Wartain.com || Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman beserta Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Jona Arizona dan Wawan Juanda menerima aksi unjuk rasa yang digelar oleh Mahasiswa Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Balai Kota dan Kantor DPRD Kota Sukabumi, Kamis 29/02/2024.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Jona Arizona mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi telah melakukan langkah strategis untuk menanggulangi permasalahan harga beras.
“Intinya kami DPRD, kebijakan dari Pemda yang pertama, yang dilakukan pemerintah daerah sudah melaksanakan operasi pasar murah di 7 kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. Bekerja sama dengan Bulog mendistribusikan SPHP,” kata Jona.
Dia mengatakan, beras yang di pasaran dijual dengan harga Rp16-Rp17 ribu dapat dibeli dengan merk SPHP oleh masyarakat dengan harga Rp10.600 per kilogram atau Rp53 ribu per 5 kilogram.
“Jadi pasokan yang didistribusikan, disebar di 7 kecamatan tiap hari tidak kurang dari 4 ton. Itu salah satu upaya dan kami tetap mendorong agar upaya itu ditingkatkan, agar seluruh masyarakat bisa membeli beras SPHP dan bisa menekan harga di pasaran,” ujarnya.
Terkait kebijakan impor beras, Jona mengatakan, kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah pusat. Mulanya pemerintah mengalokasikan 2 juta ton impor beras dan bertambah 1,6 juta ton sehingga total 3,6 juta ton.
“Masa panen Maret, April dan Mei, Juni itu untuk dinikmati di semester kedua oleh masyarakat sehingga pemerintah mengamankan pasokan beras. Kami menjamin dengan Pemda, cadangan stok pasokan beras untuk 3-4 bulan itu aman dengan membagikan SPHP hanya Rp53 ribu per 5 kg, jauh bisa ditekan dari harga di pasaran Rp17 ribu per kilogram,” tutupnya.***
Foto: Jabar Ekspress/Riki Achmad
Editor: Raka A. Firmansyah
(Red)