26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 9, 2026

Latest Posts

Wali Kota Sukabumi : Masjid Jadi Pilar Utama Wujudkan Kota Bercahaya

Wartain.com || Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi menjadi pusat peradaban umat yang mampu mendorong terwujudnya visi pembangunan Kota Sukabumi Bercahaya. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam acara Silaturahmi dan Syukuran Milad ke-53 Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi pada Minggu (22/6/2025).

Dalam sambutannya, Ayep menjelaskan bahwa “Sukabumi Bercahaya” memiliki dua dimensi utama: pencahayaan fisik melalui infrastruktur dan lampu-lampu khas kota, serta pencahayaan sosial ekonomi berupa keadilan, kesejahteraan, dan penguatan nilai religius.

“Masjid adalah episentrum dari gerakan ini. Pemerintah tak bisa berjalan sendiri tanpa bimbingan ulama dan dukungan umat. Maka kolaborasi dengan DMI sangat krusial dalam mendorong kemajuan berbasis nilai,” ujar Ayep.

Mengangkat tema Gerakan Bersama Ulama, Umaro, dan Umat Memakmurkan Masjid dan Kesejahteraan Umat, acara tersebut dihadiri oleh jajaran DMI, para ulama, santri, pengurus DKM, serta tokoh pemerintahan daerah. Wali Kota menyebut, dengan ratusan masjid jami tersebar di Kota Sukabumi, potensi pemberdayaan umat melalui masjid sangat besar.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kota tidak bisa terus-menerus bergantung pada dana pusat. Kami berupaya meningkatkan PAD, dan alhamdulillah per Mei 2025 ada lonjakan sebesar 63 persen,” kata Ayep, menyebut peran vital BUMD, BLUD, Baznas, CSR, dan dana masyarakat dalam menopang program pembangunan.

Seluruh sumber pembiayaan itu, lanjutnya, wajib dikelola secara transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa reformasi birokrasi yang dijalankan saat ini bersifat struktural, bukan politis.

“Tidak ada agenda tersembunyi. Reformasi ini semata demi pelayanan publik yang lebih baik. Semua elemen pemerintahan harus solid,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ayep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi empat pilar kehidupan umat: ulama, umaro, aghniya (orang kaya), dan fuqoro (kaum dhuafa). Menurutnya, kekuatan kolektif inilah yang menjadi fondasi masyarakat madani.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Sukabumi, K.H. Apep Saepullah, menekankan empat fungsi utama masjid: sebagai pusat ibadah, pusat ilmu pengetahuan, pusat pelayanan umat, dan pusat dakwah yang dinamis.

“Masjid tidak boleh stagnan. Ia harus hidup dan menjadi solusi atas berbagai tantangan umat,” tutur K.H. Apep.

Laporan panitia yang disampaikan Ust. Adi menyebutkan bahwa saat ini lebih dari 440 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Sukabumi telah aktif bersinergi dengan DMI. Dalam rangka Milad ke-53 DMI yang berdekatan dengan Tahun Baru Islam 1447 H, akan digelar serangkaian agenda keagamaan, mulai dari manakib dan istighosah hingga pawai obor dan seminar bersama BNPT pada 26 Muharram mendatang.

Melalui momen ini, diharapkan masjid dapat terus berperan sebagai kekuatan spiritual dan sosial yang menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara ulama, umaro, dan umat pun diyakini menjadi jalan utama menuju terwujudnya Sukabumi sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur — kota yang bercahaya secara lahir dan batin.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.