Wartain.com || Sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi masih mengalami kerusakan pada awal 2026. Lubang menganga hingga badan jalan yang amblas masih ditemui di beberapa titik, memicu keluhan pengguna jalan.
Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, keterlambatan perbaikan dipengaruhi belum optimalnya produksi aspal pada awal tahun.
“Kita baru berhenti kalau memang produksi aspal tidak ada. Contoh di awal tahun ini mungkin agak sedikit (perbaikan) karena kita harus mengambil produksi jauh. Jadi terkendala,” ujar Harry, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pasokan aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP) di Sukabumi biasanya kembali normal sekitar Maret. Situasi ini membuat penanganan jalan rusak di awal tahun berjalan kurang maksimal, meskipun upaya tambal sulam tetap dilakukan.
“Karena biasanya AMP aspal yang ada di Sukabumi ini produksinya biasanya di sekitar bulan Maret mungkin. Tapi kita tetap berjalan untuk penambalan atau penanganan jalan rusak,” jelasnya.
Sepanjang 2025, perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi di Sukabumi telah menjangkau total sekitar 35 kilometer yang tersebar di sejumlah titik. Untuk pekerjaan tersebut, anggaran yang terserap mencapai kurang lebih Rp200 miliar.
“Yang dilaksanakan dengan paket (perbaikan jalan) itu ada 35 kilometer untuk totalnya tersebar di beberapa titik. Kalau anggaran perbaikan di Sukabumi itu kurang lebih habis di angka Rp200 miliar,” katanya.
Selain kendala produksi aspal, faktor alam juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa ruas jalan berada di wilayah dengan kondisi tanah labil dan rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan lebih kompleks.
“Banyak gangguan di kita itu banyak lokasi (jalan) yang rawan tanah bergerak. Yang jelas di semua ruas kita tetap berupaya (melakukan perbaikan dan perawatan),” sebutnya.
Dari total panjang jalan provinsi di Sukabumi yang mencapai sekitar 347 kilometer, tingkat kemantapan jalan saat ini berada di angka 84,86 persen. Harry mengakui capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan wilayah UPTD lainnya di Jawa Barat.
“Untuk masalah kemantapan di jalan provinsi ini kurang lebih di 84,86 persen, jadi masih jauh tertinggal dari jalan provinsi lain di wilayah UPTD lain,” pungkasnya.
Dengan produksi aspal yang diproyeksikan kembali normal pada Maret, pemerintah berharap perbaikan jalan provinsi di Sukabumi dapat berjalan lebih optimal dalam beberapa bulan ke depan.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
