Wartain.com – Musim penghujan yang mulai turun di Kabupaten Sukabumi membawa angin segar bagi para petani.
Curah hujan memang belum merata dan belum tinggi di semua wilayah, namun tanda-tanda musim hujan sudah terasa di beberapa kecamatan.
Kecamatan Nagrak menjadi salah satu wilayah yang mulai diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Bagi masyarakat Nagrak yang mayoritas berprofesi sebagai petani, hujan adalah anugerah yang telah lama dinanti setelah kemarau panjang.
Mereka pun tak menunggu lama. Lahan-lahan pertanian langsung disiapkan untuk musim tanam baru.
Berbagai komoditas hortikultura mulai ditanam, mulai dari padi, jagung hingga aneka sayuran.
Endang (56), petani sayur asal Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, mengaku lega dengan turunnya hujan. Sehari-hari ia menggantungkan hidup keluarganya dari hasil bertani sayur.
“Alhamdulillah sudah beberapa hari ke sini ada hujan, semoga berlanjut. Kami langsung siapkan lahan untuk ditanami sayuran,” ujarnya saat dihubungi, Senin (12/10/2026).
Ia menceritakan, selama musim kemarau beberapa bulan terakhir, aktivitas bertani menjadi sangat merepotkan karena harus menyiram tanaman secara manual setiap hari.
Menurut Endang, tanaman sayuran memang bukan tanaman air seperti padi, namun sangat bergantung pada ketersediaan air.
“Apalagi jenis cesim dan pakcoy, setiap hari harus disiram minimal dua kali sehari. Kalau tidak, bisa layu dan gagal panen,” jelasnya.
Di akhir, Endang berharap hujan yang turun membawa berkah, bukan bencana.
“Semoga hujan ini membawa keberkahan. Kita tahu hujan terkadang juga bisa membawa dampak longsor dan banjir, semoga kita semua terhindar,” pungkasnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
