Wartain.com || Masjid Al Walidain yang berlokasi di Kampung Panyindangan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, diresmikan oleh Bupati Sukabumi Asep Japar dan mulai digunakan oleh masyarakat umum, Kamis (05/02/2026).
Peresmian masjid ini menjadi momentum penting bagi warga setempat, mengingat bangunan masjid berdiri kokoh dan representatif sebagai sarana ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan.
Asep Japar mengatakan Masjid Al Walidain merupakan salah satu dari beberapa masjid yang telah dibangun oleh Babah Hanafi di wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah, hari ini masjid sudah diresmikan dan langsung dapat digunakan oleh masyarakat. Ini adalah salah satu masjid yang dibangun oleh Babah Hanafi di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Selain dukungan pembangunan, keberadaan Masjid Al Walidain juga tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Tanah tempat berdirinya masjid tersebut merupakan wakaf dari keluarga besar Ketua DKM.
“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Ketua DKM, yang telah mewakafkan tanahnya, serta kepada pemerintah daerah yang turut memberikan dukungan,” tambahnya
Bangunan masjid yang kokoh dan megah ini disebut sebagai hasil dari dukungan penuh Babah Hanafi. Bahkan, sebelumnya pihaknya juga telah meresmikan masjid lain di wilayah Cikembar, yang lokasinya berada dekat SMA Negeri Cikembar, sekitar dua bulan lalu.
Ke depan, Ia berharap Masjid Al Walidain tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
“Harapannya masjid ini dipelihara dengan baik agar awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, masjid harus benar-benar dimanfaatkan, tidak hanya untuk salat, tetapi juga untuk pendidikan, kegiatan sosial, dan lainnya,” tambahnya.
Dengan diresmikannya Masjid Al Walidain, diharapkan masyarakat Kampung Panyindangan dapat merasakan manfaat besar dari keberadaan masjid tersebut serta menjadikannya sebagai pusat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekitar.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
