Wartain.com – Anak-anak di Kampung Ciengang, RT 002 RW 002, Desa Cihaur Lama, Kecamatan Simpenan masih harus belajar di bangunan yang jauh dari kata layak. SD Permata Cahaya Qalbu yang dikelola yayasan setempat kini menjadi sorotan warga karena kondisinya memprihatinkan.
Berbeda dengan sekolah dasar lain di sekitar, bangunan ini terlihat sederhana dan rawan. Dinding retak, atap bocor ketika hujan, lantai tidak rata, ruang kelas sempit dan pengap. Itu yang dialami siswa dan guru setiap hari.
Fasilitas belajar pun terbatas. Banyak meja, kursi, dan papan tulis yang sudah rusak. Akibatnya proses belajar mengajar tidak bisa berjalan maksimal dan konsentrasi siswa kerap terganggu.
Bapak Ujang, warga setempat, mewakili keresahan orang tua. Ia berharap anak-anaknya mendapat hak pendidikan yang sama seperti anak lain.
“Kami sangat berharap anak-anak di sini bisa sekolah di tempat yang layak, aman, dan nyaman seperti sekolah-sekolah lain. Anak-anak kami juga punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik dengan fasilitas yang memadai. Kami khawatir kondisi bangunan yang seperti ini bisa membahayakan keselamatan mereka sewaktu-waktu,” ungkapnya, Selasa 28/07/2026.
Minimnya fasilitas bukan hanya di ruang kelas. Perpustakaan, tempat ibadah, sanitasi, dan air bersih juga belum tersedia. Padahal sekolah ini jadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak Ciengang dan sekitarnya karena jarak ke pusat desa yang cukup jauh.
Pihak Yayasan Permata Cahaya Qalbu mengaku sudah berusaha memperbaiki sebisanya. Namun karena dana terbatas, perbaikan besar belum bisa dilakukan.
Kini harapan warga tertuju pada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Dinas Pendidikan, donatur, dan pihak terkait agar segera meninjau langsung ke lokasi.
Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya renovasi. Perbaikan bangunan, penambahan fasilitas, dan bantuan operasional sangat diharapkan agar sekolah bisa berfungsi layak.
Bagi warga Ciengang, pendidikan adalah hak dasar yang tidak bisa ditunda. “Pendidikan adalah hak setiap anak, dan warga Kampung Ciengang berharap hak tersebut bisa terpenuhi melalui perbaikan fasilitas sekolah yang segera terwujud,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
