Wartain.com – Kasus dugaan penganiayaan menyeret Kepala Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi berinisial ES. Seorang warga bernama Nanang melaporkan ES ke Polres Sukabumi pada Jumat, 21 Agustus 2026 malam.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Cipeteuy, Desa Mekartanjung. Nanang mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan langsung oleh orang nomor satu di desa tersebut.
Akibat insiden itu, Nanang mengalami luka di kepala dan tangan. Pihak keluarga menyebut korban sempat pingsan di dalam mobil setelah mengalami kekerasan.
Roni Permana, kakak korban, menceritakan kronologi awal. Menurutnya, Nanang hanya bertamu ke rumah temannya dan tidak memiliki masalah dengan ES sebelumnya.
“Adik saya itu main ke rumah temannya, tidak ada persoalan apa-apa. Begitu datang, tiba-tiba langsung dihantam oleh kepala desa. Setelah salaman langsung dipukul,” ujar Roni di Mapolres Sukabumi.
Roni menambahkan, kekerasan tidak berhenti di situ. Kepala Nanang disebut sempat dibenturkan ke tiang warung dan korban juga dilempari batu.
“Kepalanya dihantamkan ke tiang warung dan dilempar batu sampai sempat pingsan di dalam mobil,” ungkapnya.
Nanang diketahui berdomisili di Desa Sukaharja, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Cianjur. Lokasinya berbatasan langsung dengan Desa Mekartanjung. Keluarga membantah ada konflik pribadi antara keduanya.
Keluarga korban mendesak aparat penegak hukum memproses kasus ini secara transparan. Mereka juga meminta Pemkab Sukabumi mengevaluasi posisi ES sebagai kepala desa.
“Sosok pemimpin seharusnya mengayomi masyarakat, bukan malah melakukan kekerasan,” tegas Roni.
Kuasa hukum korban dari LKBHMI Cabang Sukabumi, Cesar Al-Munir, menyebut pemicu awal kejadian sangat sepele. Beberapa hari sebelumnya, lampu motor Nanang korslet saat hujan dan cahayanya menyorot wajah ES.
“Persoalannya sangat sepele. Beberapa hari lalu saat hujan rintik-rintik, lampu motor korban yang bermasalah teknis atau korslet kedap-kedip dan menyorot muka kepala desa,” jelas Cesar. Ia memastikan akan mendampingi proses hukum hingga tuntas.
Di sisi lain, ES mengakui dirinya memukul Nanang. Namun ia membantah adanya pengeroyokan. Menurutnya tindakan itu spontan setelah bertemu dan berdialog singkat dengan korban.
“Secara spontan kami bertemu dengan orang itu. Ditanyain, Nama kamu tuh ini? Dia menjawab, Iya. Spontan itu dipukul,” kata ES.
ES juga menyebut ada persoalan lain yang melatarbelakangi. Ia menyinggung konflik pembongkaran bak sampah dan unggahan di media sosial yang menurutnya berisi penghinaan serta ancaman terhadap dirinya. Ia mengaku sudah mengantongi bukti tangkapan layar untuk diserahkan ke penyidik.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan laporan tersebut. Saat ini korban tengah menjalani proses pembuatan laporan dan dijadwalkan visum.
“Betul saat ini korban sedang membuat laporan di petugas piket kami. Nanti selepas itu kita juga akan lakukan visum,” kata Dudi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
