26.7 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Latest Posts

Tragedi Siswi MTs di Sukabumi: Dugaan Bullying yang Berujung Duka

Wartain.com || Kematian tragis AK (14), siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri asal Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Di balik kepergiannya yang mengguncang itu, muncul dugaan kuat bahwa AK menjadi korban perundungan (bullying) dari teman-temannya di sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menyampaikan bahwa ia telah menerima curahan hati dari orang tua korban. Menurut penuturan mereka, AK kerap mengeluh mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari rekan-rekannya hingga merasa tertekan secara psikologis. Dugaan tersebut juga diperkuat dengan keberadaan surat perpisahan yang ditulis korban sebelum meninggal.

“Barusan kami, termasuk Pak Kadus, mendengar langsung dari ibu korban. Beliau bercerita bahwa anaknya sering mengadu ke wali kelas tentang hal-hal yang membuatnya tidak nyaman di sekolah. Katanya, wali kelas sempat berjanji akan menindaklanjuti dan membicarakannya dengan pihak terkait,” ungkap Ferry saat ditemui di rumah duka, Rabu (29/10/2025) sore.

Tekanan yang dialami korban rupanya berlangsung cukup lama, meninggalkan luka batin yang tak kunjung pulih hingga berujung pada depresi. Keputusan AK mengakhiri hidupnya sendiri diduga menjadi puncak dari keputusasaan setelah lama memendam rasa sakit dan ketakutan.

“Korban sering mengeluhkan perlakuan yang membuatnya sakit hati dan depresi,” tambah Ferry.

AK sempat memohon kepada ibunya agar dipindahkan ke sekolah lain, berharap bisa terbebas dari perlakuan buruk teman-temannya. Namun, keterbatasan ekonomi membuat keinginan itu tak bisa segera terwujud.

“Setiap pulang sekolah dia selalu bilang ingin pindah. Tapi kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Ibunya bahkan sempat menyampaikan keluhan itu kepada wali kelas,” tutur Ferry.

Politisi tersebut menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara transparan untuk memberikan keadilan bagi korban serta menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Kalau memang ada korban, harus ada langkah hukum dan sanksi bagi pelakunya. Jangan sampai kasus seperti ini dibiarkan tanpa penyelesaian,” tegasnya.

Ferry juga menilai, kejadian ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Sukabumi. Menurutnya, masih adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah menunjukkan lemahnya pengawasan dan pembinaan karakter di institusi pendidikan.

“Ini tamparan keras bagi kita semua. Faktanya, bullying masih terjadi di sekolah, bahkan di jam pelajaran. Ini bukti bahwa ada yang perlu diperbaiki secara serius,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih jauh dugaan perundungan tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dari pihak keluarga. Saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman kasus,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi, IPTU Hartono.

Korban ditemukan tewas gantung diri di pintu kamarnya pada Selasa malam, 28 Oktober 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan psikologis.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.