakan hukum terhadap pinjol ilegal dan judi online harus dilakukan secara konsisten, bukan sekadar razia sesaat. Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap sistem digital, termasuk aliran transaksi dan penyebaran konten ilegal di internet.

Di sisi lain, literasi digital masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup hanya sebatas mengoperasikan aplikasi, tetapi juga memahami risiko, keamanan data, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

Masyarakat perlu disadarkan bahwa tidak semua kemudahan digital membawa manfaat. Sebagian justru dirancang untuk mengeksploitasi kelemahan manusia, terutama ketika seseorang berada dalam tekanan ekonomi dan psikologis.

Kemajuan teknologi pada dasarnya adalah alat. Ia bisa menjadi solusi, tetapi juga dapat berubah menjadi ancaman ketika pengawasan lemah dan kesadaran masyarakat rendah. Karena itu, perang melawan pinjol ilegal dan judi online tidak cukup hanya dengan memblokir situs atau menangkap pelaku. Yang lebih penting adalah membangun sistem digital yang sehat, aman, dan berpihak kepada masyarakat.

Jika tidak ditangani secara serius, maka era digital yang seharusnya membawa kemajuan justru dapat melahirkan krisis sosial baru yang lebih sulit dikendalikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Paska Konferensi PWI ke VI : Literasi dan Peran Strategis Bangun Sinergi Terjemahkan Visi Sukabumi Mubarakah

0

“Diskusi Santai di Kampus Pencerahan Rumah Literasi Merah Putih bersama Aam Abdul Salam (Penasehat PWI dan SMSI Sukabumi), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (CEO Wartain.Com), M.Rafi Asyam (CEO Bisnisnews.net) dan Aab Abdul Malik (Editor Wartain.com)”

Wartain.com – Angin malam berembus perlahan di pelataran Kampus Pencerahan Rumah Literasi Merah Putih, membawa aroma tanah basah dan seduhan kopi yang khas. Di ruang tengah yang hangat, obrolan mengalir santai tanpa sekat protokoler. Duduk melingkar beberapa tokoh media dan literasi Sukabumi: Aam Abdul Salam, Dede Heri, Siti Ratna Maymunah, M. Rafi Asyam dan Aab Abdul Malik. Tema diskusi mereka malam itu berbobot, namun dibedah dengan pendekatan seni filsafat dan spiritual yang rileks.

“Konferensi PWI ke-VI kemarin bukan sekadar ritual organisasi,” buka Aam Abdul Salam, Penasehat PWI dan SMSI Sukabumi, sambil memutar cangkir kopinya. “Secara ontologis, terpilihnya Nuruddin Zain Samsyi — Abah Anom sebagai Ketua terpilih didampingi Achmad Zazuli sekretaris dan Bendahara Kang Iyan —adalah sebuah awal dari laku spiritual baru pers Sukabumi.

Pemimpin baru itu seperti dialektika rasa; ia harus mampu menerjemahkan kegelisahan zaman menjadi energi perubahan. PWI ke depan harus punya ‘jiwa’ yang menggerakkan.

“Dede Heri, selaku tuan rumah dari Rumah Literasi Merah Putih, tersenyum lebar menyambut premis tersebut. Ia membetulkan posisi duduknya, bersiap membawa diskusi ke dimensi yang lebih transenden.

“Bicara jiwa, maka gerbang utamanya adalah literasi,” sahut Dede Heri. “Dalam seni spiritual, literasi itu adalah jembatan makrifat—mengenali diri dan lingkungan. Gerakan literasi yang kita gagas bukan cuma menyuruh orang membaca buku teks, tapi membaca semesta Sukabumi. Abah Anom punya momentum emas untuk menjadikan PWI sebagai episentrum pencerahan, yang mampu membaca tanda-tanda zaman demi kemaslahatan publik.

