Wartain.com || Program donasi Rp1.000 sehari yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai mendapat perhatian dari berbagai daerah. Di Kota Sukabumi, pemerintah daerah memilih bersikap menunggu sebelum mengambil langkah pelaksanaan.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, pihaknya belum menjalankan program tersebut karena belum ada instruksi resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kencleng Rp1.000 itu program dari gubernur. Kita tunggu dulu perintah lanjutan. Kalau sudah jadi kebijakan resmi dan ada surat edaran, tentu kita akan ikut. Tapi saat ini kami menunggu arahan, apalagi program ini masih menuai pro dan kontra,” ujar Ayep, Jumat (17/10/2025).
Sukabumi Sudah Jalankan Program Serupa
Meski belum menjalankan program “Kencleng Rp1.000”, Ayep menyebut Pemkot Sukabumi sebenarnya telah memiliki inisiatif serupa melalui program Qardhul Hasan—dana sosial yang bersumber dari sedekah pribadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“Kalau soal gerakan sosial, kita sudah jalankan Qardhul Hasan. Itu dana yang kami kumpulkan sendiri setiap bulan, saya dan Pak Bobby, ditambah dari wakaf,” ungkapnya.
Menurut Ayep, semangat di balik program tersebut sama dengan gagasan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu yang pernah dilakukan di Jawa Barat: gotong royong membantu sesama dengan nominal kecil namun rutin.
Perlu Sumber Dana di Luar APBD
Ayep menilai, langkah seperti Qardhul Hasan penting dilakukan mengingat kemampuan fiskal APBD Kota Sukabumi masih terbatas untuk mendanai seluruh kebutuhan pembangunan.
“Sejak pilkada saya sudah sampaikan, harus ada dana abadi di luar APBD. Karena di RPJMD tidak ada skema itu, maka saya gunakan model sodaqoh jariyah,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat (TKD) juga menjadi tantangan tersendiri karena beberapa pos anggaran dari APBN mengalami penyesuaian.
“Untuk membangun Sukabumi tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Sudah terbukti selama puluhan tahun hasilnya stagnan. Apalagi sekarang transfer daerah dikurangi. Jadi perlu instrumen tambahan di luar anggaran pemerintah,” kata Ayep.
Konteks Program Provinsi
Program Kencleng Rp1.000 Sehari yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disebut sebagai upaya membangun partisipasi publik dalam pendanaan sosial dan kemanusiaan. Melalui kontribusi kecil yang dikumpulkan secara kolektif, diharapkan masyarakat dapat turut serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Sementara Pemkot Sukabumi menyatakan siap mengikuti jika nantinya kebijakan itu telah diformalkan oleh pemerintah provinsi.
“Kita siap melaksanakan kalau sudah ada instruksi resmi. Prinsipnya, selama untuk kemaslahatan masyarakat, kami mendukung,” pungkas Ayep.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
