Wartain.com || Seorang pria di Kota Sukabumi alami luka-luka hingga berlumuran darah akibat luka sayatan diduga menjadi korban aksi pengeroyokan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Sukabumi pada Minggu (14/7/2024) dini hari WIB.
Saksi mata berinisial PI (33) mengatakan peristiwa tersebut bermula saat sekelompok pemuda tengah nongkrong dekat Gang Lipur. Kemudian sekelompok pemuda tersebut bergeser ke depan rumah makan di wilayah tersebut.
“Orang-orang itu keluar dari Gang Lipur. Udah keluar dari Gang Lipur dia jalan sini duduk di Alam Sunda. Ada 4-5 (orang) lah. Ya ngobrol ga tahu ngobrolin apa,” katanya.
PI menyebut sekelompok pemuda tersebuy nampak bercengkrama dan tertawa-tawa yang tak lama kemudian mereka bergeser lagi ke arek depan Supermall Sukabumi.
Tak lama kemudian PI melihat sekelompok pemuda tersebut mengejar seorang pemuda berbaju hijau. Pemuda tersebut mampak terjatuh di depan toko Paramount dan diseret ke depan area toko elektronik.
“Nah pas di situ dipukulin terus ditendang, diseret lagi ke Erafone. Di Erafone ga tahu diapain lagi berantem lagi nah begitu tapi kalau masalah awal-awalnya mah ga tahu saya,” katanya.
Saat pengeroyokan terjadi nampak seorang wanita berteriak berusaha melerai pertikaian tersebut.
“Ada dua perempuan kata dua perempuan teriak ‘jangan dipukulin, jangan dipukulin’. Tapi ga tahu siapa-siapanya ga tahu cuman dia teriak doang. Orang yang ga ikut-ikutan jadi pada ikut-ikutan pada nimbrung di situ,” jelasnya.
Peristiwa tersebut sempat terhenti saat mobil Dinas Pol PP melintas. Namun saat mobil Dinas Pol PP pergi aksi pengeroyokan kembali berlanjut.
“Tapi pas ada Satpol PP lewat pada diam. Itunya yang dipukulinnya digeser ke belakang ditendang-tendang. Tapi yang Satpol PP dua mobil itu cuman lewat doang,” tambahnya.
Peristiwa itu berakhir setelah datang pihak kepolisian dan masa membubarkan diri. Sementara itu korban dievakuasi ke rumah sakit untuk di tangani.
Sementara itu di konfirmasi terpisah Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.
“(Kejadian) Diketahui. Kami sedang penyelidikan dan pengumpulan barang bukti,” kata Bagus saat dikonfirmasi, Senin (15/7/2024).***