“Siti Ratna Maymunah, CEO Wartain.Com yang juga mengemban amanah sebagai Bendahara SMSI Sukabumi Raya, ikut urun rembug. Pandangannya tajam namun tetap teduh, mencerminkan keseimbangan antara idealisme pers dan realitas kelembagaan.

“Nah, jembatan pencerahan itu harus mewujud dalam tindakan nyata,” kata Siti Ratna.

“Dari kacamata kolaborasi, PWI paska-Konferensi ini punya tugas besar menerjemahkan visi Mubarakah yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi. Visi yang penuh dengan nilai keberkahan itu tidak boleh hanya menggantung di langit birokrasi. Lewat jurnalisme literatif yang digelorakan PWI, kita bantu membumikan visi tersebut, membangun sinergi antar-sektor agar keberkahan itu benar-benar dirasakan di akar rumput.

“M. Rafi Asyam, CEO Bisnisnews.net, yang sejak tadi menyimak dengan saksama, mengangguk setuju. Ia melihat tantangan ini dari perspektif ketahanan ekonomi dan global yang lebih makro.

“Betul kata Ibu Siti Ratna. Apalagi kalau kita refleksikan ke situasi dunia hari ini yang penuh gejolak dan konflik global,” sela Rafi Asyam. “Secara filsafat sosial, literasi adalah imunitas. Di tengah gempuran ketidakpastian, literasi membangun ketahanan masyarakat (community resilience).

Melalui tulisan yang mencerahkan, kita bisa membangkitkan kembali memori kolektif tentang gotong royong dan solidaritas sosial. Dari sana, kita bisa menggali potensi lokal kita sendiri: menarik investasi yang sehat, memajukan pariwisata yang berbasis kearifan lokal, serta mengangkat marwah UMKM dan kekayaan sumber daya alam Sukabumi.

“Suasana diskusi di Kampus Pencerahan malam itu semakin larut, namun pemikiran yang dilemparkan justru semakin benderang. Perpaduan antara kedalaman spiritual, estetika filsafat, dan aksi nyata pers melahirkan sebuah konklusi yang hangat.

Obrolan santai ini menjadi penanda bahwa di bawah kepemimpinan Abah Anom, PWI Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak sekadar menjadi pencatat peristiwa, melainkan pembuat sejarah melalui gerakan pencerahan literasi yang menyentuh kalbu masyarakat, membangun optimisme, bangkit meraih kemajuan dan kesuksesan daerah Sukabumi (Rd. Ratu Dinar)***

Klasemen Sementara BRI Super League: Sengitnya Perebutan Takhta Juara dan Tiket Selamat dari Degradasi

0

Wartain.com – Persaingan menuju takhta juara sekaligus perjuangan menghindari jurang degradasi BRI Super League musim 2025/2026 mencapai titik didih pada pekan ke-33 yang berlangsung serentak pada Minggu malam (17/5/2026). Persib Bandung sukses mengamankan posisi puncak klasemen setelah menumbangkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-2 di Stadion BJ Habibie, Parepare. Kemenangan dramatis ini membuat klub berjuluk Pangeran Biru tersebut kini mengoleksi 78 poin dan memperbesar peluang mereka untuk mengangkat trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada akhir musim.

Di saat yang bersamaan, rival terdekat mereka dalam perebutan gelar juara, Borneo FC, justru harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol (0-0) oleh tamunya, Persijap Jepara. Kegagalan Pesut Etam meraih poin penuh di kandang sendiri membuat mereka tertahan di peringkat kedua dengan 76 poin, terpaut dua angka dari Persib Bandung. Hasil minor ini memaksa penentuan gelar juara kompetisi musim ini harus berlanjut hingga pertandingan pamungkas pada pekan ke-34 mendatang.

