26.7 C
Jakarta
Senin, Mei 25, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Dorong Inklusi Digital, Perempuan Jadi Garda Terdepan Adaptasi AI

Wartain.com || Kota Sukabumi mengambil langkah progresif dalam mendorong inklusi teknologi dengan memfokuskan pelatihan kecerdasan buatan (AI) kepada perempuan. Dalam kegiatan bertajuk “Hertech: Perempuan Berdaya dan Terampil Menggunakan Kecerdasan Buatan”, sebanyak puluhan peserta perempuan mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari mulai Senin (7/7/2025), di Aula Kantor Kemenag Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali perempuan dengan literasi digital untuk menghadapi era disrupsi teknologi.

“Kita tidak bisa melawan teknologi, tetapi harus menguasainya agar tidak tertinggal. Perempuan harus menjadi bagian dari perubahan ini,” tegasnya.

Ayep menyebut bahwa kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan tanpa disadari telah hadir dalam perangkat genggam, media sosial, hingga proses pertanian modern. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang merata dan inklusif.

Pelatihan ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dalam rangkaian program Hertech, hasil inisiasi organisasi ICT Watch. Direktur Program ICT Watch, Prasasti Dewi, mengungkapkan bahwa Sukabumi dipilih sebagai kota pertama karena komitmennya terhadap pengembangan literasi digital komunitas, khususnya perempuan.

“Hari ini, kita ingin membuka ruang bahwa perempuan tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam transformasi digital,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini setidaknya 50% perempuan belum menyadari bahwa berbagai profesi akan terdampak oleh perkembangan AI, sehingga pelatihan ini diharapkan bisa membekali mereka dengan keterampilan masa depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh daerah, seperti Ketua Bidang I TP PKK Kota Sukabumi Kia Florita, Kepala Kemenag H. Samsul Puad, Kadiskominfo Rahmat Sukandar, dan Kadis Kumindag Agus Wawan Gunawan.

Kepala Kemenag Kota Sukabumi, H. Samsul Puad, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga swadaya sangat penting agar program-program transformasi digital seperti ini bisa menjangkau lebih banyak kalangan.

“Jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah, kita akan terbatas. Maka kolaborasi menjadi kunci utama,” ungkapnya.

Wali Kota Ayep juga mencontohkan bagaimana teknologi telah mempercepat proses di berbagai sektor, termasuk industri manufaktur dan pertanian. Ia mengungkapkan bahwa rekayasa digital bahkan dapat digunakan untuk menyilangkan tanaman seperti pisang, yang sebelumnya memakan waktu lama, kini bisa dilakukan lebih cepat dan presisi.

Sebagai bentuk komitmen, ia menyatakan bahwa Pemkot Sukabumi akan terus memperluas edukasi AI kepada masyarakat, terutama generasi muda dan kaum perempuan, agar siap bersaing dan berkarya di tengah era digital.

“Jika kita mengabaikan AI, maka kita akan tertinggal. Tapi jika kita memahaminya dan menggunakannya secara bijak, AI akan menjadi alat yang luar biasa untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.