26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Latest Posts

Menanam Asa Pada Presiden Prabowo Lewat Majelis Dzikir dan Shalawat 

Oleh : Deden Adang Sopandi/ Pengurus Yayasan Merah Putih 08, Majelis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto

Wartain.com || Indonesia telah dianugerahi Allah SWT negara yang besar, luas, subur, dan jumlah penduduk yang banyak.

Data statistik pada tahun 2024 memberikan gambaran, ada 281, 2 juta penduduk Indonesia (207 juta ummat Islam), 17.508 pulau (7,872 punya nama), 718 jenis bahasa (11 diantaranya punah), dan terbagi kedalam 38 Provinsi.

Kesuburan tanahnya menumbuhkan keanekaragaman pohon tanaman, berbagai hewan hidup dialamnya. Lautan luas menyimpan berbagai jenis ikan.

Berbagai sumber mineral terkandung dalam perut buminya. Besi, emas, tembaga, perak, nikel, batubara, bauksit, kromium, platinum, bahkan uranium. Berbagai mineral non logam; kuarsa, yodium, belerang, fosfat, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, dll. Mineral batuan familier di masyarakat; tanah liat, pasir, sirtu, gamping, trass, marmer, kalsedon, dionit, dan lain-lain.

Sumber energi melimpah; air, angin, sinar matahari, panas bumi, dan berbagai minyak bumi terkandung didalamnya.
Pertanyaannya adalah apakah kekayaan itu telah mensejahterakan rakyat?

Indonesia menganut sistem pemerintahan Presidensial Parlementer. Kekuasaan Negara dan Pemerintahan ada pada Presiden, dengan mitranya parlemen DPR RI. Pemilihan Presiden dan Anggota DPR, dilakukan secara langsung oleh rakyat melalui Pemilu. Pemilih menentukan nasibnya kepada Presiden dan Anggota Dewan.

Ummat Islam sebagai pemilih terbanyak, walau terpecah menyimpan asa kepada mereka untuk hidup sejahtera, adil dan makmur.

Melihat Pilpres tahun 2014, umat Islam banyak yang menitip asa pada calon presiden Prabowo. Namun saat itu yang memenangkan kontestasi adalah Jokowi-JK dengan 70,9 juta suara (53,15%), dan Prabowo-Hata hanya 62,6 juta suara atau 46,85%.

5 tahun kemudian di tahun 2019, ummat kembali menitipkan asa pada Prabowo. Namun kembali kalah, Jokowi-Ma’ruf 85,6 juta suara (55,5%), dan Prabowo-Sandi 62,6 juta atau 44,5%.

Ummat yang berharap kepada kepemimpinan yg bersih, amanah, dan mampu menunaikan cita-cita bangsa yang maju dan mensejahterakan rakyat, kembali gagal. Psikologi harapan seakan-akan sirna, putus asa sudah.

Beralih pada Prabowo, harapan untuk memimpin negara masih dimiliki. Prabowo masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf. Ummat banyak yang kecewa, tetapi tidak sedikit mendukung. Berharap Prabowo melakukan syiasyah untuk kembali ikut pertarungan di tahun 2024. Kekalahan tidak membuat patah arang.

Apa sebenarnya yang mendorong Prabowo begitu kuatnya ingin jadi memimpin negara?

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2024, menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenangnya. Prabowo didukung oleh 96,2 juta pemilih, sementara pasangan Anis-Amin, Ganjar-Mahfud, masing-masing didukung 40,9 juta dan 27,1 juta pemilih.

Apakah dukungan ummat berhenti sampai disini?

Tanggal 20 Oktober 2024 H. Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dilantik pada sidang umum anggota MPR menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Dengan membaca sumpah dan janji setia, selain disaksikan langsung oleh Anggota MPR dan Undangan, juga disaksikan oleh rakyat Indonesia dan Dunia melalui media televisi. Dan yang paling penting disaksikan Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Apakah Presiden akan melaksanakan amanah ini dengan baik? Mampukan membawa bangsa yang besar ini kedalam kejayaan? Mampukah mengantarkan rakyat Indonesia, sejahtera, makmur, dan sentosa? Apakah rakyat Indonesia yang mendukung maupun tidak memilihnya akan diam saja?

Sebagai rakyat yg memahami bahwa negara akan memiliki arah tujuan yang baik, tergantung nahkodanya. Sebagai penumpang, rakyat harus nyaman menaikinya, berharap, dan berdo’a, semoga kapal selamat sampai tujuan.

Pemerintahan harus mampu membawa negeri ini lebih baik, maju, dan sejahtera. Dengan modal sumber daya alam yang melimpah, Indonesia harus menjadi kekuatan ekonomi dunia. Indonesia yang mampu berperan dan disegani secara politik didunia. Sementara rakyat menjadi penumpang yang memiliki produktifitas yang tinggi. Sekurang-kurangnya jadi penumpang yang terus berdo’a demi keselamatan pemimpin sebagai nahkodanya.

Solusi Bathiniyyah 

Majelis Dzikir dan Sholawat RI Prabowo Subianto-Gerakan Persatuan Nasional 08, adalah media gerakan untuk mengajak ummat senantiasa berdo’a dan bersholawat bagi keberkahan negeri ini.

Mendo’akan dengan tulus meminta kepada Allah SWT, supaya Presiden selalu mendapatkan hidayah dan Taufik dalam mengelola negara ini. Diberikan keberanian untuk menegakan hukum, serta menyayangi rakyatnya.

Presiden Prabowo yang dalam sambutannya, selalu mengatakan siap mati membela kepentingan rakyat, sudah selayaknya rakyat juga mendukung dan mendoakannya.

Majelis dzikir dan shalawat melalui jemaahnya akan rutin melakukan do’a bersama. Disetiap daerah, dikota atau di desa dibentuk pengurus Majelis Dzikir
Di pondok pesantren, masjid-masjid, majelis taklim, madrasah, lembaga pendidikan, dikantor-kantor, kita akan senandungkan do’a sholawat.

Majelis Dzikir dan Sholawat, memberikan dorongan bathin, supaya Presiden Prabowo amanah. Tidak takut siapapun, kecuali takut karena Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Presiden Prabowo dulu Tentara Nasional, hari ini harus jadi Tentara Allah. Kalau demikian, maka negara yang baldatun toyibatun warobun gofur, gemah ripah repeh rapih, akan jadi kenyataan. Aamiin.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.