26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Soal Keterlambatan Supply Pupuk di Pajampangan, Begini Tanggapan Dinas Pertanian

Wartain.com || Keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi yang sebelumnya terjadi di Kecamatan Cibitung kini juga dirasakan para petani di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Para petani mengeluhkan harus mengantre panjang dan bahkan menyerahkan e-KTP ke pemilik kios agar bisa mendapatkan pupuk keesokan harinya.

Salah satu petani asal Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, A. Soleh, mengatakan bahwa dirinya dan petani lain kesulitan memperoleh pupuk jenis urea dan Phonska yang sangat dibutuhkan untuk tanaman padi mereka.

“Tadi saya menyerahkan e-KTP supaya besok bisa dapat pupuk urea dan Phonska subsidi di toko pupuk di perapatan Cibungur, Desa Pasiripis. Tapi sekarang stoknya habis, katanya besok baru bisa,” ujar A. Soleh kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, petani kini sedang memasuki masa penting dalam perawatan tanaman padi yang membutuhkan pupuk segera. Namun, keterlambatan pasokan membuat mereka khawatir hasil panen akan terganggu.

“Padahal semua petani mau beli karena tanaman padi sudah waktunya dipupuk. Kami sudah antre, tapi pupuk tidak ada. Pemilik toko juga tidak bisa kasih kepastian, cuma bilang tunggu besok,” ungkapnya kecewa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan pupuk bersubsidi di awal musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2025–2026 menjadi salah satu penyebab meningkatnya permintaan di tingkat petani.

“Memasuki awal musim tanam, realisasi tanam di Kabupaten Sukabumi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Ini berdampak pada naiknya kebutuhan pupuk bersubsidi. Karena itu, ketersediaan di kios pengecer harus dijaga agar petani bisa menebus pupuk sesuai kebutuhan dan tepat waktu,” kata Aep.

Aep menegaskan, dari sisi alokasi, pupuk bersubsidi di Kabupaten Sukabumi masih mencukupi hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Pertanian, sisa alokasi pupuk bersubsidi mencapai 31.469 ton Urea, 15.420 ton NPK, dan 1.676 ton pupuk organik.

Namun, pihaknya mengakui adanya kendala distribusi dari gudang PT Pupuk Indonesia ke distributor dan kios pengecer. “Kami sudah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia untuk menambah armada agar pengiriman ke kios tepat waktu dan dalam jumlah cukup,” ujarnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.