Wartain.com – Warga Kampung Bojong Genteng, RT 01/RW 02, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terpaksa membangun jembatan lingkungan secara swadaya. Upaya itu dilakukan setelah usulan pembangunan yang berulang kali diajukan ke Pemerintah Desa Ciemas tidak mendapat tindak lanjut.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Setiap hari jembatan itu dilalui warga untuk beraktivitas, anak-anak berangkat ke sekolah, serta warga yang menjalankan kegiatan ekonomi dan sosial.
Menurut keterangan pengurus lingkungan, permohonan pembangunan jembatan sudah beberapa kali disampaikan kepada Pemerintah Desa Ciemas. Namun hingga kini belum ada respons maupun langkah konkret dari pihak desa.
Kondisi itu mendorong warga mengambil inisiatif sendiri. Dengan mengandalkan semangat gotong royong, masyarakat bahu-membahu membangun jembatan menggunakan material seadanya agar akses tetap bisa digunakan.
Pembangunan swadaya dilakukan seadanya karena keterbatasan dana dan peralatan. Warga berharap jembatan darurat itu cukup menopang aktivitas harian sambil menunggu perhatian pemerintah.
Ketua RT 01 Bojong Genteng, Ujang Supyani, mengungkapkan masyarakat sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah desa. Kebutuhan infrastruktur ini menyangkut kepentingan banyak warga, bukan individu.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah desa. Sampai saat ini belum ada tindakan cepat untuk membantu pembangunan jembatan ini,” ujar Ujang kepada media, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menegaskan keberadaan jembatan sangat penting karena menjadi satu-satunya akses yang digunakan masyarakat setiap hari. Jika rusak, aktivitas warga akan lumpuh total.
“Jalan ini merupakan akses utama warga, digunakan anak-anak untuk pergi ke sekolah dan masyarakat untuk berbagai aktivitas lainnya,” katanya.
Ujang berharap pemerintah desa dapat hadir dan mencari solusi agar jembatan ini bisa dibangun lebih layak, aman, dan permanen. Warga siap bergotong royong, asal ada kepastian anggaran dan bantuan teknis.
Warga Bojong Genteng kini hanya bisa menunggu langkah nyata dari pemerintah desa. Mereka ingin kebutuhan dasar seperti jembatan tidak terus tertunda, karena menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas harian.
“Kami menginginkan adanya langkah nyata agar pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat tidak terus tertunda dan dapat segera direalisasikan demi kepentingan bersama,” pungkas Ujang.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Saeful Usman)