Bagi Persijap Jepara, satu poin yang mereka curi dari markas Borneo FC menjadi berkah yang sangat krusial karena berhasil memastikan posisi mereka aman dari ancaman degradasi. Dengan torehan 35 poin di peringkat ke-13, Laskar Kalinyamat secara matematis sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh tim-tim yang berada di zona merah. Keberhasilan menahan imbang tim papan atas ini sekaligus menyegel tiket bagi Persijap untuk tetap berlaga di kasta tertinggi BRI Super League pada musim depan.

Sebaliknya, kekalahan yang diderita PSM Makassar di hadapan pendukungnya sendiri membuat tim berjuluk Juku Eja tersebut kini berada di ambang bahaya. Ketidakmampuan mengamankan poin di kandang membuat mereka tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 34 poin, posisi yang masih sangat rawan digusur. Kondisi ini memaksa PSM Makassar untuk berjuang ekstra keras pada pertandingan terakhir demi menyelamatkan wajah klub dari ancaman turun kasta ke Liga 2.

Nasib kurang beruntung juga menimpa Madura United pada pekan krusial ini setelah dipaksa menyerah dengan skor 2-1 saat melawat ke markas PSIM Yogyakarta. Kekalahan tersebut membuat Laskar Sape Kerrab tertahan di peringkat ke-15 dengan 32 poin, tepat satu setrip di atas zona merah. Di sisi lain, Persis Solo yang bermain sehari sebelumnya berhasil menjaga asa mereka setelah menang tipis 1-0 atas Dewa United, sehingga kini menguntit di posisi ke-16 dengan raihan 31 poin.

Konfigurasi hasil pertandingan pekan ke-33 ini memastikan bahwa tiga tim, yaitu PSM Makassar, Madura United, dan Persis Solo, masih terombang-ambing di ambang zona degradasi. Ketiganya kini wajib saling sikut dan melakoni misi hidup mati pada pekan ke-34 untuk menghindari satu slot tersisa ke Liga 2, menyusul Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah lebih dulu dipastikan terlempar dari kasta tertinggi.

Penentuan Juara: Persib Bandung hanya butuh imbang atau kemenangan di laga terakhir melawan Persijap Jepara untuk mengunci gelar tanpa bergantung hasil Borneo FC.

Sedangkan untuk Borneo FC menjadi juara, di laga terakhir harus menang dan Persib Bandung kalah.

Skenario Degradasi Terakhir: Laga pamungkas akan mempertemukan Madura United vs PSM Makassar, sebuah duel langsung yang sangat krusial. Sementara Persis Solo wajib menang melawan Persita Tangerang sembari berharap salah satu dari Madura United atau PSM menelan kekalahan telak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Borneo FC Ditahan Imbang Persijap 0-0, Ambisi Juara Mulai Menjauh

0

Wartain.com – Langkah Borneo FC untuk mengamankan gelar juara BRI Super League musim ini menemui jalan buntu setelah ditahan imbang tanpa gol oleh tuan rumah Persijap Jepara. Pertandingan pekan penentu yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Minggu malam tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0 setelah kedua tim gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Minggu, 17 Mei 2026.

Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi Borneo FC yang sejak awal laga langsung mengambil inisiatif menyerang demi mengamankan tiga poin penuh. Skuad berjuluk Pesut Etam tersebut sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan, namun rapatnya barisan pertahanan Persijap serta gemilang penampilan penjaga gawang tuan rumah membuat frustrasi lini depan tim tamu hingga peluit panjang dibunyikan.

Di waktu yang bersamaan, rival terdekat mereka, Persib Bandung, justru berhasil memetik kemenangan krusial saat menjamu PSM Makassar. Kemenangan tipis yang diraih Maung Bandung di markasnya tersebut sukses mengamankan posisi mereka di puncak klasemen sekaligus memperlebar jarak dari kejaran Borneo FC.

Akibat hasil kontras ini, Borneo FC kini tertinggal 2 poin dari Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League. Situasi ini membuat ambisi Borneo FC untuk mengangkat trofi juara musim ini menjadi sangat berat, mengingat kompetisi kini hanya menyisakan satu laga pamungkas.

