Wartain.com || Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/4/2026). Pertemuan ini jadi langkah awal memperkuat kolaborasi media dengan pemerintah daerah.
Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Yulipri, menyambut langsung jajaran pengurus SMSI. Ia menyatakan siap menampung seluruh aspirasi dan hasil audiensi untuk disampaikan kepada Bupati Sukabumi sebagai bahan pertimbangan kebijakan.
Ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman, menegaskan ada sejumlah agenda strategis yang ingin dibahas bersama pemangku kebijakan. Salah satunya adalah peran SMSI sebagai wadah perusahaan media dalam mendukung pembangunan daerah melalui publikasi yang konstruktif.
“Tupoksi SMSI jelas sebagai wadah perusahaan media yang menaungi para wartawan. Kami ingin mendiskusikan peran apa yang bisa disinergikan dengan pemerintah daerah, termasuk sosialisasi kerja sama media,” ujar Eman.
Tokoh pers yang juga Ketua PLT PWI, Nuruddin Zain Syamsi alias Abah Anom, menyebut saat ini sudah 13 perusahaan pers tergabung di SMSI Sukabumi. Ia menegaskan SMSI siap mendukung visi-misi Bupati, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial yang independen.

“Kami siap berdiskusi demi kemajuan Sukabumi. Dalam dunia pers, manajemen perusahaan dan redaksi itu berbeda, dan SMSI fokus pada sisi kelembagaan perusahaan persnya,” kata Abah Anom.
Sementara itu, penasihat SMSI, Aam Abdul Salam, S.Ag, menilai audiensi ini jadi momentum penting menjaga harmoni antara media dan pemerintah. Ia mengusulkan pembentukan Forum Diskusi Bersama sebagai ruang gagasan untuk ikut mengisi pembangunan sesuai visi-misi Bupati Sukabumi.
Sekjen SMSI, Aris Wanto, bersama pengurus lainnya, Gunta, menambahkan bahwa media di bawah naungan SMSI akan terus menyajikan konten yang mendukung program strategis Pemkab Sukabumi. Tujuannya agar informasi pembangunan sampai ke masyarakat luas.
Menanggapi hal itu, Kabid Kerja Sama Komunikasi Publik Diskominfosan, Kiki Avian, mengapresiasi silaturahmi SMSI. Ia menyebut Diskominfosan tengah merumuskan sistem baru untuk relasi dengan media, termasuk revisi Perbup yang memuat 19 syarat bagi perusahaan media demi meningkatkan profesionalisme.
Kiki juga mengungkapkan pada 2027 kerja sama media akan beralih menggunakan aplikasi khusus. Selain itu, gagasan Forum Diskusi Bersama akan segera direalisasikan untuk membahas persoalan di lapangan sekaligus memperkuat silaturahmi.
Tak hanya itu, Diskominfosan juga mendorong publikasi konten tematik terkait capaian program Bupati. Langkah ini agar keberhasilan pembangunan bisa diketahui publik dan mendapat dukungan masyarakat terhadap program strategis pemerintah daerah.***
Editor : Aab Abdul Malik
(SRM)
