Wartain.com – Aksi unjuk rasa besar-besaran mengguncang kawasan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Selasa (2/6/2026). Sekitar 1.200 massa yang terdiri dari para ketua RT, RW, gabungan organisasi masyarakat (ormas), hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan pemakzulan terhadap Wali Kota Sukabumi.
Pantauan di lokasi, massa aksi datang ke Balai Kota pada pukul 09.30 WIB dengan menggelar longmarch dari Gedung Juang 45′. Dipimpin tiga mobil komando, massa aksi kemudian bergeser ke Gedung DPRD pada pukul 12.30 WIB.
Dalam aksi tersebut, massa mendatangi Balai Kota dan kantor DPRD sambil membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap kepemimpinan wali kota yang dinilai tidak menepati janji politik serta dianggap gagal menjalankan sejumlah program untuk masyarakat.
Koordinator Lapangan aksi, Arif Rahman Arifin, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk kekecewaan yang telah lama terpendam. Menurutnya, masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan wali kota.
“Kami datang ke DPRD bukan tanpa alasan. Banyak janji yang disampaikan kepada masyarakat, namun hingga kini tidak terealisasi. Karena itu kami meminta DPRD mengambil langkah tegas melalui hak angket atau meminta wali kota mundur secara terhormat,” ujar Arif di sela aksi.

Selain menyoroti persoalan janji politik, massa juga mempersoalkan mekanisme pengelolaan dana kelurahan yang dinilai tidak transparan. Arif menyebut proses penentuan program dilakukan tanpa melibatkan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) seperti LPM, BKM, maupun Karang Taruna.
“Selama ini tidak ada pembahasan bersama di tingkat kelurahan. Tiba-tiba program sudah berjalan dan disebut sebagai arahan dari wali kota. Kami menduga ada kepentingan kelompok tertentu yang bermain di dalamnya,” katanya.
Pihak demonstran juga mengklaim telah menjalin komunikasi dengan sejumlah fraksi di DPRD Kota Sukabumi terkait dorongan penggunaan hak angket. Beberapa anggota dewan disebut memberikan dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan massa.
Aksi yang dipimpin oleh Arif Rahman Arifin bersama Sekretaris Levi dan Bendahara Irni tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Meski berjalan tertib, massa menegaskan akan terus mengawal proses politik di DPRD hingga tuntutan mereka mendapat respons konkret.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