Secara kalkulasi matematis di pekan terakhir, Borneo FC tidak hanya wajib memenangkan pertandingan sisa mereka, tetapi juga harus bergantung pada hasil pertandingan Persib. Jika Persib Bandung berhasil memenangkan laga terakhirnya, maka gelar juara dipastikan akan jatuh ke tangan tim asal Jawa Barat tersebut, tanpa memedulikan hasil yang diraih Borneo FC.

Bagi Persijap Jepara, hasil imbang ini menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu menahan gempuran tim papan atas di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara bagi Borneo FC, hasil ini menjadi tamparan keras yang memaksa tim asuhan pelatih kepala mereka harus mengevaluasi total efektivitas lini serang menjelang laga hidup-mati di pekan depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Taklukkan PSM Makassar 2-1, Persib Bandung Selangkah Lagi Kunci Gelar Juara BRI Super League

0

Wartain.com – Persib Bandung sukses mencuri poin penuh setelah menundukkan tuan rumah PSM Makassar dengan skor tipis 2-1 dalam laga krusial lanjutan BRI Super League yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie, Parepare. Kemenangan dramatis ini semakin memperkokoh posisi Maung Bandung di puncak klasemen sekaligus memberikan sinyalemen kuat bahwa mereka siap mempertahankan gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut (hattrick juara) pada musim ini. Minggu, 17 Mei 2026.

Skuat asuhan Bojan Hodak langsung tampil menggebrak sejak awal babak pertama dengan menerapkan strategi penguasaan bola yang dominan hingga mencapai 61 persen. Upaya agresif tersebut membuahkan hasil nyata pada menit ke-33 ketika gelandang andalan mereka, Thom Haye, berhasil memecah kebuntuan lewat eksekusi taktis yang bersarang rendah di gawang Jasa Hitam. Keunggulan 1-0 untuk keunggulan tim tamu ini bertahan kokoh hingga ditiupnya peluit tanda turun minum oleh sang pengadil lapangan.

Memasuki paruh kedua, PSM Makassar yang tidak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri mencoba keluar dari tekanan dengan meningkatkan intensitas serangan fisik. Alhasil, pada menit ke-54, Yuran Fernandes sukses menggetarkan jala Persib Bandung lewat skema serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan, mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Kendati demikian, Persib yang unggul dalam penciptaan peluang emas (8 berbanding 1) terus mengurung pertahanan Juku Eja guna mengamankan tiga poin mutlak.

Drama pertandingan mencapai puncaknya pada masa injury time babak kedua, tepatnya di menit ke-90+6, ketika Julio C muncul sebagai pahlawan kemenangan Maung Bandung. Memanfaatkan umpan silang matang di dalam kotak penalti, sundulan akurat legiun asing tersebut sukses merobek gawang PSM Makassar sekaligus menyegel skor akhir menjadi 2-1. Gol di detik-detik akhir ini langsung disambut selebrasi emosional oleh seluruh pemain dan ofisial Persib di pinggir lapangan pertandingan.

Kemenangan berharga ini menjadi momentum emas bagi Persib Bandung seiring dengan hasil minor yang diraih oleh pesaing terdekat mereka, Borneo FC, yang secara mengejutkan ditahan imbang oleh Persijap Jepara. Hasil kompetisi tersebut menjadi sinyal kuat yang menempatkan Maung Bandung di gerbang juara championship musim ini. Kini, Persib hanya membutuhkan satu kemenangan lagi pada laga pamungkas mendatang untuk mencetak sejarah baru di kancah sepak bola nasional.

