26.7 C
Jakarta
Senin, September 7, 2026

Latest Posts

Harga Daging Sapi Bertahan Rp160 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Pembeli Makin Sepi

Wartain.com – Harga daging sapi masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Di tingkat pedagang, harga komoditas tersebut saat ini bertahan di kisaran Rp160 ribu per kilogram, setelah mengalami kenaikan sejak momentum Lebaran.

Kondisi tersebut turut dirasakan Budi Rahardjo, pedagang daging sapi di Kampung Kertarahardja yang telah menekuni usaha tersebut selama sekitar 10 tahun. Menurutnya, kenaikan harga salah satunya dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan sapi di pasaran.

Selain itu, harga sapi impor dari Australia yang menjadi salah satu sumber pasokan juga mengalami peningkatan. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap harga daging sapi di tingkat konsumen.

“Memang harga sapi dari Australia sudah naik. Ada juga kabar stok sapi di Amerika sedang kosong sehingga mereka mengambil pasokan dari Australia. Akibatnya, harga sapi dari Australia ikut naik dan berdampak sampai ke sini,” ungkap, Senin (07/09/2026).

Kenaikan harga tersebut, kata Budi, berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan. Konsumen yang sebelumnya rutin membeli daging kini cenderung mengurangi pembelian karena harus menyediakan anggaran lebih besar.

“Sekarang pembeli memang lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Harga yang tinggi membuat masyarakat harus berpikir lagi untuk membeli daging,” ujarnya.

Budi memperkirakan harga daging sapi masih akan bertahan pada level tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, apabila pasokan sapi belum kembali normal, harga berpotensi mengalami kenaikan menjelang Lebaran berikutnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sapi di pasar. Menurutnya, persoalan harga tidak selalu harus diselesaikan dengan intervensi langsung terhadap harga jual, tetapi bisa dilakukan dengan memastikan pasokan tersedia secara mencukupi.

“Kalau barangnya banyak, tidak perlu terlalu diatur harganya, nanti harga bisa turun sendiri karena pasokannya tersedia,” kata Budi.

Di sisi lain, Budi meminta konsumen tidak menyalahkan pedagang ketika harga daging sapi mengalami kenaikan. Ia menjelaskan, harga yang diterapkan pedagang mengikuti harga dari pemasok atau pusat sehingga pedagang tidak bisa begitu saja menentukan harga secara sepihak.

“Untuk konsumen, harga naik bukan karena penjual yang menaikkan sendiri, tetapi memang harga dari pusatnya sudah naik,” tuturnya.

Menurut Budi, kestabilan pasokan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga harga daging sapi tetap terjangkau. Jika pasokan kembali lancar dan tersedia dalam jumlah cukup, ia berharap harga dapat kembali turun sehingga daya beli masyarakat dan aktivitas perdagangan ikut meningkat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.