Wartain.com || Sebuah potret kemiskinan kembali mencuat dari wilayah Kabupaten Sukabumi. Di Kampung Kemandoran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, sebuah keluarga kecil hidup dalam kondisi serba terbatas di rumah yang nyaris runtuh.
Rumah yang ditempati Mutiawati bersama anak-anaknya itu jauh dari kata layak. Atap rapuh, dinding lapuk, hingga lantai yang sebagian sudah rusak, membuat tempat tinggal itu setiap saat terancam ambruk, terutama ketika hujan deras mengguyur.
Ketua RW setempat, Herman, mengungkapkan rasa khawatirnya. “Bangunan rumah ini rawan sekali, kalau hujan deras bisa saja runtuh. Sejak saya jadi RW, rumah ini belum pernah dapat bantuan perbaikan,” ucapnya, Sabtu 13/09/2025.
Lebih memprihatinkan lagi, Mutiawati dan keluarga belum pernah tersentuh program pemerintah, baik Rutilahu maupun bantuan lain. Meski pernah didata, tindak lanjut tak kunjung ada. Sementara itu, suaminya hanya bekerja sebagai pedagang cilok keliling untuk menghidupi keluarga.
“Katanya dulu ada janji rumah mau dibedah, tapi sampai sekarang belum juga. Anak-anak jadi takut kalau hujan, takut rumahnya ambruk,” tutur Mutiawati dengan mata berkaca-kaca.
Dengan lima anak yang harus dibesarkan, tiga di antaranya masih tinggal bersamanya, Mutiawati hanya bisa berharap pemerintah membuka mata atas kondisi yang dialami keluarganya. “Kalau bisa, punya rumah layak sendiri. Itu saja impian saya untuk anak-anak,” ujarnya.
Kisah Mutiawati menjadi pengingat masih banyak warga yang berjuang bertahan di tengah keterbatasan, menunggu kepedulian dari pemerintah dan para dermawan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
