Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG pada Kamis (7/5/2026) menyusul terdeteksinya peningkatan aktivitas dinamika atmosfer di beberapa zona. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan signifikan.
Berdasarkan analisis, wilayah yang perlu waspada meliputi Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Intensitas hujan diprediksi sedang hingga lebat.
BMKG menyebut cuaca ekstrem ditandai hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Fenomena ini berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari, bahkan malam hari di beberapa lokasi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan, pemicu utama adalah aktifnya gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin yang melintas di wilayah Indonesia.
Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di Laut Banda dan pertemuan angin di sepanjang pesisir selatan Jawa turut memperkuat pembentukan awan konvektif penyebab hujan lebat.
BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak lanjutan cuaca ekstrem. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang meningkat.
Wilayah pegunungan dan daerah aliran sungai diminta ekstra waspada. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat memicu longsor dan meluapnya sungai secara tiba-tiba.
Untuk pelayaran, BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa, Samudra Hindia, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Nelayan diimbau tidak melaut saat angin kencang.
Masyarakat juga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai petir. Periksa kondisi atap rumah dan pangkas dahan rapuh untuk mencegah risiko tertimpa.
BMKG akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi, termasuk aplikasi InfoBMKG. Warga diminta memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah.
Koordinasi dengan BPBD di daerah sudah dilakukan untuk langkah mitigasi. BMKG mengajak semua pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 14 Mei 2026.***
