26.7 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026

Latest Posts

Rayakan Prestasi Nasional, SMAN 2 Kota Sukabumi Ubah Pola MBG Jadi Prasmanan Interaktif

Wartain.com || Suasana berbeda terasa di SMA Negeri 2 Kota Sukabumi saat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum lama ini. Tak lagi sekadar menerima makanan dalam kemasan, para siswa kini menikmati hidangan dengan konsep prasmanan yang menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus perayaan.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian prestasi akademik sekolah yang berhasil mencatatkan jumlah siswa terbanyak lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), bahkan menempati peringkat pertama di Jawa Barat.

Asisten Lapangan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Keramat Gunungpuyuh, Muhamad Maulana Azis, menjelaskan bahwa konsep prasmanan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa.

“Ini bukan sekadar makan bersama, tapi juga bentuk penghargaan atas kerja keras siswa dan sekolah. Kami ingin momen ini terasa spesial,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menu yang disajikan pun dibuat istimewa dengan menghadirkan nasi kuning lengkap beserta lauk khas Nusantara seperti tempe orek, perkedel kentang, bihun, dan buah potong. Selain itu, inovasi juga dilakukan pada olahan sayuran agar lebih menarik bagi siswa.

Meski tampil lebih santai dan interaktif, Azis memastikan standar gizi tetap menjadi prioritas utama. Setiap hidangan yang dikonsumsi oleh 1.440 siswa dan 90 guru telah melalui pengawasan ketat dari tim ahli gizi dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tak hanya berdampak pada variasi penyajian, konsep ini juga membawa perubahan dari sisi sosial. Pola antrean prasmanan dinilai mampu menciptakan interaksi yang lebih cair antara siswa dan guru, sekaligus menumbuhkan kebiasaan memilih makanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi sekolah, perubahan ini disambut positif. Staf Humas SMAN 2 Kota Sukabumi, Andriyansyah, menilai sistem prasmanan mampu menghadirkan suasana baru yang lebih menyenangkan sekaligus efisien.

“Selain lebih higienis, siswa juga jadi lebih bertanggung jawab terhadap porsi makanannya sendiri. Ini berdampak pada berkurangnya sisa makanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fleksibilitas dalam pengambilan porsi menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan sistem sebelumnya yang menggunakan kemasan tetap. Dengan begitu, potensi pemborosan makanan dapat ditekan.

Meski demikian, konsep prasmanan ini belum diterapkan secara rutin. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi bulanan serta momen-momen tertentu yang dinilai tepat untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa.

Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas asupan gizi, tetapi juga memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah melalui kebersamaan dan apresiasi terhadap prestasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.