Pada pertandingan penentu atau laga pamungkas tersebut, Persib Bandung dijadwalkan akan menghadapi tantangan dari Persijap Jepara. Manajemen dan tim pelatih menegaskan akan langsung mematangkan persiapan taktis demi mengamankan poin penuh terakhir demi mewujudkan target besar memenangkan trofi BRI Super League tiga musim beruntun. Fokus penuh kini diarahkan ke laga final tersebut guna memastikan supremasi tertinggi sepak bola tanah air tetap berada di kota Bandung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Siapkan Rekayasa Arus Jelang Konvoi Kemenangan Persib

0

Wartain.com – Menjelang perayaan kemenangan Persib Bandung, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota mengimbau para Bobotoh untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan saat melakukan konvoi maupun perayaan di jalan raya.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan potensi gangguan keamanan, Sat Lantas akan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas mulai Minggu (17/5/2026) pukul 20.00 WIB di sejumlah ruas jalan utama Kota Sukabumi.

Adapun ruas jalan yang akan dilakukan rekayasa lalu lintas meliputi Jalan Siliwangi, Jalan Suryakencana, Jalan Syamsudin SH, Jalan RE Martadinata, dan Jalan Ahmad Yani.

Polisi juga mengingatkan para pendukung Persib agar tetap mematuhi aturan berkendara selama perayaan berlangsung. Penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan, serta larangan penggunaan knalpot brong menjadi perhatian utama demi menjaga kenyamanan masyarakat.

Selain itu, Bobotoh diminta tidak menyalakan flare maupun petasan di jalan raya karena dinilai berpotensi menimbulkan kebakaran dan membahayakan kesehatan warga.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati pengguna jalan lain, termasuk kendaraan darurat seperti ambulans, serta tidak melakukan aksi yang dapat memicu kemacetan seperti memblokade persimpangan jalan.

Tak hanya soal ketertiban lalu lintas, Sat Lantas juga meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak fasilitas umum saat merayakan kemenangan.

Menurut polisi, euforia kemenangan akan lebih bermakna apabila dirayakan secara tertib, aman, dan penuh tanggung jawab. Karena itu, masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan bersama selama kegiatan berlangsung.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hasil Super League: Tekuk Madura United 2-1, PSIM Jaga Gengsi Kandang, Sape Kerrab Diambang Jurang Degradasi

0

Wartain.com – PSIM Yogyakarta sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan tamunya, Madura United, dengan skor tipis 2-1 dalam laga lanjutan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan krusial yang menyajikan duel sengit ini digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, pada Minggu (17/5/2026) malam WIB. Kemenangan ini sekaligus menjadi kado perpisahan yang manis bagi pendukung Laskar Mataram pada laga kandang pamungkas mereka musim ini.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tuan rumah PSIM Yogyakarta langsung mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya, keran gol Laskar Mataram terbuka pada menit ke-17 melalui sontekan terarah Ezequiel Vidal yang memanfaatkan umpan matang Riyatno Abiyoso. Tak butuh waktu lama bagi publik Bantul untuk kembali bersorak, setelah Muhammad Iqbal menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-34 lewat aksi tendangan akrobatik memukau yang gagal dihalau kiper Madura United, Diky Indriyana.

Memasuki paruh kedua, Madura United yang diasuh oleh pelatih caretaker Rakhmad Basuki mencoba keluar dari tekanan demi mengejar ketertinggalan. Upaya keras Laskar Sape Kerrab akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 setelah penyerang asing mereka, Junior Brandao, berhasil menjebol gawang Cahya Supriadi memanfaatkan asis dari Fransiskus Alesandro. Kendati intensitas pertandingan meningkat di sisa laga, solidnya lini belakang PSIM berhasil menjaga keunggulan 2-1 hingga wasit Firdavs Norsafarov meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Dominasi PSIM Yogyakarta dalam laga ini juga tercermin jelas melalui statistik akhir pascapertandingan. Skuad asuhan Laskar Mataram unggul dalam penguasaan bola sebesar 55% berbanding 45% milik tim tamu. Kreativitas lini tengah PSIM pun terlihat sangat superior dengan mencatatkan 18 kali tembakan (10 on target) serta menciptakan 13 peluang emas, jauh mengungguli Madura United yang hanya mampu melepaskan 7 tembakan (2 on target) dan mengkreasi 5 peluang sepanjang 90 menit.

