Wartain.com || Umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Syawal dapat mulai menjalankannya pada Minggu, 22 Maret 2026, apabila Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan selama enam hari setelah Idul Fitri. Namun, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan pada tanggal 1 Syawal karena bertepatan dengan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa.
Dengan demikian, hari pertama puasa Syawal dimulai pada 2 Syawal atau sehari setelah Idul Fitri. Dalam perhitungan kalender Masehi, periode puasa Syawal tahun ini berlangsung mulai 22 Maret hingga sekitar 20 April 2026, menyesuaikan panjang bulan Syawal.
Dalam praktiknya, umat Islam diberikan kelonggaran dalam menjalankan puasa ini. Enam hari puasa dapat dilakukan secara berturut-turut, misalnya mulai 22 hingga 27 Maret 2026. Selain itu, puasa juga bisa dilaksanakan secara terpisah selama masih berada dalam rentang bulan Syawal.
Mengacu pada pandangan Nahdlatul Ulama (NU), penentuan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal, didasarkan pada metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan. Oleh karena itu, tanggal pelaksanaan dapat menyesuaikan hasil rukyat yang dilakukan oleh otoritas terkait.
Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama setahun penuh.
Dengan datangnya bulan Syawal, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah serta menjaga konsistensi amal setelah Ramadan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
