26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026

Latest Posts

Elang Jawa Tabrak Jendela Rumah Warga di Nagrak Sukabumi, Diduga Turun dari Kawasan TNGGP

Wartain.com || Peristiwa masuknya satwa liar ke lingkungan permukiman kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, seekor Elang Jawa dilaporkan menabrak jendela rumah warga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, hingga menyebabkan kaca pecah.

Kejadian tersebut dibenarkan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat setempat. Insiden itu diketahui terjadi pada Minggu (1/2/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Winda, pemilik rumah tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Kejadian baru diketahui setelah warga sekitar mendengar suara benturan keras dari salah satu rumah milik warga bernama Deri.

“Pemilik rumah tidak melihat langsung. Awalnya ada tetangga yang berteriak karena mendengar suara keras. Setelah dicek, kaca jendela rumah sudah pecah dan ditemukan seekor burung,” ujar Winda.

Burung tersebut diketahui merupakan Elang Jawa dengan nama latin Nisaetus bartelsi, yang termasuk satwa dilindungi. Hingga saat ini, kondisi elang tersebut belum diperiksa secara menyeluruh. Namun, diduga burung mengalami luka akibat terbang rendah sebelum akhirnya menabrak jendela rumah warga.

“Belum kami cek secara detail. Kemungkinan ada luka karena terbangnya cukup rendah, tapi penyebab pastinya belum diketahui,” ungkapnya.

Winda menambahkan, kuat dugaan Elang Jawa tersebut berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang jaraknya sekitar 5 hingga 6 kilometer dari lokasi kejadian.

“Kalau dilihat dari jaraknya, kemungkinan turun dari kawasan TNGGP. Radiusnya sekitar lima sampai enam kilometer,” katanya.

Saat ini, Elang Jawa tersebut masih berada di rumah warga untuk sementara waktu dan dijaga agar tidak mengalami gangguan. Pihak P2BK Nagrak telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat guna penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan BKSDA dan diminta untuk menunggu. Sementara ini burung dijaga dulu karena statusnya satwa dilindungi. Kami juga khawatir warga disalahpahami seolah memelihara, padahal ini murni kejadian insiden. Kami menunggu penanganan dari dinas terkait,” pungkas Winda.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.