Wartain.com || Pratama Farm, sebuah peternakan ayam kampung di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan cara inovatif untuk mengurangi biaya produksi dan membantu lingkungan. Mereka memanfaatkan limbah sayuran dari Pasar Tradisional Palabuhanratu sebagai bahan pakan fermentasi untuk ayam kampung.
Siti Nurafifah, pengelola Pratama Farm, mengatakan bahwa proses pembuatan pakan fermentasi ini cukup sederhana. “Kami memotong kecil-kecil limbah sayuran, lalu mencampurnya dengan dedak dan potongan batang pohon pisang. Setelah itu, kami tambahkan EM4 sebagai pengurai alami serta molase atau tetes tebu untuk mempercepat proses fermentasi,” katanya.
Pakan fermentasi ini kemudian didiamkan selama minimal tiga hari sebelum diberikan kepada ayam kampung. Menurut Siti, metode ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan lingkungan.
“Kami menerapkan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik menjadi sumber pakan bernilai guna,” tambahnya.
Dengan inovasi ini, Pratama Farm berharap dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar, khususnya para pedagang sayuran yang ada di pasar Palabuhanratu. “Saya sangat mendukung upaya Pratama Farm dalam mengurangi limbah sayuran dan meningkatkan efisiensi produksi. Ini adalah contoh yang baik bagi peternak lainnya,” kata salah seorang pedagang sayuran yang enggan disebutkan namanya.
Pratama Farm berencana untuk terus mengembangkan metode ini dan meningkatkan produksi pakan fermentasi. Mereka juga berharap dapat membantu peternak lainnya dalam mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
