Wartain.com – Gempa tektonik magnitudo 5.0 mengguncang wilayah Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pukul 10:44:16 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 9.57 Lintang Selatan dan 119.44 Bujur Timur, tepatnya 10 kilometer timur laut Waikabubak.
Kedalaman pusat gempa tercatat 10 kilometer. Dengan kedalaman dangkal tersebut, guncangan gempa umumnya terasa lebih kuat di wilayah yang dekat dengan episentrum.
BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa tektonik. Jenis gempa ini terjadi akibat aktivitas pergerakan lempeng bumi di bawah laut selatan Pulau Sumba.
Pada peta yang dirilis BMKG, episentrum gempa ditandai dengan lingkaran kuning bermagnitudo 5.0. Titik tersebut berada di laut selatan Pulau Sumba, tidak jauh dari daratan Waikabubak.
Dalam keterangan resminya, BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal informasi gempa BMKG untuk meredam kepanikan masyarakat.
Magnitudo 5.0 termasuk gempa berkekuatan sedang. Guncangan dapat dirasakan oleh masyarakat di dalam rumah, terutama di wilayah Waikabubak dan sekitarnya yang dekat dengan pusat gempa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
BMKG meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Meskipun tidak semua gempa utama diikuti gempa susulan, potensi itu tetap ada pada gempa tektonik dangkal.
Wilayah Nusa Tenggara Timur memang berada di jalur pertemuan lempeng aktif. Kondisi geologi itu membuat NTT rawan terjadi gempa bumi secara periodik sepanjang tahun.
Untuk informasi terkini, masyarakat dapat memantau pembaruan BMKG melalui situs http://inatews.bmkg.go.id atau akun resmi BMKG. Data gempa dapat berubah seiring hasil analisis lebih lanjut.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat diimbau segera melakukan pengecekan lapangan. Langkah cepat diperlukan untuk memastikan kondisi infrastruktur dan memberikan rasa aman kepada warga pascagempa.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
