Wartain.com || Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2025–2026, antusiasme masyarakat Kota Sukabumi untuk membeli perlengkapan sekolah melonjak drastis. Ribuan warga memadati sejumlah toko alat tulis dan seragam, salah satunya Toko Buku AA yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Citamiang.
Pengelola Toko Buku AA, Sugih Hariadi, menyebutkan lonjakan pengunjung sudah mulai terasa sejak Juni lalu, namun puncaknya diperkirakan akan terjadi sehari sebelum sekolah kembali aktif, tepatnya pada 13 Juli 2025.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya mulai ramai di bulan Juli. Tapi sekarang dari pertengahan Juni pun sudah mulai banyak yang belanja. Hari-hari ini pengunjung bisa ribuan orang per hari,” ungkap Sugih saat ditemui, Kamis (10/7/2025).
Setiap pagi sejak toko buka pukul 09.00 WIB, antrean pengunjung langsung mengular, memenuhi area dalam toko hingga ke bagian kasir. Untuk mengatasi kepadatan, pihak toko mengoperasikan enam loket pembayaran sekaligus.
“Biasanya kami hanya buka sebagian kasir. Tapi karena pengunjung membludak, semuanya harus aktif. Antrean tetap panjang karena volume pembeli sangat tinggi,” tambahnya.
Sugih mengaku, permintaan terbesar berasal dari buku tulis, alat tulis, serta perlengkapan lainnya. Penjualan meningkat tajam hingga dua kali lipat dari hari biasa. Bahkan dalam sehari, ribuan karton buku bisa terjual.
“Kami sampai menambah lima karyawan tambahan khusus untuk bagian pengepakan. Kalau tidak, kami tidak akan sanggup menangani permintaan,” jelasnya.
Salah satu pembeli, Sri Sulastri (56), warga Citamiang, mengaku datang lebih awal agar tidak terlalu lama mengantre. Namun kenyataannya, toko sudah dipenuhi pembeli sejak pagi.
“Tadi saya datang pas toko buka jam sembilan, tapi sudah penuh. Antre di kasir sampai setengah jam hanya untuk beli tiga karton buku buat cucu saya,” kata Sri.
Fenomena lonjakan pembelian alat tulis dan perlengkapan sekolah ini tidak hanya menjadi pertanda dimulainya tahun ajaran baru, tetapi juga menggambarkan geliat ekonomi musiman yang berdampak langsung pada pelaku usaha lokal.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
