Wartain.com || Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Rabu (19/11/2025) siang hingga sore memicu serangkaian kejadian tanah longsor di beberapa kecamatan. Sedikitnya tiga titik longsor tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Manajer Pusdalops BPBD, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa rangkaian insiden tersebut terjadi dalam rentang waktu beberapa jam.
“Pada Rabu, 19 November 2025, kami menerima laporan tiga kejadian tanah longsor di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).
Longsor pertama terjadi di Kampung Sekarwangi, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, ketika tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 3 meter dengan tinggi 1,5 meter runtuh. Kondisi ini membuat satu rumah warga berada dalam situasi rawan.
Insiden kedua, yang menjadi yang paling parah, terjadi di Kampung Nyangsang, Desa Parungseah. Daeng menjelaskan bahwa longsor merusak badan jalan desa dengan ukuran perkiraan tinggi 25 meter, lebar 15 meter, dan panjang 20 meter. Kerusakan ini menempatkan tiga rumah di sekitar lokasi dalam kondisi terancam.
Longsor ketiga dilaporkan di Kampung Pamoyanan Pentas, Desa Kebonpedes, di mana TPT milik SDN Pamoyanan Pentas roboh. Struktur yang ambruk memiliki panjang sekitar 10 meter dengan tinggi 1 meter, sehingga dua ruang kelas kini berisiko terdampak jika longsor susulan terjadi.
Kendati kerusakan fisik cukup signifikan, Daeng memastikan tidak ada korban jiwa atau luka dari ketiga peristiwa tersebut.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
