26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026

Latest Posts

Travel Gelap Marak Saat Mudik Lebaran, Polisi di Sukabumi Tindak 15 Kendaraan

Wartain.com || Fenomena travel gelap kembali mencuat di wilayah Sukabumi menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri. Keberadaan angkutan ilegal ini tak hanya menuai sorotan, tetapi juga memicu keberatan dari para sopir angkutan resmi.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi pun bergerak aktif melakukan penertiban. Dari hasil patroli yang digelar secara rutin, sedikitnya 15 kendaraan telah ditindak karena diduga beroperasi sebagai travel gelap.

Kasatlantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan pihaknya secara konsisten melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar, termasuk travel ilegal dan kendaraan sumbu tiga yang masih nekat beroperasi meski melanggar aturan SKB.

“Setiap hari kami lakukan penindakan, termasuk terhadap travel gelap. Sejauh ini sekitar 15 kendaraan sudah kami amankan karena terindikasi digunakan sebagai travel ilegal,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, praktik travel gelap umumnya dilakukan oleh individu yang tidak memiliki izin resmi sebagai badan usaha transportasi. Meski demikian, mereka tetap mengangkut penumpang hingga ke tujuan dengan menarik bayaran.

Menurutnya, kondisi tersebut jelas melanggar aturan dan berpotensi merugikan masyarakat. Selain tidak memiliki legalitas, layanan travel gelap juga tidak menjamin perlindungan asuransi bagi penumpang.

“Risikonya cukup besar. Asuransi tidak jelas, data penumpang juga tidak tercatat dengan baik. Jika terjadi sesuatu, tentu akan menyulitkan proses penanganan maupun penyelidikan,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan platform digital untuk mencari penumpang. Mereka biasanya menawarkan jasa melalui grup WhatsApp atau media online lainnya, lalu menjemput penumpang dari titik tertentu sebelum diberangkatkan bersama-sama.

Dari hasil penindakan, mayoritas kendaraan travel gelap yang beroperasi di Sukabumi diketahui berasal dari wilayah Jakarta dan Pajampangan.

“Mereka biasanya menjemput penumpang di Jakarta, kemudian diangkut dalam satu kendaraan menuju tujuan di Sukabumi atau sekitarnya,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak tergiur menggunakan jasa travel gelap, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan mudik.

“Kami harap masyarakat lebih memilih transportasi resmi yang jelas legalitas dan keamanannya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.