26.7 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Latest Posts

Ini Dia! Makna dan Keutamaan Hari Tasyrik

Wartain.com || Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Jadi, kalau Iduladha jatuh pada 10 Dzulhijjah, maka Hari Tasyrik berlangsung pada tiga hari berikutnya.

Makna dan Hukum Hari Tasyrik:

1. Hari untuk berdzikir dan bersyukur
Hari Tasyrik disebut juga sebagai “Ayyam at-Tashriq” yang artinya hari-hari menyingsingkan daging (karena dulu daging kurban dijemur di bawah matahari). Ini adalah hari-hari untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan dzikir kepada Allah.

2. Hari diharamkan berpuasa
Rasulullah SAW melarang puasa pada Hari Tasyrik. Dalam hadis disebutkan:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim).

3. Hari pelaksanaan ibadah di Mina (bagi jamaah haji)
Bagi yang sedang berhaji, hari-hari ini digunakan untuk melempar jumrah di Mina dan menyempurnakan ibadah haji.

4. Masih bisa menyembelih kurban
Menurut mayoritas ulama, penyembelihan hewan kurban masih boleh dilakukan sampai akhir Hari Tasyrik (13 Dzulhijjah), terutama jika ada udzur pada hari pertama.

Selain itu Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) memiliki banyak keutamaan dalam Islam, karena termasuk dalam hari-hari terbaik dalam setahun. Berikut adalah beberapa keutamaannya:

1. Hari yang Disebut Allah dalam Al-Qur’an sebagai Hari Dzikir

Allah SWT berfirman:

> “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang tertentu…”
(QS. Al-Baqarah: 203)

Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa “hari-hari tertentu” ini adalah Hari Tasyrik. Ini menunjukkan bahwa dzikir dan ibadah sangat dianjurkan di hari-hari tersebut.

2. Hari Makan, Minum, dan Bersyukur kepada Allah

Rasulullah SAW bersabda:
“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)

Ini berarti hari tasyrik adalah hari kebahagiaan dan nikmat, bukan hari untuk bersedih atau berpuasa. Umat Islam dianjurkan untuk bersyukur dan menikmati rezeki yang telah diberikan.

3. Hari yang Masih Dianggap dalam Rangkaian Ibadah Haji dan Kurban

Bagi jamaah haji:

Hari Tasyrik adalah hari melempar jumrah dan bermalam di Mina.

Bagi yang tidak berhaji:

Hari Tasyrik masih termasuk waktu yang sah untuk menyembelih hewan kurban, jika belum dilakukan pada hari Iduladha. Ini memperpanjang kesempatan bagi umat Islam untuk meraih pahala besar dari kurban.

4. Termasuk Dalam 10 Hari Dzulhijjah yang Paling Mulia

Walaupun Hari Tasyrik berada setelah hari ke-10, sebagian ulama menyebutkan bahwa keutamaan hari-hari ini masih dalam rangkaian kemuliaan bulan Dzulhijjah, yang amalannya lebih dicintai Allah.

5. Waktu Istimewa untuk Memperbanyak Takbir

Hari Tasyrik adalah bagian dari waktu takbir muthlaq dan muqayyad:

Takbir muqayyad: dilakukan setiap selesai shalat wajib, mulai dari Subuh 9 Dzulhijjah (hari Arafah) sampai Ashar 13 Dzulhijjah.

Takbir muthlaq: kapan saja di luar waktu shalat, selama 10–13 Dzulhijjah. Meninggikan nama Allah secara terus-menerus di hari-hari ini menjadi bagian dari keutamaan yang besar.

Dengan demikian memperbanyak dzikir, takbir, dan bersyukur adalah cara terbaik memanfaatkan keutamaan Hari Tasyrik.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.