Bagi PSIM Yogyakarta, tambahan tiga poin ini memantapkan posisi mereka di papan tengah, tepatnya di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan raihan 45 poin. Sebaliknya, hasil minor ini menjadi tamparan keras bagi Madura United yang sedang berjuang meloloskan diri dari jerat turun kasta. Kekalahan ini membuat posisi Sape Kerrab semakin mengkhawatirkan karena tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 32 poin.

Dengan menyisakan satu laga pamungkas di pekan ke-34, Madura United kini berada dalam situasi yang sangat kritis lantaran hanya terpaut 1 angka dari Persis Solo yang berada di zona merah. Kegagalan mencuri poin di Bantul memaksa Madura United wajib memenangkan pertandingan terakhir mereka musim ini jika tidak ingin terlempar ke zona degradasi dan turun kasta ke Liga 2 pada musim depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Keranjang Langit Jadi Primadona Wisatawan di Situ Gunung Sukabumi Saat Libur Panjang

0

Wartain.com – Kawasan wisata Lembah Purba Suspension Bridge di Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, dipadati wisatawan selama libur panjang akhir pekan. Destinasi wisata alam yang berada di kawasan pegunungan tersebut menawarkan udara sejuk serta panorama hijau yang menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari suasana perkotaan.

Salah satu wahana yang paling diminati wisatawan saat ini adalah Keranjang Langit, yakni kereta gantung bertenaga listrik dengan tempat duduk menyerupai keranjang yang dapat dinaiki satu hingga dua orang.

Wahana tersebut memiliki lintasan sepanjang sekitar 523 meter untuk sekali perjalanan, sehingga total lintasan pulang-pergi mencapai sekitar 1,46 kilometer.

Selama berada di atas wahana, pengunjung dapat menikmati pemandangan lembah dan kawasan hijau Situ Gunung dari ketinggian.

Yasmin, wisatawan asal Bandung, mengaku tertarik datang ke Situ Gunung karena suasananya masih alami dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

“Soalnya tempatnya masih natural, ee juga menghindari hiruk-pikuk ini kota aja sih, terus juga ke sini lagi agak viral ya,” ujar Yasmin, Minggu (17/5/2026).

Ia mengaku baru pertama kali mencoba wahana Keranjang Langit dan merasa puas dengan pengalaman yang didapat.

“Kebetulan kita baru datang, jadi baru nyobain Keranjang Langitnya.”

Menurut Yasmin, pengalaman menikmati kawasan wisata dari atas wahana terasa sangat berkesan, terlebih kawasan tersebut dikenal memiliki jembatan gantung terpanjang di Indonesia.

“So far sih seru ya, maksudnya juga ini kan salah satu katanya jembatan terpanjang di Indonesia ya? Yang hampir setengah kilo. Ya cukup, cukup berkesan, sangat ber- berkesan,” katanya.

Meski sempat merasa tegang, ia menilai sistem keamanan wahana cukup baik dan membuat pengunjung merasa aman.

“Lumayan (tegang), tapi kayak harusnya sih saya udah lihat, tadi aman ya. Ininya juga zip linenya juga double safety,” lanjutnya.

Selain Keranjang Langit, kawasan Lembah Purba Suspension Bridge juga memiliki sejumlah wahana lain seperti Jembatan Gantung Lembah Purba sepanjang 523 meter, Keranjang Sultan, hingga Flying Fox yang melintasi Danau Situ Gunung.

Marketing Officer Lembah Purba Suspension Bridge, Rustandi, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan selama libur panjang akhir pekan.

