Wartain.com || Gabriel Attal menjadi Perdana Menteri (PM) termuda setelah dipilih oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Ada fakta mencengangkan dibalik pemilihan Attal sebagai PM Perancis. Selain diirinya dipilih di usia 34 tahun, Attal juga merupakan PM pertama yang terang-terangan mengaku bahwa dirinya adalah seorang penyuka sesama jenis.
Gabriel Attal yang berusia 34 tahun sebelumnya menjabat sebagai juru bicara pemerintah dan menteri pendidikan. Pendahulunya, Elisabeth Borne, mengundurkan diri pada Senin 8/1/2024 setelah kekacauan politik terkait undang-undang imigrasi.
Presiden Macron berencana untuk bekerja sama dengan Attal dalam menunjuk pemerintahan baru dalam beberapa hari mendatang, meskipun beberapa menteri kunci diperkirakan akan tetap di posisinya.
Attal juga telah menyampaikan komitmennya setelah menjadi perdana menteri, termasuk menjadikan keamanan sebagai prioritas utama dan mutlak, serta mempromosikan nilai-nilai otoritas dan rasa hormat terhadap orang lain.
Selain itu, dia berjanji untuk memperkuat layanan publik, termasuk sekolah dan sistem kesehatan, serta mendorong pengendalian imigrasi yang lebih baik.
Meskipun kritik terhadap Attal datang dari berbagai pihak, termasuk kelompok sayap kiri dan kanan, Macron tampaknya ingin memberikan arah baru untuk sisa masa jabatannya dengan menunjuk perdana menteri yang mewakili generasi muda dan menghadapi tantangan politik dari kelompok sayap kanan di Prancis.***
Foto: People
Editor: Raka A. Firmansyah
(Ruswandi)
