Wartain.com || RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi menggelar Bazaar Gizi pada Rabu (5/2/2025). Bertempat di Halaman Parkir Gedung Central Diagnostik, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-65.
Plt Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi mengatakan, kegiatan Bazaar Gratis ini melibatkan ahli gizi yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan dalam setiap peringatan Hari Gizi Nasional.
“Jadi, ahli gizi itu ada asosiasi tersendiri, maka dari itu tugas para ahli gizi dalam setiap peringatan hari gizi menginisiasi untuk menyelenggarakan rangkaian hari gizi nasional,” kata Yanyan, Rabu (5/2/2025).
Yanyan menyebut rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional yang diselenggarakan dimulai dengan ceramah kesehatan gizi dan seminar kesehatan seputan makanan bergizi.
“Hari ini ada bazar makanan sehat terus nanti disertai dengan pengukuran indek masa tubuh atau body indeks yang merupakan rangkaian dari pada kegiatan ahli gizi,” ungkapnya.
Kedepan pihaknya juga akan mengunjungi sekolah-sekolah serta komunitas untuk mengkampanyekan makanan yang sehat yang bergizi, termasuk tata cara makannya.
“Saya berharap mudahan-mudah para tenaga ahli gizi di RSUD R Syamsudin SH semakin memberikan kontribusi nyata diantaranya kebijakan-kebijakan penanganan pasien dan juga terkait dengan kiprah ahli gizi di dalam pembangunan kesehatan,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Instalasi Gizi UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Evi Novianti, menambahkan bahwa bazar gizi diselenggarakan dalam rangkaian hari gizi Nasional yang ke-65 bertujuan untuk mensosialisasikan profesi ahli gizi, mengedukasikan berbagai jenis makanan sehat kepada karyawan.
“Bazar gizi ini juga dapat memberdayakan karyawan rumah sakit untuk memasarkan produk makanan yang di miliki,” ucapnya.
Evi menambahkan pada kegiatan bazar gizi ini melakukan penggalangan dana untuk kegiatan bakti sosial gizi kepada kelompok masyarakat tertentu.
“Semoga dengan melaksanakan hari gizi nasional ini dapat meningkatkan inovasi dan kerjasama tim atau personal agar kegiatan HGN terlaksana serta menjadi pemenuhan salah satu syarat kompetensi ahli gizi dalam melaksanakan profesinya,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