“Untuk kunjungan Alhamdulillah, mungkin dengan libur panjang ini ada salah satu berkah juga buat kami. Ada peningkatan kunjungan sekitar 30 persen dibanding hari-hari biasa maupun akhir pekan biasa,” ujar Rustandi.

Menurutnya, libur panjang membuat wisatawan memiliki waktu lebih banyak untuk menikmati seluruh wahana dan destinasi wisata di kawasan Situ Gunung.

Rustandi menambahkan, Keranjang Langit kini menjadi salah satu wahana favorit karena menawarkan perjalanan yang lebih panjang dengan waktu antrean yang relatif lebih singkat dibanding wahana lainnya.

“Keranjang Langit jadi favorit dan daya tarik tersendiri. Kalau Keranjang Sultan kan rutenya pendek dan antreannya lumayan panjang. Kalau di sini antreannya lebih sedikit, tapi perjalanannya panjang. Pengunjung bisa sampai delapan menit berada di ketinggian,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tampil Efektif, Bali United Hajar Bhayangkara FC 4-1 di Pekan Ke-33

0

Wartain.com – Bali United FC sukses mengamankan poin penuh setelah membantai tamunya, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dengan skor telak 4-1 dalam lanjutan pekan ke-33 kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Minggu sore, 17 Mei 2026 tersebut, menjadi panggung pembuktian efektivitas serangan balik yang diperagakan oleh skuad asuhan Johnny Jansen.

Memasuki babak pertama, Bhayangkara FC sebenarnya sempat mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi penguasaan bola hingga 56 persen di sepanjang laga. Namun, lini pertahanan Bali United tampil solid dan justru berhasil memecah kebuntuan lewat skema serangan balik yang mematikan. Penyerang andalan mereka, Boris Kopitovic, sukses mencetak dua gol (brace) masing-masing pada menit ke-29 dan menit ke-40 setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang lawan, menutup paruh pertama dengan skor 2-0.

Pada babak kedua, tim tamu asuhan Paul Munster sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui aksi individu Moussa Sidibe pada menit ke-62. Tersengat oleh gol tersebut, Bali United langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, penyerang sayap Irfan Jaya sukses memperlebar keunggulan menjadi 3-1 lewat aksi individunya di menit ke-70, disusul oleh gol penutup dari pemain muda Made Tito Wiratama pada menit ke-86 setelah memanfaatkan umpan matang dari Thijmen Goppel.

Berdasarkan data statistik resmi pascapertandingan, Bali United bermain jauh lebih efektif meski kalah dalam penguasaan bola (44%). Tim tuan rumah mencatatkan total 12 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran (on target), di mana seluruh tembakan tepat sasaran tersebut berhasil dikonversi menjadi gol. Sebaliknya, Bhayangkara FC yang melepaskan hingga 16 tembakan dengan 9 yang menemui sasaran hanya mampu melahirkan satu gol hiburan karena tangguhnya barisan pertahanan lawan.

Kemenangan besar ini sekaligus menjadi ajang pembalasan yang manis bagi skuad Serdadu Tridatu setelah pada pertemuan pertama musim ini sempat takluk 1-2 di markas Bhayangkara FC. Walaupun berhasil mengamankan tiga poin krusial di hadapan pendukungnya sendiri, hasil pertandingan ini belum mengubah posisi kedua tim di papan klasemen sementara, di mana Bali United tetap tertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi 48 poin.

Sementara itu, bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC, kekalahan telak ini membuat mereka gagal memperlebar jarak dari kejaran tim di bawahnya. Skuad berjuluk The Guardians tersebut harus puas tertahan di peringkat ketujuh klasemen dengan raihan 50 poin dari 33 laga yang telah dimainkan. Pertandingan ini juga sempat diwarnai penghentian sementara pada masa injury time babak kedua akibat adanya suporter yang menyalakan kembang api dan flare di tribune stadion sebelum akhirnya dilanjutkan hingga peluit panjang berbunyi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)