Wartain.com || Pada Minggu (3/8/2025) kemarin, rombongan Disdik Jabar berkunjung ke Pameran Pusaka Nusantara di Museum Sri Baduga Kota Bandung.
Disana banyak dipajang benda-benda pusaka zaman dahulu. Salahsatunya adalah senjata khas Jawa Barat, yaitu Kujang.
Menyadur dari kamus bahasa Sunda, ternyata kata Kujang berasal dari gabungan kata Kudi dan Hyang yang kemudian berubah menjadi Kudyang dan akhirnya melebur menjadi Kujang.
Kujang lahir dari pengubahan bentuk Kudi oleh para guru teupa (empu). Dalam proses pembuatannya, para empu memohon pertolongan kepada Sang Hyang Maha Kuasa. Maka dari itu, lahirlah istilah Kujang sebagai simbol spiritual dan budaya.
Tahun ini, Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pameran Pusaka Nusantara yang menampilkan 238 koleksi. Seperti kujang, keris, kudi, dan pedang dari 21 museum di berbagai wilayah Indonesia. Pameran ini menjadi ajang silaturahmi para pengelola museum serta memperluas akses dan jangkauan publik terhadap keberagaman budaya melalui pusaka.
Pameran nasional ini menyelami sejarah dan filosofi Tosan Aji Nusantara sebagai lambang identitas budaya dan pemersatu bangsa.
Pameran berlangsung mulai tanggal 29 Juli – 31 Oktober 2025, bertempat di Museum Sri Baduga. Terbuka untuk umum dan gratis.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
