Wartain.com || Puluhan anak-anak di Kabupaten Sukabumi antusias mengikuti rangkaian Hari Anak Nasional ke-41 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kampung Raden, Desa Wisata Cisande, Kecamatan Cicantayan pada Minggu (27/7/2025).
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan tampilan budaya dari anak-anak tingkat SD dan SMP. Selain itu anak-anak juga diperkenalkan dengan edukasi-edukasi budaya tradisional seperti tandur atau menanam padi, membuat cincau, hingga melukis caping.
Kemeriahan acara itu berlanjut saat anak-anak dengan antusias mengikuti beberapa permainan tradisional seperti sondah atau engklek, lompat karet atau lompat tali karet, oray-orayan, hingga ngubek kulah.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PAH) DP3A Kabupaten Sukabumi, Elis Sajaah mengatakan, pihaknya sengaja memilih Kampung Raden Desa Wisata Cisande karena sejalan dengan tema Hari Anak Nasional yang bertujuan memperkenalkan tradisi dan budaya tradisional.
“Disini kita sengaja mengambil di tempat ini karena ada beberapa kegiatan yang kita angkat dari kearifan lokal diantaranya beberapa kaulinan budak lembur (permainan anak kampung) ngubak kulah, ada juga kegiatan tandur yang juga mungkin generasi kita kurang mengenal apa itu tandur,” ucap Elis kepada wartain.com.
Hal itu juga menjadi salah satu upaya pemerintah agar anak tak selalu berpaku kepada gadget yang saat ini menjadi permainan anak-anak sehari-hari. Menurutnya langkah kecil yang dilakukan DP3A Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu upaya melestarikan budaya kepada anak-anak agar tak terlalu berfokus dengan gadget.
“Ini salah satu langkah kita, sebetulnya tidak mudah karena dengan era globalisasi hari ini maka kita merasa bahwa gadget itu menjadi salah satu hal yang tidak mungkin bisa dilepaskan dari kehidupan kita. Tetapi upaya apa yang kita lakukan, salah satunya dengan mengenalkan permainan tradisional,” katanya.
Ia berharap kepada anak-anak nantinya bisa menjadi generasi yang kuat dan mampu membangun karakter suatu bangsa deng menyongsong generasi emas di tahun 2045.
“Beberapa langkah harus kita mulai dari sekarang, kita berharap anak-anak bisa menjadi generasi yang kuat, generasi yang mampu memaknai apa arti hidup dan kehidupan, kemudian anak-anak generasi muda yang mampu membangun karakter suatu bangsa,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Sukabumi, Asep Japar yang hadir dan memainkan beberapa permainan tradisional berharap anak-anak tidak meninggalkan tradisi-tradisi yang dulu ditengah gempuran penggunaan gadget.
“Tadi kita sudah melaksanakan kegiatan Hari Anak Nasional yang ke 41, disini banyak permainan tradisional. Kami berharap kita itu tidak boleh meninggalkan tradisi-tradisi yang dulu. Makannya hari ini kan banyak permainan, saya mengajak kepada seluruh anak-anak yang memegang HP karena hari ini banyak budaya-budaya itu, bahwa kita tetap tradisional jangan sampai dihilangkan,” ucapnya.
Ia pun berpesan agar budaya-budaya tradisional tetap dilestarikan dimanapun berada termasuk di tempat di lingkungan sekolah dan keluarga.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
