Wartain.com || Institut Madani Nusantara (IMN) mengadakan Seminar Moderasi Beragama dan Pendidikan Karakter pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Aula Kampus IMN, Kota Sukabumi. Acara ini bertujuan menyeimbangkan pemahaman keragaman beragama dengan tradisi budaya masyarakat untuk menciptakan masyarakat harmonis.
Rektor IMN, Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, “Moderasi beragama bukan hanya sekedar wacana, tapi menjadi jembatan yang menghubungkan tentang keyakinan, kebijakan, perbedaan, persaudaraan, ilmu, dan akhlak.”
“Implementasi moderasi beragama bagi mahasiswa dan dosen merupakan respon terhadap perubahan sosial yang disebabkan oleh perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, dinamika politik, dan transformasi budaya,” tambah Rektor IMN.
Prof. Endin juga mengatakan, “Moderasi beragama merujuk pada PMA nomor 3 Tahun 2024, menjadi penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.”

Sementara itu Narasumber utama pada kegiatan seminar tersebut, Prof. Dr. H. Bambang Samsul Arifin, M.Si, menyatakan, “Indonesia adalah bangsa yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 288 juta dengan keanekaragaman agama dan budaya yang menjadi potensi moderasi beragama untuk menjadi sebuah negara yang kuat, modern, dan maju.”
“Dengan proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama diharapkan mahasiswa dan dosen memiliki kemampuan individu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan, dan moderasi beragama bukan berarti menghilangkan identitas agama,” tambah Prof. Bambang.
Diketahui, seminar tersebut dilakukan dengan cara Hybrid, dimana, 400 orang hadir secara offline dan 312 orang secara online, denga total yang hadir sebanyak 712 orang. Rektor IMN juga menyebut, kegiatan tersebut sebagai upaya dan langkah strategis, dalam permohonan penerbitan SK alih status dari Institut menjadi Universitas Madani Nusantara (UMN) segera keluar.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
