26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Polisi Ungkap Penyebab Kemacetan Horor di Jalur Cikidang

Wartain.com || Kemacetan panjang hingga belasan jam mewarnai jalur arteri Simpang Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada puncak arus balik Lebaran 2026. Kepolisian mengungkap, kondisi geografis jalan yang curam menjadi faktor dominan tersendatnya lalu lintas di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, menjelaskan bahwa kepadatan sempat terjadi cukup parah di jalur Cikidang. Meski demikian, petugas telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan dan penguraian arus kendaraan hingga larut malam.

“Di Cikidang memang sempat terjadi kepadatan. Namun anggota kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan penguraian sampai dini hari. Saat ini arus sudah kembali lancar,” ujar Hidayat saat ditemui di Gerbang Tol Parungkuda, Tol Bocimi, Selasa (24/3/2026).

Ia menuturkan, karakteristik jalan yang menanjak tajam membuat sejumlah kendaraan kesulitan melintas. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa berhenti di tengah tanjakan, sehingga memicu antrean panjang kendaraan di belakangnya.

“Medan jalur Cikidang cukup ekstrem, banyak kendaraan yang tidak kuat menanjak lalu berhenti. Kondisi ini berdampak pada penumpukan kendaraan hingga ke bawah,” jelasnya.

Berbeda dengan kondisi tersebut, arus lalu lintas di Simpang Ratu relatif lebih terkendali. Jalan yang lebih lebar dinilai mampu menampung volume kendaraan, sehingga pergerakan lalu lintas tetap berjalan meski padat.

“Kalau di Simpang Ratu, arusnya masih ramai lancar. Jalurnya lebih lebar dibandingkan Cikidang, jadi lebih mampu menampung kendaraan,” tambahnya.

Selain di Cikidang, kepadatan juga terpantau di kawasan Palabuhanratu. Tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama libur Lebaran disebut menjadi salah satu pemicu lonjakan volume kendaraan di wilayah tersebut.

“Memang terjadi peningkatan signifikan di Palabuhanratu. Tahun ini animo masyarakat untuk berlibur cukup tinggi, terlihat juga dari berbagai laporan di media sosial,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara, Supri, mengaku terjebak kemacetan selama sekitar 14 jam. Ia mulai tertahan sejak siang hari di wilayah Cibadak hingga akhirnya bisa bergerak kembali dini hari.

“Dari Cibadak sampai Cikidang itu sekitar 14 jam. Berangkat jam 12 siang, sampai di Cikidang jam 2 siang, tapi baru bisa jalan lagi sekitar jam 2 pagi,” ungkapnya.

Kemacetan ini terjadi akibat lonjakan kendaraan dari arah selatan menuju wilayah Bogor dan Jakarta pada puncak arus balik. Simpang Cikidang pun kembali menjadi salah satu titik krusial yang rawan kepadatan setiap musim mudik dan libur panjang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.