26.7 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Latest Posts

Orang Tua Siswa di Sukabumi Keluhkan Kualitas Menu MBG, Buah Mentah hingga Busuk Ditemukan

Wartain.com || Sejumlah orang tua siswa di SDN CBM Pakujajar, Kota Sukabumi menyampaikan protes terkait kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pihak penyelenggara pada Senin (16/3/2026), yang turut dihadiri SPPG Citamiang, Satgas MBG Kota Sukabumi, pihak sekolah, komite, serta perwakilan wali murid.

Salah satu orang tua siswa, SA (39), mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu yang dinilai tidak konsisten sejak program berjalan. Ia mengaku beberapa kali menemukan makanan yang tidak layak konsumsi, terutama pada bagian buah.

Menurutnya, sejak akhir Januari 2026, berbagai masalah kerap muncul, mulai dari buah yang belum matang hingga yang sudah membusuk. Bahkan, ia juga mengaku pernah menemukan benda asing di dalam makanan.

“Dari awal program sampai sekarang, menurut saya tidak sesuai. Pernah dapat belimbing mentah, pisang masih mentah, ubi terasa asam, salak busuk, bahkan ada makanan yang kemasukan cicak,” ujarnya.

Ia menilai pengelolaan makanan seharusnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar kualitas tetap terjaga dan tidak merugikan siswa sebagai penerima manfaat.

“Harusnya semua sudah ada SOP, tidak bisa asal-asalan,” tambahnya.

Selain kualitas makanan, keterlambatan distribusi juga menjadi sorotan. Pada hari yang sama, pengiriman menu MBG disebut sempat mengalami keterlambatan, yang turut memicu keluhan dari orang tua.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Citamiang, Ali Muhammad, mengakui adanya keterlambatan dalam pengiriman pada hari itu. Ia menyebut sebagian besar keluhan berkaitan dengan tingkat kematangan buah yang tidak merata.

“Memang tadi pengiriman agak terlambat. Untuk keluhan, lebih ke buah yang kematangannya tidak merata,” jelasnya.

Ali mengatakan, pihak orang tua meminta agar buah yang dinilai belum layak segera diganti. Ia pun memastikan pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan ke depan. “Ada permintaan pergantian buah, dan kami berkomitmen hal seperti ini tidak terulang,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa beberapa jenis buah, seperti semangka, cukup sulit dipastikan tingkat kematangannya dari luar. Meski begitu, pihaknya tetap terbuka menerima kritik dan saran dari berbagai pihak. “Kami terbuka terhadap masukan demi perbaikan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyebut sempat terjadi penolakan dari orang tua karena buah semangka yang dinilai belum matang. Namun, melalui mediasi, disepakati bahwa makanan tetap diterima dan buah akan diganti di hari berikutnya.

“Tadi sempat ditolak karena semangka dianggap mentah. Setelah dimediasi, disepakati akan diganti besok agar tidak terbuang,” kata Andri.

Ia juga mengakui bahwa keluhan serupa, khususnya terkait buah yang tidak layak konsumsi, sudah terjadi lebih dari sekali. Karena itu, ia meminta orang tua untuk segera melaporkan jika menemukan makanan yang tidak sesuai standar.

“Kalau ada makanan yang tidak layak, segera sampaikan. Pihak SPPG juga sudah menyatakan siap bertanggung jawab jika ada ketidaksesuaian,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya mencari solusi bersama agar pelaksanaan program MBG di SDN CBM Pakujajar dapat berjalan lebih optimal, serta memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.