Wartain.com || Pondok Pesantren Nurul Huda Malati dinilai semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pesantren berpengaruh di Kabupaten Garut. Pimpinan Pondok Pesantren, M. Ilham Nurfaqih A., S.Pd., yang di kenal di panggil “Pangersa Anom” menyampaikan bahwa pengaruh lembaga tidak ditentukan oleh jumlah santri, tetapi oleh kualitas program, tata kelola, dan kontribusi sosialnya.
“Kami membangun pesantren ini bukan hanya untuk besar secara jumlah, tetapi untuk kuat secara peran. Pengaruh itu hadir dari kualitas program dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pangersa Anom,.
Ia menjelaskan bahwa integrasi antara pendidikan formal—melalui SMP Plus dan SMK Plus—dengan sistem kepesantrenan terpadu menjadi salah satu kunci penting perkembangan Nurul Huda. Program kepemimpinan santri (LDKS-OPPN) yang terstruktur juga disebut menjadi pembeda, karena mampu melahirkan kader pemimpin muda dengan karakter disiplin dan bertanggung jawab.
Di sisi kurikulum, Nurul Huda menggabungkan pendekatan salaf, tahfidz, kajian kitab, serta pendidikan modern, yang menurut Pangersa Anom membuat reputasi pesantren semakin kuat. Peran pesantren dalam kegiatan sosial, dakwah, dan kolaborasi dengan pemerintah turut memperluas kepercayaan publik.
Pengersa Anom juga menyoroti perkembangan nyata dalam beberapa tahun terakhir, meliputi perluasan fasilitas, peningkatan kualitas guru, meningkatnya jumlah santri, hingga penguatan kerja sama industri termasuk keterhubungan SMK Plus dengan LPK Jepang.
“Kami ingin santri tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Upaya menuju sertifikasi ISO 9001:2015 disebut Ilham sebagai bagian dari penguatan manajemen mutu agar pesantren memiliki standar tata kelola yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, Ilham menutup keterangannya bahwa Nurul Huda Malati akan terus berkomitmen menjadi pesantren yang relevan, adaptif, dan memberi dampak luas.
“Kami tidak mengejar gelar, tetapi manfaat. Jika masyarakat menilai Nurul Huda sebagai pesantren berpengaruh, itu adalah amanah yang harus kami jaga, Seperti slogan yang kami terus gaungkan “Bergerak Dengan Hati,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Salman/Garut)
