Wartain.com || Nasib malang menimpa Emah (50) warga Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi. Ia menjadi salah satu korban tewas akibat bencana longsor yang terjadi di wilayah itu beberapa waktu lalu.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Hendera mengatakan, Emah awalnya sudah diungsikan ke rumah kerabatnya sebelum kejadian maut tersebut terjadi.
“Untuk kronologis kejadian awalnya itu pada 27 November waktu pemilihan (Pilkada) hujan terus menerus dan terjadi adanya retakan tebing dan berpotensi longsor. Saat itu kita pihak P2BK langsung ke lokasi karena sudah ada retakan dan longsoran kecil terus diberikan arahan untuk direlokasi atau diungsikan warga itu,” jelasnya, Minggu (08/12/2024).
Setelah mendapat himbauan dari petugas, Emah beserta 21 orang lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Saat itu warga yang sekarang rumahnya terimbun semua sudah mengamankan diri ke rumah saudaranya,” ucap Hendera.
Saat peristiwa longsor terjadi tepatnya pada Rabu (3/12/2024) Emah menyempatkan diri pulang ke rumahnya untuk memberi pakan kepada hewan yang ia ternak.
Namun nahas longsor kemudian terjadi yang menyebabkan rumah yang ia tempati tertimbun material longsor dengan Emah berada didalamnya.
“Saat kejadian longsor hari Rabu (03/12), rumah sudah kosong. Nah si ibu itu (korban tertimbun) pagi itu ke rumahnya untuk ngasih makan ayam, padahal si ibu waktu itu juga sudah mengungsi,” tuturnya.
“Kata anaknya, saat itu emang nggak ada tanda-tanda mau longsor. Jadi kejadiannya sekaligus longsor besar,” ungkapannya.
Pasca korban tertimbun longsoran, pihak P2BK dan petugas gabungan langsung melakukan evaluasi longsoran dibantu satu unit alat berat.
Dalam waktu pencarian selama 4 hari, Emah akhirnya dapat dievakuasi pada Sabtu (07/12) malam dengan kondisi sudah meninggal dunia.
Hendera menuturkan dalam upaya evakuasi korban petugas terkendala teknis, material longsor cukup tebal mencapai lebih dari 6 meter dan material longsoran cukup panjang dan lebar, sehingga membutuhkan waktu cukup lama.
“Selain itu, kendalanya juga hujan dan longsoran kecil masih terjadi dan akses jalan yang berukuran kecil. Makanya ini yang diturunkan alat beratnya yang ukuran kecil,” ucap Hendera.
Emah menjadi satu dari 10 korban meninggal akibat bencana di Sukabumi. Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Sukabumi hingga saat ini sebanyak 39 kecamatan terdampak bencana baik itu longsor, banjir bandang, dan pergerakan tanah.
Selain 10 korban tewas, terdapat dua orang lainnya yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang. Sementara itu bencana yang diakibatkan cuaca ekstrim tersebut berdampak kepada rusaknya 2.671 rumah.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik