Wartain.com – Di tengah dinamika kebangsaan yang terus bergulir, sebuah gerakan spiritual berskala nasional lahir dari tanah Sukabumi. Kolaborasi lintas elemen masyarakat menggelar seruan moral dan spiritual untuk mengajak seluruh lapisan bangsa merapatkan barisan dalam doa, zikir, dan salawat demi keselamatan, keberkahan, serta kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gerakan ini diinisiasi oleh sinergi kuat antara Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98, Sinergi Media Merah Putih, Rumah Literasi Merah Putih, dan Forum UMKM Sukabumi.
Secara filosofis, gerakan ini dipandang sebagai bentuk kesadaran kosmis bahwa keberlangsungan suatu bangsa tidak hanya bertumpu pada kekuatan material dan politik, melainkan juga pada kokohnya spiritualitas masyarakatnya.
Perwakilan dari Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, KH. Apep Sambas, menegaskan bahwa aktivitas zikir dan salawat yang digaungkan setiap malam Jumat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk membersihkan energi bangsa dari hal-hal negatif.
“Salawat adalah jembatan cahaya. Ketika sebuah negeri dipenuhi dengan lantunan salawat, maka ketenangan filosofis dan kedamaian hakiki akan turun meresap ke dalam hati sanubari masyarakatnya. Ini adalah fondasi utama keselamatan negeri,” ujar KH. Apep Sambas dalam keterangannya di Sukabumi, Kamis 29/10/2026.
Secara spiritual, malam Jumat dipilih sebagai momentum waktu yang mulia (waktu ijabah) untuk mengetuk pintu langit. Seruan ini juga secara khusus ditujukan untuk mendoakan jajaran pemerintahan, utamanya Presiden RI Prabowo Subianto.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Forum UMKM Sukabumi, M. Rafi Asyam, menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi mikro maupun makro sangat dipengaruhi oleh kedamaian serta kondusifitas negara. Oleh karena itu, dunia usaha pun perlu bersandar pada kekuatan spiritual.
“Kami dari pelaku usaha menyadari bahwa ikhtiar lahiriah harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batiniah. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyisipkan doa khusus setiap malam Jumat, memohon agar Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan kekuatan, kesehatan yang prima, serta kebijaksanaan bagi Presiden Prabowo dalam memimpin bangsa ini menuju Indonesia Emas,” kata M. Rafi Asyam.
Sinergi lintas sektor dari kaum agamawan, aktivis, media, literasi, hingga pelaku UMKM ini membuktikan bahwa spiritualitas dapat menjadi katalisator persatuan. Gerakan ini diharapkan menjadi bola salju kebaikan yang diikuti oleh berbagai daerah lain di Indonesia, guna menciptakan tameng spiritual bagi keselamatan dan kejayaan NKRI.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
